THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Kelabui Pesawat Rusia, Anak-Anak Aleppo Bakar Ban Bekas


Unknown | 20.00 | ,

Anak-anak Aleppo
Anak-anak Aleppo (Worldbulletin.net)
Sebuah aksi unik dilakukan oleh anak-anak Aleppo, baru-baru ini. Mereka tidak ingin kotanya terus menerus dibombardir oleh pesawat tempur Rusia dan pasukan Bashar Assad.

Sebuah “strategi” baru ditemukan. Anak-anak itu membakar ban-ban bekas di jalanan. Lalu... asap hitam pun mengepul, membumbung ke langit.

Dari atas udara, kepulan asap hitam itu tampak seperti bekas serangan udara.

“Daerah ini baru saja diserang. Kita tak perlu menjatuhkan roket lagi karena hanya akan buang-buang energi. Percuma, mereka sudah terpanggang di bawah sana,” demikian kira-kira kesimpulan pasukan udara yang dikehendaki anak-anak itu.






Video aksi anak-anak membakar ban bekas itu juga dirilis oleh Guardian Wires. Dalam video berdurasi pendek tersebut, terdengar pekikan takbir dari anak-anak Aleppo saat beraksi membakar ban.

Sementara itu, wartawan Suriah Rami Jarrah yang membagikan video aksi anak-anak Aleppo membakar ban, menyertainya dengan permintaan maaf karena menimbulkan efek samping polusi udara. Namun, polusi udara itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan serangan udara pasukan Bashar Assad dan angkatan udara Rusia. [Ibnu K/Tarbiyah.net]





[Video] Kemampuan Polisi Menembak Ini Sangat Mengagumkan


Unknown | 18.59 | ,

polisi menembak
Kemampuan menembak TNI dan Polri sungguh membanggakan dan harus disyukuri. TNI telah beberapa kali menjuarai kompetisi menembak internasional.

Pada Mei 2016, TNI berhasil memborong medali emas dalam lomba menembak internasional Australian Army Skill and Arms Meeting (AASAM) Tahun 2016 di Victoria Australia. Bahkan dalam ajang itu, TNI mempecundangi Amerika dan Inggris yang perolehan medalinya terpaut sangat jauh. (Baca: Borong Medali Emas, TNI Pecundangi Amerika dan Inggris di Lomba Menembak Internasional)

Sebelumnya pada Februari 2015, TNI juga menjuarai Brunei International Skill Arms Meet (BISAM) ke-11. Pada ajang internasional itu, lagi-lagi TNI mempecundangi Amerika dan Inggris.






Selain TNI, Polri juga memiliki kemampuan menembak yang luar biasa. Di antaranya ditunjukkan dalam video ini.

Seorang polisi memperagakan menembak enam lempengan baja dengan revolver. Lempengan baja yang berjarak 20 meter itu bisa ditembak dengan tepat. Tak hanya menggunakan dua tangan, polisi dalam video ini juga memperagakan menembak dengan tangan kiri.

Selain menggunakan lempengan baja sebagai target, sang polisi juga menggunakan balon-balon yang diletakkan di motor. Dan lagi-lagi, ia bisa menembak sasaran-sasaran itu dengan tepat. Yang lebih menakjubkan, ia menembak balon-balon tersebut dengan posisi yang sulit.

Pujian dan ungkapan kagum pun berdatangan dari netizen.

“Keren nich Pak Polisi-nya,” kata Junaidi Fajri.

“Keren,” kata Andre. [Siyasa/Tarbiyah.net]





Muhammadiyah: Jika Bisa Toleran dengan Musik, Mengapa Terganggu Adzan?


Unknown | 18.24 | ,

Haedar Nashir
Muhammadiyah menyesalkan tindakan perusakan tempat ibadah di kota Tanjung Balai, baru-baru ini. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan tindakan kekarasan dan pengerusakan terhadap tempat ibadah tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun.

Pada saat yang sama, Haedar Nashir juga mengajak masyarakat untuk menghormati umat agama lain yang melaksanakan ibadah. Beribadah di masjid –termasuk adzan- adalah aktifitas yang diakui konstitusi sehingga tidak boleh dianggap mengganggu ketenangan publik.






“Jika masyarakat sangat toleran kalau ada hiburan-hiburan musik dan pertunjukan lainnya, maka selayaknya tidak merasa terganggu dengan suara azan dan kegiatan yang diselenggarakan di masjid maupun pusat kegiatan ibadah lainnya”, kata Haedar seperti dikutip situs resmi Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa sikap saling menghargai dan toleran merupakan keniscayaan yang jika diingkari akan menimbulkan disharmoni dan bisa memicu konflik.

Ia juga berpesan kepada semua umat beragama agar tetap tenang dan mengambil pelajaran dari peristiwa Tanjung Balai maupun kasus serupa lainnya untuk lebih dewasa dalam berinteraksi dan tidak terulang lagi di kemudian hari. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Wasekjen MUI: Kalau Azan Dilarang Pakai Pengeras Suara, Saya Pimpin Perangnya!


Unknown | 20.11 | ,

Tengku Zulkarnain
KH Tengku Zulkarnain melihat ada sesuatu yang tidak tepat dengan penanganan kerusuhan di Tanjungbalai, baru-baru ini. Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu mempertanyakan mengapa Meliana sang pemicu kerusuhan hanya ditetapkan sebagai saksi, bukan tersangka. Sedangkan yang ditangkap semuanya adalah muslim.

“Dia (Meliana, red) kan melakukan pelecehan agama, maki-maki agama orang. Kalau pemerintah tidak jeli, orang Islam diinjak terus bertambah parah Indonesia ini nantinya,” kata Tengku Zulkarnain.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa masalah itu hanya pemicu terjadinya kerusuhan. Masalah besarnya seperti gunung es.

“Yang jelas orang Islam di mana-mana selalu mengalami tiga kondisi. Pertama kezaliman, kedua ketertindasan, ketiga ketidak berdayaan. Ini yang sebetulnya harus diselesaikan oleh pemerintah. Sehingga kalau dibakar nantinya tidak terbakar. Kalau yang tiga ini tetap ada di mana-mana nantinya akan mudah terjadi (konflik, red). Sebab di mana-mana sudah tidak tahan,” imbuhnya seperti dikutip Kiblat.






Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa apa yang ia katakan bukanlah rasis karena ibunya sendiri adalah orang Cina, kakek neneknya juga Cina.

Di Tanjungbalai Cina hanya 1-2 persen. Sisanya sebanyak 98 persen adalah umat Islam. Namun, di Tanjungbalai dibangun patung Budha setinggi tiga meter. Hal-hal seperti itu perlu dipertimbangkan kembali karena menurutnya tidak pantas.

Tengku Zulkarnain menilai, semestinya non muslim di Tanjungbalai tidak memprotes adzan. Karena selama ini umat Islam juga tidak protes meskipun bau dupa dan terdengar bunyi lonceng.

Sedangkan menanggapi wacana pengaturan pengeras suara masjid, Tengku Zulkarnain cukup keras menyikapinya.

“Kalau masjid dilarang, saya tambah keras. Pasti melawan. Azan kok dilarang. Kalau ngaji pakai kaset dilarang saya setuju. Tapi kalau azan dilarang kita lebih baik bacok-bacokan saja, perang. Saya mimpin perangnya, kalau dilarang azan pakai pengeras suara itu,” tandasnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Yenni Wahid: Tidak Ada yang Bisa Nyetir Ahok, Malaikat Saja Sudah Angkat Tangan


Unknown | 19.37 | ,

Yenny Wahid - Ahok
Sebuah pernyataan kontroversial meluncur dari Yenny Wahid. Putri kedua mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan tidak ada yang bisa menyetir Ahok. Bahkan menurutnya, malaikat pun sudah angkat tangan.

Hal itu dikatakan Yenny menanggapi keputusan Ahok maju melalui jalur partai politik. Ahok, menurutnya jeli melihat realita.

"Saya rasa dia melihat realita politik, karena memang belum pernah teruji ada jaring-jaring independen yang berhasil di DKI," kata Yenny seperti seperti dikutip Antaranews, Jumat (29/7/2016) lalu.






Yenny berpendapat, tidak masalah apakah Ahok maju Pilkada DKI 2017 secara independen atau melalui jalur parpol, sepanjang ia bisa membuktikan independensi politiknya.

Ketika akhirnya memutuskan maju melalui parpol, Ahok harus membuktikan kepada relawan pendukungnya bahwa ia tidak akan disetir oleh siapapun.

"Kalau melihat rekam jejaknya kan tidak ada yang bisa nyetir dia. Malaikat saja sudah angkat tangan," kata Yenny yang kemudian menimbulkan kontroversi. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Kelihatan Sederhana, Karikatur Ini “Tampar” Dunia


Unknown | 03.14 | ,

Pokemon Go
Sebuah karikatur yang menurut orang awam sederhana, ternyata mencuri perhatian dunia. Mulai dari netizen hingga media. Karikatur ini disebut-sebut sebagai “tamparan” atas kegilaan dunia terhadap Pokemon Go.

Data terbaru menunjukkan, Pokemon Go telah mengambil alih isu utama di internet, melebihi pencarian apa pun di dunia maya. Banyak orang yang “tersihir” untuk mencari, berburu dan menangkap pokemon.






Namun, melalui karikatur ini, seniman Pawel Kuczynski asal Polandia menunjukkan bahwa sejatinya mereka tidak sedang menangkap pokemon melainkan pokemon-lah yang menangkap mereka. Bukan mereka yang memelihara pokemon, namun pokemon-lah yang sedang mengendalikan mereka.

Dalam karikatur ini tampak seseorang sedang asyik memegang HP. Kepalanya tertunduk konsen pada layar HP itu, sementara seekor Pikachu duduk di atas lehernya mengendalikan tali kekang yang terhubung ke mulut orang tersebut.

Bagaimana menurut Anda? [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Berdalih Perangi Radikalisme, Prancis Tutup 20 Masjid


Unknown | 22.45 | ,

Masjid Al Furqan Prancis
Pemerintah Prancis dilaporkan telah menutup 20 masjid dalam rangka memerangi radikalisme. Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan ke masjid lain yang diduga menyebarkan paham radikal.

"Tak ada tempat di Prancis untuk mereka yang menyebarkan kebencian di ruang ibadah atau masjid-masjid," kata Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve.






Menurut laporan yang dirilis pada Senin (1/8/2016), penutupan 20 masjid itu dilakukan oleh pemerintah sejak Desember 2015.

Di Prancis kini terdapat sekitar 2.500 masjid. Menurut pemerintah, 120 masjid di antaranya diduga menyebarkan ajaran radikal.

Selain menutup masjid-masjid tersebut, dengan dalih yang sama Prancis juga melarang masjid menerima donasi dari luar negeri. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.