THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Megawati: Jelas saja Sandera Dilepas, Wong Dibayar


Unknown | 07.45 | ,

Megawati Soekarnoputri mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai pembebasan 10 sandera WNI. Menurut mantan Presiden RI itu, sandera dibebaskan karena sudah dibayar.

"Situ kok ngurusin sandera, wong sandera sudah ada yang ngurusi, mending ngurusi ibu-ibu bidan ini. Jelas saja sandera dilepas, wong dibayar, kok," celetuknya kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam sebuah diskusi berjudul "Mencari Solusi Rekrutmen PNS yang Adil bagi Bidan PTT" di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta, Senin (2/5/2016).

Namun, saat dikonfirmasi soal maksud celetukannya itu, Mega enggan menjawab pertanyaan dari wartawan. Mega langsung bergegas menuju mobilnya. Begitu pula dengan Pratikno.

Pratikno hanya sempat menjawab singkat sambil tertawa.

"Itu urusannya Bu Menlu-lah, coba kalian tanya saja sama Bu Menlu, intinya dari pemerintah sudah melakukan diplomasi secara optimal," jawab Pratikno dari dalam mobilnya. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Fahira Idris Istighfar, Hartoyo LGBT Sewot


Unknown | 03.33 | ,

Hartoyo, pegiat LGBT yang pernah muncul di Kompas TV dengan tampilan Ustadz, kembali sewot. Gara-garanya, Fahira Idris mengomentari cuitannya dengan istighfar. Bahkan Hartoyo menyebut anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu ikut-ikutan memprovokasi.

“Mulai deh, pjabat satu ini ikut2 memprovokasi @fahiraidris,” kicau Hartoyo melalui akun Twitter pribadinya @HartoyoMdn, Senin (2/6/2016).

Padahal, Fahira Idris hanya menuliskan istighfar: “Ck..ck..ck.. Astagfirullah @HartoyoMdn”



Seperti diberitakan sebelumnya, Hartoyo mengkritisi program Magrib Mengaji yang diluncurkan Walikota Bandung Ridwan Kamil pada Jumat (29/4/2016) lalu.

Hartoyo menyebut mengajari orang Sunda mengaji sama dengan mengajari anjing menggonggong.

“Ngajari at ngajak org Sunda ngaji, it sama aja, ngajari anjing mengonggong :) @kangsemproel @ridwankamil @Elianamungan @Gilang_Mahesa,” kicaunya, Ahad (1/5/2016).






Terang saja, kicauan itu menuai protes dari sejumlah netizen.

“Mas @HartoyoMdn awas off side.. Kenapa mengumpamakan org sunda dg Anjing??,” kata @kangsemproel.

“sayaorang sunda maksud di situ apa orang sunda di samakan dengan anjing,” kata @MrBeurit.

Mendapat protes bertubi-tubi, Hartoyo beralasan bahwa maksudnya bukanlah menyamakan orang Sunda dengan anjing tetapi ia mengkritisi bahwa program Magrib Mengaji tidak perlu. Menurut Hartoyo, yang perlu adalah program mencegah narkoba.

“Program2 sprti itu loh kang @ridwankamil yg sya maksud bnar2 dibutuhkan oleh masyarakat Bandung, cegah Narkoba n HIV,” cuitnya. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Hartoyo LGBT: Ngajari Orang Sunda Ngaji Sama dengan Ngajari Anjing Menggonggong


Unknown | 00.48 | ,

Hartoyo, pegiat LGBT yang pernah muncul di Kompas TV dengan tampilan Ustadz, mengkritisi program Magrib Mengaji yang diluncurkan Walikota Bandung Ridwan Kamil pada Jumat (29/4/2016) lalu.

Melalui akun Twitter pribadinya, Hartoyo menyebut mengajari orang Sunda mengaji sama dengan mengajari anjing menggonggong.

“Ngajari at ngajak org Sunda ngaji, it sama aja, ngajari anjing mengonggong :) @kangsemproel @ridwankamil @Elianamungan @Gilang_Mahesa,” tulisnya melalui akun @HartoyoMdn, Ahad (1/5/2016).

Terang saja, kicauan itu menuai protes dari sejumlah netizen.

“Mas @HartoyoMdn awas off side.. Kenapa mengumpamakan org sunda dg Anjing??,” kata @kangsemproel.

“sayaorang sunda maksud di situ apa orang sunda di samakan dengan anjing,” kata @MrBeurit.

Mendapat protes bertubi-tubi, Hartoyo beralasan bahwa maksudnya bukanlah menyamakan orang Sunda dengan anjing tetapi ia mengkritisi bahwa program Magrib Mengaji tidak perlu. Menurut Hartoyo, yang perlu adalah program mencegah narkoba.

“Program2 sprti itu loh kang @ridwankamil yg sya maksud bnar2 dibutuhkan oleh masyarakat Bandung, cegah Narkoba n HIV,” cuitnya. [Siyasa/Tarbiyah.net]



4 Kejanggalan Petisi Menolak Ceramah Oki Setiana Dewi


Unknown | 21.48 | ,

Publik dikejutkan dengan munculnya petisi menolak ceramah Ustazah Oki Setiana Dewi. Namun, ada sejumlah kejanggalan petisi di Change.org yang telah ditandatangai 3.000 netizen itu.

Berikut ini empat kejanggalan di antaranya.

1. Penggagas petisi tidak jelas (anonim)


Umumnya, petisi dibuat oleh orang atau lembaga yang jelas sehingga setiap orang mengetahui integritas petisi tersebut. Namun, tidak demikian dengan petisi ini.

Petisi tersebut dibuat oleh admin Instagram okisetianadew (dulu: okijellydrink), sebuah akun anonim yang isinya mengkritik Oki Setiana Dewi.

Menurut Badrul Munir, seorang dokter spesialis saraf sekaligus dosen dan penulis, identitas penggalang petisi sangat penting untuk menunjukkan sejauh mana integritas petisi tersebut.

“Pengagas petisi menggunakan akun dengan identitas yang tidak jelas, hal ini tidak lazim bahkan menunjukkan ada hal yang disembunyikan dari identitas, padahal identitas penggagas petisi sangat penting untuk menunjukan integritas dan sepak terjang penggagas yang akan kita dukung petisinya,” tulisnya melalui Kompasiana.

2. Alasan sumir dan tendensius soal bacaan Al Quran


Di antara alasan mengapa menolak gelar Ustazah untuk Oki Setiana Dewi dan kemudian menghentikan acaranya, penggagas petisi menyebutkan bahwa bacaan Al Quran Oki Setiana Dewi belum fasih dan acakadut.

Namun, dalam video-video tilawah Oki Setiana Dewi di acara Hafizh Quran Trans7, banyak pembaca menilai bacaan Oki sudah cukup bagus. (Baca: Disebut Tilawahnya Acakadut, Ini Video Oki Setiana Dewi di Acara Hafizh Quran)






3. Oki Setiana Dewi plagiat?


Badrul Munir menilai, alasan-alasan yang dikemukakan penggagas petisi tersebut sumir dan tendensius. Misalnya tuduhan bahwa Oki Setiana Dewi melakukan plagiat hasil karya (desain) jilbab dan gamis toko lain lalu dicap menjadi brandnya sendiri.

“Bilamana melakukan plagiat dan melanggar undang-undang hak cipta, semestinya yang merasa hak ciptanya dipakai bisa menggugat ke pengadilan. Sampai saat ini tidak ada berita itu,” kata Badrul Munir.

4. Tuduhan Oki Setiana Dewi berbohon soal Short Course di Ummul Quro


Penggagas petisi menuduh Oki Setiana Dewi melakukan pembohongan publik dengan mengatakan pernah mengikuti short course di Ummul Quro. Soal ini, Badrul Munir belum memiliki bukti. Namun ia menilai sangat mungkin mengikuti short course yang saat ini banyak tersedia.

“Sedangkan tuduhan pembohongan publik tetntang jenjang pendidikan short course (magang) di Ummil quro dianggap tidak pernah, saya juga belum ada bukti pasti namun dalam bukunya Oki pernah cerita tentang itu, dan short course sudah lazim dilakukan karena di samping waktu yang relatif singkat,” tandasnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Disebut Tilawahnya Acakadut, Ini Video Oki Setiana Dewi di Acara Hafizh Quran


Unknown | 20.49 | ,

Dunia maya dikejutkan dengan munculnya petisi menolak ustadzah Oki Setiana Dewi (OSD). Salah satu alasannya, penggagas petisi mempersoalkan bacaan Quran OSD yang disebutnya belum fasih dan acakadut.

Petisi berjudul “Stop Tayangan Ustadzah Abal Abal Oki Setiana Dewi”itu telah ditandatangani 3.000 netizen. Namun, banyak kejanggalan di dalamnya termasuk penggagas petisi yang anonim sehingga integritas petisi itu diragukan.

Pun dengan alasan bahwa tilawah Oki Setiana Dewi belum fasih dan acakadut. Benarkah demikian? Berikut ini dua video penampilan Oki Setiana Dewi dalam membaca Al Quran di acara Hafizh Quran yang disiarkan Trans7 dan telah diunggah di Youtube: Pembaca bisa menilai sendiri apakah tuduhan penggagas petisi benar atau hanya mencari-cari kesalahan.







Hamas Kutuk Pembantaian di Aleppo


Unknown | 19.03 | ,

Warga Aleppo menyelamatkan bocah yang terluka akibat serangan udara Rusia dan rezim Bashar Assad (Anadolu)
Hamas mengutuk pembantaian beradarah di kota Aleppo yang dilakukan pesawat tempur Rusia dan rezim Bashar Assad hingga mengakibatkan sedikitnya 250 korban jiwa.

Anggota parlemen Palestina dari Hamas Ezat Rasyiq menegaskan, pihaknya mengecam apa yang menimpa masyarakat sipil di Aleppo.

“Kami mengungkapkan kepedihan kami atas berlanjutnya pertumpahan darah rakyat Suriah,” ujarnya seperti dikutip Palestinian Information Center, Ahad (1/5/2016).

Jubir Hamas dalam pernyataan persnya juga mengatakan hal serupa di harian Anadolu.

“Kami mengurtuk apa yang terjadi di Alepo Suriah. Itu merupakan pembantaian berdarah,” tandasnya.

Sejak 21 April lalu, kota Alepo dihujani roket-roket rezim Suriah dan tentara Rusia dan rezim Suriah. Tidak ada rumah sakit yang bisa menampung banyaknya korban luka-luka. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



11 Adab Membaca Al Quran (Tilawah)


Unknown | 18.33 | ,

Adab Tilawah Al-Qur'an (اداب التلاوة)


Al-Qur'an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk menjadi petunjuk bagi umatnya. Kitab suci Al-Qur'an yang juga menjadi mukjizat bagi Rasulullah ini sekaligus merupakan sumber hukum Islam yang pertama. Karenanya sangat tepat jika harakah Islam menjadikan Al-Qur'an Dusturuna (القران دسترنا) sebagai slogan yang diimplementasikan dalam kehidupan berjamaah dan berharakah.

Salah satu bentuk interaksi yang wajib dilakukan oleh umat Islam terhadap Al-Qur'an adalah membacanya (tilawah). Bahkan dalam sebuah hadits diungkapkan bagaimana kebiasaan yang dianjurkan Rasulullah dalam membaca Al-Qur'an; yakni khatam Al-Qur'an tidak lebih dari satu bulan dan tidak kurang dari tiga hari. Dalam membaca Al-Qur'an, ada adab-adab tilawah yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh kaum muslimin sebagai berikut :

1. Suci Badan (طهارة البدن)


Diantara adab tilawah adalah suci badan. Al-Qur'an merupakan firman Allah SWT; wahyu yang dimuliakan. Maka sangat tidak tepat jika kita tilawah Al-Qur'an sementara badan kita dalam kondisi kotor, apalagi terkena najis.

2. Wudhu (الوضوء)


Adab tilawah Al-Qur'an yang kedua adalah wudhu. Hendaknya kita mengambil air wudhu terlebih dahulu sebelum tilawah Al-Qur'an, karena pada saat kita tilawah kita menyentuh mushaf Al-Qur'an Al-Karim. Hendaknya kita sadari bahwa Al-Qur'an ini tidak sama dengan buku-buku, majalah atau koran yang seenaknya kita perlakukan.

Di antara dalil yang sering dipakai dalam adab ini adalah firman Allah SWT:

لا يَمَسُّهُ إِلا الْمُطَهَّرُونَ

Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan (QS. Al-Waqi'ah : 77)

Tetapi membawa ayat itu dalam konteks wudhu sebelum tilawah adalah pengambilan dalil yang kurang tepat, sebab yang dimaksud dengan orang-orang yang disucikan (المطهرون) dalam ayat di atas adalah para malaikat, bukan manusia yang memiliki wudhu. Sebagaimana Al-Qur'an yang dimaksud dalam ayat itu adalah Al-Qur'an yang ada di lauh mahfudz, bukan mushaf Al-Qur'an yang kita pegang saat tilawah.

Dalil yang tepat dalam adab ini adalah hadits yang dibawakan Dr. Yusuf Qardhawi dalam buku Berinteraksi dengan Al-Qur'an:

لايمس القرآن إلا طاهر

Al-Qur'an tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang sudah suci. (HR. An-Nasai, Daruquthni, Baihaqi)

3. Bersih Tempat (نظافة المكان)


Termasuk bagian dari adab tilawah adalah tempat yang bersih/tepat. Tidak boleh bagi kita membaca Al-Qur'an di tempat-tempat yang tidak pantas, seperti tempat pembuangan sampah. Dan larangan yang lebih besar membawa mushaf atau membaca Al-Qur'an di WC.

4. Khusyu' (الخشوع)


Adab tilawah berikutnya adalah khusyu'. Yakni menghadirkan hati saat membaca ayat-ayat Allah SWT. Jika kita membaca surat dari orang yang kita cintai saja demikian penuh perhatian dan tidak melewatkan satu kata pun, meresapi maknanya, dan jiwa terbawa karenanya, maka Al-Qur'an seharusnya lebih dari itu bagi jiwa kita saat membacanya. Demikian pula, jika kita membaca surat dari pemimpin atau atasan kita kita begitu perhatian dan konsentrasi sehingga paham betul apa isi surat itu, tilawah Al-Qur'an seharusnya lebih berkualitas dari itu. Bukankah ini adalah firman Allah SWT, dzat yang telah menciptakan kita? Bukankah ini adalah petunjuk hidup kita? Menghadirkan hati dan merasa bahwa ayat-ayat itu ditujukan secara khusus buat kita adalah jalan mencapai khusyu'.

سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحْسَنُ النَّاسِ صَوْتًا بِالْقُرْآنِ ؟ قَالَ : مَنْ إِذَا سَمِعْتَ قِرَاءَتَهُ رَأَيْتَ أَنَّهُ يَخْشَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya: "Siapa yang paling bagus suaranya dengan Al-Qur'an?" Beliau bersabda: "Orang yang apabila kalian mendengar ia membaca Al-Qur'an, kalian lihat ia takut kepada Allah Azza Wa Jalla" (HR. Thabrani, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Ibnu Abi Syaibah)

Di antara indikasi khusyu' adalah menangis saat membaca Al-Qur'an, terlebih ketika menjumpai ayat-ayat adzab. Karenanya kita tidak saja dianjurkan menangis, bahkan bagi yang tidak mampu menangis supaya berusaha menangis; tangis-tangiskanlah.

اتْلُوُا الْقُرْآنَ وَابْكُوْا، فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا

Bacalah Al-Qur'an dan menangislah, jika kalian tidak dapat menangis, maka tangis-tangiskanlah (berusahalah untu menangis) (HR. Abu Iwanah, Hadits semakna diriwayatkan oleh Hakim dan Ibnu Majah)

5. Tenang dan Tenteram (السكينة والوقار)


Di antara adab membaca Al-Qur'an adalah tenang dan tenteram. Sebaliknya, tidak dibenarkan membaca Al-Qur'an dengan tergesa-gesa, gugup, atau merasa dikejar setoran. Bukankah membaca Al-Qur'an merupakan dzikir dan dengan dzikir hati kita akan tenang?

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra'du : 28)

Lebih jauh lagi Allah SWT menghubungkan antara khusyu' dalam adab tilawah sebelumnya dengan ketenangan dan keterteraman dalam adab tilawah kali ini dalam firman-Nya:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (QS. Az-Zumar : 23)






6. Bersiwak Sebelum Mulai (الإستاك قبل البدء)


Hendaknya kita bersiwak terlebih dahulu sebelum tilawah Al-Qur'an. Dengan begitu, bau mulut kita menjadi harum saat melantunkan ayat-ayat Ilahi. Sebaliknya, tidak sepantasnya kita tilawah sementara mulut kita bau tidak sedap, apalagi bau jengkol yang tidak disukai oleh Rasulullah SAW.

7 Ta'awudz di Permulaan (التعوذ في البداية)


Di antara adab tilawah adalah membaca ta'awudz di awal tilawah. Sebagaimana firman Allah SWT:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (QS. An-Nahl : 98)

8. Basmalah di Setiap Awal Surat (البسملة في مطلع كل سورة)


Di setiap awal surat, hendaknya membaca basmalah. Pada semua mushaf sudah tercantum basmalah di awal setiap surat untuk memudahkan melaksanakan adab tilawah ini. Hanya ada satu surat yang dikecualikan yakni Surat At-Taubah atau Surat Bara'ah. Tidak boleh mendahului dengan basmalah, tetapi cukup dengan ta'awudz.

9. Tartil (الترتيل)


Di antara adab yang sangat penting dalam tilawah adalah tartil. Yaitu membaca Al-Qur'an secara perlahan dan sesuai dengan kaidah tajwid.

Allah SWT berfirman :

وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا

Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan (QS. Al-Muzammil : 4)

Umumnya, sikap orang yang membaca Al-Qur'an terhadap adab ini ada empat:
Pertama, mampu tapi tidak mau. Yaitu mereka yang sebenarnya bisa membaca tartil, juga menguasai tajwid, tapi tidak menggunakannya. Entah karena alasan buru-buru mengejar "setoran buku putih" atau karena salah paham dalam memahami pahala membaca Al-Qur'an ditentukan oleh kuantitas bacaan, atau karena "ditarget" oleh lingkungan seperti orang-orang khataman Qur'an.

Kedua, mau tapi tidak mampu. Mereka sudah berusaha belajar tajwid dengan sungguh-sungguh. Mereka bahkan ikut dalam program tahsin, diantaranya. Tetapi masih saja belum mampu untuk tilawah dengan tartil sesuai tajwid. Jika golongan ini memang sudah berusaha belajar dan tetap semangat tilawah Al-Qur'an, maka Rasulullah memiliki kabar gembira buat mereka :

مَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ ، وَمَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهْوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ ، فَلَهُ أَجْرَانِ

Orang yang membaca Al-Qur'an dan mahir, maka akan bersama para malaikat, pesuruh Allah yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa berat, maka ia akan dapat dua pahala. (HR. Bukhari)

Ketiga, tidak mampu dan tidak mau. Yaitu mereka yang tidak mampu membaca dengan tartil, tidak mau untuk berusaha belajar, sekaligus tidak memiliki kemauan untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil.

Keempat, mau dan mampu. Maka, beruntunglah golongan yang keempat ini. Merekalah yang mendapat kabar gembira pertama dalam hadits riwayat bukhari di atas. Dan seyogyanya, semua kader tarbiyah berupaya menjadi golongan keempat ini.

Masuk juga dalam adab ini adalah melagukan Al-Qur'an. Jadi tartilnya bukan sekedar membaca sesuai kaidah tajwid, tetapi juga dilagukan dengan indah. Kalau kita mendengar tilawahnya Syaikh Sudais, Syaikh Shuraim, Al-Mathrud, Al-Mishary, dan ulama-ulama lain hati kita mudah tersentuh karena mereka membaca Al-Qur'an tidak hanya tartil tetapi juga memiliki lagu-lagu khas yang menyentuh hati.

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ

Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan Al-Qur'an (HR. Bukhari, Abu Dawud, Ad-Darimi, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Thabrani)

زينوا القرآن بأصواتكم

Perindahlah Al-Qur'an dengan suara kalian (HR. Bukhari, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim)

10. Sujud bila bertemu Ayat Sajdah (السجود عند آيات السجود)


Termasuk adab tilawah adalah bersujud ketika membaca ayat-ayat sajdah. Ayat-ayat sajdah ini ada pada lima belas tempat di dalam Al-Qur'an, yaitu: Al-A'raf : 206, Ar-Ra'du : 105, An-nahl : 50, Al-Isra' : 109, Maryam : 58, Al-Hajj : 18, Al-Hajj : 77, Al-Furqan : 60, An-Naml : 28, As-Sajdah : 15, Shad : 24, Fushilat : 38, An-najm : 62, Al-Insyiqaq : 21, dan Al-Alaq : 19.

Ketika kita bersujud tilawah, Syaitan menangis dan menyadari tempat kembalinya di neraka, sekaligus iri karena orang yang bersujud tilawah ini berhak mendapatkan surga.

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ - وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى - أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

Ketika Anak Adam membaca ayat-ayat sajdah lalu bersujud, syaitan menangis sambil mengatakan: "Celakalah aku, anak Adam diperintah bersujud maka mereka bersujud dan memperoleh surga, sementara aku diperintah bersujud, lalu aku mendurhakai, maka aku mendapatkan neraka". (HR. Muslim)

11. Tadabbur (التدبر)


Termasuk adab tilawah juga adalah tadabbur. Yakni memikirkan ayat yang dibaca, berusaha secara sistematis untuk memahami Al Qur’an, sehingga dapat melakukan petunjuk Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW pernah menangis di waktu Shubuh. Ketika ditanya oleh sahabat, beliau menjawab bahwa semalam turun ayat :

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآَيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali Imran : 190)

Beliau mentadabburi ayat ini hingga menangis semalaman.

Diantara buah dari tadabur adalah bertambahnya keimanan orang yang tilawah Al-Qur'an. Allah SWT berfirman :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS. Al-Anfal : 2)

Demikian adab-adab tilawah Al-Qur'an. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan hidayah dan taufiq dari Allah SWT untuk mengamalkan adab-adab ini. Wallaahu a'lam bish shawab. [Abu Nida/Muchlisin BK]

*Tulisan ini pernah dimuat di Bersamadakwah.com



 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.