THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Jokowi Dinobatkan sebagai Muslim Paling Berpengaruh ke-13 di Dunia


Unknown | 03.41 | ,

Jokowi
Presiden Joko Widodo masuk dalam daftar 50 muslim paling berpengaruh di dunia yang dikeluarkan oleh Majalah The Muslim. Dalam artikel berjudul The world’s 500 Most Influence Muslims 2017 itu, Jokowi menduduki peringkat 13.

Alasannya, menurut majalah itu, Jokowi mampu menghadirkan keyakinan kepada rakyat Indonesia tentang adanya figur pemimpin yang bersih dari tindak kejahatan korupsi maupun kriminal lainnya. Selain itu, ia juga mengembangkan program blusukan dan mampu mendatangkan investasi internasional.






Selain Jokowi, ada tiga tokoh Indonesia yang juga masuk dalam 50 muslim paling berpengaruh di dunia. Mereka adalah Said Aqil Siroj di peringkat ke-20, Din Syamsuddin berada di peringkat ke-41 dan Habib Luthfi bin Yahya berada di peringkat ke-45.

Lalu siapa yang menduduki peringkat pertama? Majalah The Muslim menempatkan Syaikh Ahmad Muhammad Al Tayyeb. Ulama besar Universitas Al Azhar sekaligus Grand Syaikh Al Azhar itu dinilai menjadi muslim paling berpengaruh di dunia.

Pada peringkat kedua adalah Raja Yordania Abdullah II bin Hussein dan pada peringkat ketiga adalah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Akhirnya Ahok Minta Maaf kepada Umat Islam


Unknown | 20.53 | ,

Ahok minta maaf
Setelah mendapatkan protes keras dan kecaman luas dari umat Islam, akhirnya Ahok meminta maaf karena telah menggunakan tafsiran pribadi untuk Surat Al Maidah ayat 51. Ahok minta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang tersinggung dengan ucapannya tersebut.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016) seperti dikutip Tribunnews.

Apa yang ia katakan di depan warga Kepulauan Seribu, menurut Ahok, merupakan tafsiran pribadi. Ahok tak mengira akan membuat gaduh.






Ahok juga meminta seluruh masyarakat untuk tidak memperpanjang persoalan.

"Saya minta maaf untuk kegaduhan ini. Saya pikir komentar ini, jangan diteruskan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara," lanjutnya.

Seperti diketahui, dalam salah satu kalimatnya, Ahok mengatakan menyebut Surat Al Maidah 51.

"Kalau Bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalo bapak ibu merasa, ga milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya gapapa" kata Ahok waktu itu.

Sontak, video berisi pernyataan tersebut segera menjadi viral dan menuai protes keras umat Islam. Bahkan para ulama yang selama ini dikenal lembut hati pun menanggapi pernyataan Ahok tersebut dengan tegas. Misalnya KH Abdullah Gymnastiar dan KH Arifin Ilham. (Baca: Ini Pernyataan Tegas Aa Gym Mengenai Pidato Ahok Yang Melecehkan Al Quran)



Ahok Mengaku Sekolah Islam 9 Tahun, Ternyata...


Unknown | 20.03 | ,

Ahok mengaku sekolah Islam
Ahok mengaku bersekolah di Sekolah Islam selama sembilan tahun sejak SD hingga SMP. Hal itu dikatakannya ketika berupaya mengklarifikasi soal pernyataannya di depan warga Kepulauan Seribu.

“Jadi ayat Al Quran ada yang salah nggak? Nggak salah. Konteksnya bukan itu. Konteksnya jangan pilih Nasrani Yahudi jadi temanmu, sahabatmu, sebagaimana terjemahan asli. Bukan saya. Nanti bilang saya mencampuri urusan agama. Saya Sekolah Islam, SD SMP 9 tahun,” kata Ahok mulai detik ke-36 hingga detik ke-52 pada video di bawah ini.






Benarkah Ahok sekolah Islam? Ternyata dalam profil di sejumlah media, Ahok bersekolah di SDN No. 3 Gantung, Belitung Timur dan SMP No. 1 Gantung, Belitung Timur. Data ini tercantum di profil Ahok yang dirilis oleh Merdeka.

Tidak hanya media umum, bahkan situs pribadi Ahok juga mencantumkan bahwa dirinya menempuh pendidikan SD dan SMP di sekolah Negeri. Yakni SD Negeri III Gantung, Belitung Timur (lulus tahun 1977) dan SMP Negeri I Gantung, Belitung Timur (lulus tahun 1981). Data ini bisa dilihat di situs resmi Ahok. [Siyasa/Tarbiyah.net]




Heboh! Burung Ini Bisa Dzikir dan Ucap Basmalah


Unknown | 05.43 | ,

burung nuri abu afrika
Sebuah video burung nuri abu afrika (African Grey Parrot) membuat heboh media sosial. Pasalnya, dalam video berdurasi dua menit ini, tampak seekor burung nuri abu afrika bisa mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Bahkan, ia juga bisa mengucapkan basmalah.

Tampak burung nuri abu afrika tersebut di dalam sebuah sangkar besi. Di belakang sangkar, tampak berjajar kitab-kitab dalam sebuah lemari.

“La ilaha illallah... La ilaha illallah... La ilaha illallah... Subhanallah... La ilaha illallah... La ilaha illallah... Bismillahirrahmanirrahim... Subhanallah... Alhamdulillah... Allahu akbar,” demikian bunyi burung tersebut.






Banyak netizen yang takjub dengan suara burung tersebut.

“Allahu akbar... Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilaa (Allah Maha Besar... Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia),” tulis salah seorang netizen.

Nah, jika burung saja bisa berdzikir dengan fasih, sudahkah kita memperbanyak dzikir?





Ahok Bantah Telah Lecehkan Al Quran, Ini Tanggapan Ustadz Felix Siauw


Unknown | 18.28 | ,

Ahok vs Felix Siauw
Ahok membantah dirinya melecehkan Al Quran. Ia berdalih, memang ada orang yang membodohi dengan Surat Al Maidah ayat 51 padahal konteks ayat tersebut tidak demikian.

Ahok membela diri dengan membawakan konteks ayat Al Quran seperti pakar tafsir? Ini tanggapan Ustadz Felix Siauw seperti ditulis melalui fan page Facebooknya, Sabtu (8/10/2016):

Sombong Itu Menolak Al-Qur'an dan Yang Membawanya


Adalah sesuatu yang lucu, bila seseorang bicara tapi tidak memiliki ilmunya. Lebih lucu lagi, bila bicara tapi berlagak berilmu padahal dangkal sama sekali

Adalah sombong, sebab menolak kebenaran Al-Qur'an lalu meremehkan orang-orang yang membawa ayat-ayat itu, mencapnya sebagai rasis dan pengecut

Adalah celaka, karena mengklaim "ini konteks Al-Qur'an" sementara mengimaninya saja tidak, berlagak lebih tahu dari mufasir, seolah lebih alim daripada ulama

Adalah menyakiti, sebab ingin berkuasa lalu mengatakan, "menggunakan Al-Maaidah 51 untuk membodohi orang tidak pilih saya", tuduhan picik sekali






Nyatanya, minimal ada 10 ayat dalam Al-Qur'an yang melarang menjadikan orang kafir sebagai auliya (pemimpin), mengatakan ini disebutnya "membodohi" orang

Realitasnya, memang Allah dan Rasul melarang seorang mukmin menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai teman dekat, apalagi menjadikannya sebagai pemimpin

Lalu apakah ketika Allah dan Rasul menyatakan dan berbuat seperti itu lantas dikatakan membodohi orang? Naudzubillahi min dzalik, ini jelas-jelas penghinaan besar

Jadi jelas juga ini penghinaan terhadap Al-Qur'an, sebab ia menyatakan bahwa bila ada konteks Al-Qur'an yang melarang kafir memimpin, itu "membodohi", "rasis" dan "pengecut"

Maka kita sampaikan kepada saudara Ahok, ini bukan rasis, Muslim tak pernah diajarkan membenci ras, tapi membenci kekafiran dan kesombongan serta kedzaliman

Wajar ummat Muslim tersakiti, tersinggung, terluka, dan marah, sebab dia sendirilah yang selalu memulai menyinggung isu agama, dengan mengatakan ini itu, padahal tidak berilmu

Apa yang harus dilakukan?

1. Demi keselamatan dirinya, Ahok selayaknya memberi pernyataan maaf kepada ummat Islam, sebab yang dilakukannya bukan perkara ringan dalam Islam, namun perkara berat dan besar

2. Tidak mengulangi lagi permyataan yang dia tidak ketahui ilmunya, bila tidak bisa berkata benar, maka diam dan belajar lebih baik, buruk sekali berkata tanpa ilmu

3. Kita tetap kawal proses ini, disaat yang sama tetap menahan diri dari mengatakan dan melakukan sesuatu yang tidak sesuai syariat, yang tak dibenarkan Allah dan Rasul

4. Kita sadari betul, inilah akibatnya jika orang kafir berkuasa, dengan sistem kufur pula, maka Islam akan dihinakan, Al-Qur'an dinistakan, dan Rasul-Nya didustakan

5. Bila tetap keras kepala, maka kewajiban polisi untuk melakukan tindakan hukum, sebab hal seperti ini sangat sensitif, dan bila dilanjutkan akan merusak kedamaian ummat beragama

Benarlah Allah dan Rasul-Nya, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka", mereka ingin kita ikut pemahaman mereka

Mereka ingin Muslim berpikir dengan pikiran mereka, menafsir Al-Qur'an dengan tafsir mereka. Maka sangat buruk sekali Muslim yang masih mendukung orang kafir dan kekufuran

Tapi kita juga sadari, tiap peristiwa pasti ada hikmahnya, artinya kita lebih harus memahami agama agar tidak dibodohi orang kafir, dan hikmahnya, kaum Muslim jadi lebih erat ikatannya

Semoga Allah senantiasa menyayangi dan menjaga ummat ini dengan Al-Qur'an, dan menghinakan sesiapa yang menghinakan agama-Nya dan menghinakan ummat-Nya

Saya dukung Pemimpin Muslim yang menerapkan Sistem Islam
#PemimpinMuslimSistemIslam

Akhukum Felix Siauw



Pendukung Ahok Ini Sebut Umat Islam Sembah Batu Hitam (Hajar Aswad)


Unknown | 07.18 | ,

Donny Wijayanto
Seorang pendukung Ahok membabi buta menyerang umat Islam setelah beredarnya video pernyataan Ahok soal surat Al Maidah ayat 51. Selain membela Ahok, ia juga menyebut umat Islam menyembah batu hitam (hajar aswad).

“Hahaha gue jadi kasian liat para penyembah batu hitam yang hari ini pada kelojotan karna pak Ahokku lagi bahas surat almaidah ayat 51 dan juga kitabnya kaum penyembah batu hitam yaitu Alquran,” kata Donny Wijayanto melalui akun Facebook pribadinya.






Donny juga memastikan bahwa Ahok pasti terpilih pada Pilkada DKI 2017.

“Kaciman deh loe penganut agama arab tolol,” lanjutnya.

Menanggapi tulisan tersebut, banyak netien yang marah dan akan melaporkan Donny kepada yang berwajib atas tuduhan penistaan agama. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Membedah Sisi Linguistik Pernyataan Ahok “Dibohongin Pakai Surat Al Maidah 51”


Unknown | 01.08 | ,

Ahok
Ahok berdalih tidak ada pernyatannya yang menistakan Al Quran. Begitupun dengan para pembelanya seperti Nusron Wahid.

Namun, analisis ilmiah dari sisi linguistik ini mematahkan pembelaan Ahok dan para pendukungnya.

Baik dalam video singkat maupun video lengkap terdapat pernyataan Ahok “Dibohongin Pakai Surat Al Maidah 51”. Kalimat itu asli, bukan editan.

Berikut ini analisis dari ahli tata bahasa Brili Agung seperti beredar di media sosial.

Membedah Sisi Linguistik Kalimat Pak Basuki


Oleh : Brili Agung (Ahli Tata Bahasa)

Sebenarnya saya sudah malas untuk membahas hal ini. Namun nurani saya terusik saat pembela Pak Basuki berdalih tidak ada yang salah dengan kalimat Pak Basuki. Salah satu yang membuat saya heran adalah pernyataan Pak Nusron Wahid yang notabenya adalah tokoh NU.

Baik, dalam tulisan ini saya tidak akan berpolemik masalah agamanya (jelas saya bukan ahlinya). Tulisan ini akan lebih difokuskan untuk membedah sisi linguistik, sisi kaidah bahasa yang beliau gunakan.

Ini adalah potongan kalimat beliau :

*“Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macam-macam..”*

Sengaja saya fokuskan pada kalimat yang menimbulkan polemik ini. Saya sudah melihat keseluruhan video, dan memang masalahnya ada pada frasa ini.






*Terjemahan versi sebagian besar orang* : Pak Basuki menistakan surat Al Maidah. Al Maidah 51 dibilang bohong oleh Pak Basuki.
*Terjemahan versi pembela Pak Basuki* : Pak Basuki tidak menistakan Al Maidah 51. Dia menyoroti orang yang membawa surat Al Maidah 51 untuk berbohong.

Mari kita bedah dengan kepala dingin. Jika kita ubah kalimat di atas dengan struktur yang lengkap maka akan menjadi seperti ini :
“Anda dibohongin orang pakai surat Al Maidah 51” – Ini adalah kalimat pasif.

Anda : Objek
Dibohongin : Predikat
Orang : Subjek
Pakai surat Al Maidah 51 : Keterangan Alat

Dengan struktur kalimat seperti ini, jelas yang disasar dalam kalimat Pak Basuki adalah SUBYEK nya. Yaitu “orang ” . Dalam hal ini orang yang menggunakan surat Al Maidah 51.

Karena Surat Al Maidah 51 di sini hanya sebagai keterangan alat yang sifatnya NETRAL. Saya analogikan dengan struktur kalimat yang sama seperti ini :

“Anda dipukul orang pakai penggaris.”

Struktur kalimat di atas sama, yaitu : OPSK . Jenis kalimat pasif. Subyek ada pada orang. Sedangkan penggaris merupakan keterangan alat yang bersifat netral.

Di sini menariknya.

Penggaris memang bersifat netral. Bisa dipakai menggaris, memukul dan yang lainnya tergantung predikatnya. Yang menentukan apakah si penggaris ini fungsinya menjadi positif atau negatif adalah predikatnya.

Nah masalahnya adalah apakah Surat Al Maidah 51 bisa digunakan sebagai alat untuk berbohong?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bohong/bo•hong/ berarti tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya; dusta:

Dan inilah arti dari surat Al Maidah 51 tersebut : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Makna dari surat Al Maidah 51 tersebut sudah sangat jelas. Bukan kalimat bersayap yang bisa dimultitafsirkan. Tanpa dibacakan oleh orang lain, seseorang yang membaca langsung Surat Al Maidah 51 pun mampu memahami artinya.

*Kesimpulan saya, dengan makna sejelas ini surat Al Maidah 51 TIDAK BISA DIJADIKAN ALAT UNTUK BERBOHONG. Jadi ketika Pak Basuki berkata dengan kalimat seperti itu, sudah pasti dia menyakiti umat islam karena menempatkan Al Maidah 51 sebagai “keterangan alat” yang didahului oleh predikat bohong. Menempelkan sesuatu yang suci dengan sebuah kata negatif, itulah kesalahannya.*

Sebuah logika yang sama dengan kasus seperti ini :

Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya : "Jangan makan babi, Allah mengharamkannya dalam Surat Al Maidah ayat 3".
Pedagang babi lalu komplain. "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pake Surat Al Maidah Ayat 3".
atau Seseorang Ustadz menghimbau jamaahnya, " Al Quran mengharamkan khamr dan judi dalam Surat Al Maidah ayat 90".
Bandar judi dan produsen vodka pun protes, "Anda jangan mau dibohongi Ustadz pakai Surat Al Maidah Ayat 90. "

Jika Anda sudah membaca arti Surat Al Maidah Ayat 3 dan 90 , mana yang akan Anda percaya? Ustadz yang memberitahu Anda atau Pedagang Babi, Khamr, dan Bandar Judinya ?

Itu pilihan Anda. Namun sebagai orang yang mengaku muslim, jika Al Qur’an dan As Sunnah tidak menjadi pegangan utama kita, apakah kita masih layak menyebut diri kita muslim?

Video Singkat


Video lebih lengkap





 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.