THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Suhu Benny: Mazhab Budha Indonesia Tak Ada Kaitan dengan Budha Myanmar


Unknown | 06.46 | ,

Biksu Myanmar
Biksu Myanmar (rfa.org)




Tokoh Buddha Indonesia, Suhu Biksu Dutavira Mahastavira yang akrab disapa Suhu Benny menyatakan mazhab umat Buddha di Indonesia tidak ada hubungannya dengan mahzab yang ada di Myanmar. Ia pun menepis stigma negatif yang dialamatkan kepada para biksu setelah adanya tragedi di Myanmar.

Suhu Benny menyatakan keprihatinannya terhadap tragedi kemanusiaan di Rohingya, Myanmar. Bahkan, menurutnya, biksu-biksu yang ada di Indonesia menangis mengetahui apa yang terjadi di Myanmar itu.

"Kami di Indonesia, saya pribadi dan rekan-rekan para biksu bukan hanya prihatin tapi menangis kok bisa terjadi begini. Itu perlu diselidiki permasalahannya apa," kata Suhu Benny, Ahad (3/9/2017), seperti dikutip Republika.





Lebih jauh ia menyatakan, biksu yang melakukan pembunuhan dan pengusiran seperti yang terjadi di Rohingya, kebiksuannya telah gugur.

"Secara kebikhuan, ada seorang bikhu ikut campur urusan yang seperti begini, pembunuhan pengusiran, itu kebhikuannya otomatis gugur. Yang dalam ayat disebut garuka karma, keupasampadaannya gugur," tandasnya.

Ia pun menghimbau umat Budha di Indonesia untuk berbuat sesuatu sebagai bentuk nyata keprihatinan atas tragedi tersebut.

Sebelumnya, Pimpinan Majelis-majelis Agama Buddha Indonesia menyatakan konflik di Rakhine, Myanmar, sesungguhnya tidak terkait dengan agama tertentu. (Baca: Majelis Buddha Indonesia Sebut Konflik di Rakhine Tak Terkait Agama). [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Bagaimana Akhir Kesudahan Teroris Botak yang Bantai Muslim Rohingya? Ini Isyarat Al Quran


Unknown | 00.06 | ,

Teroris botak
Biksu Myanmar anti Muslim Rohingya (thedailybeast.com)




Teroris botak dan tentara Myanmar yang membantai serta mengusir Muslim Rohingya boleh senang dulu. Sementara ini, mereka merasa menang dan berkuasa.

Mereka mungkin merasa tidak ada yang bisa menghalangi mereka. Umat Islam yang jumlahnya milyaran di dunia juga dianggap tidak bisa melakukan apa-apa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutkan bahwa ratusan Muslim Rohingya telah terbunuh dan desa mereka dibakar.

“Ratusan Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar terbunuh, desa mereka dibakar dan 20.000 orang yang terusir telah meninggalkan kampung mereka menyeberang ke Bangladesh. Semua ini terjadi di depan mata manusia, tapi sayangnya manusia tidak peka," kata Erdogan, Jumat (2/9/2017) seperti dikutip Daily News. (Baca: Sebut Tiga Kejahatan Terparah di Myanmar, Erdogan: Dunia Islam Harus Melawan!)





Teroris botak dan tentara Myanmar itu mungkin sedang merasa di atas angin. Namun, mereka tidak menyadari akhir kesudahan mereka seperti apa. Al Quran memberikan isyarat akhir kesudahan orang-orang yang menyiksa dan membunuh orang-orang mukmin.

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (QS. Al Buruj: 10)

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan ashabul ukhdud yang membunuhi orang-orang mukmin dengan cara melempar mereka ke dalam parit (ukhdud) yang di dalamnya ada dinyalakan api.

Namun, tak hanya mereka yang akan mendapat azab Jahannam. Setiap orang yang menyiksa dan membunuhi orang-orang mukmin, lalu mereka tidak bertaubat, maka mereka juga akan mendapatkan azab ini. [Ibnu K/Tarbiyat.net]






Sebut Tiga Kejahatan Terparah di Myanmar, Erdogan: Dunia Islam Harus Melawan!


Unknown | 19.06 | ,

Erdogan
Erdogan (Ekathimerini.com)




Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terus bersuara lantang atas kejahatan kemanusiaan yang menimpa umat Islam Rohingya. Ia menyebut ada tiga kejahatan terparah yang menimpa muslim Rohingya dan terjadi di depan mata, namun dunia internasional diam tak berkutik.

Tiga kejahatan terparah itu adalah pembunuhan, pembakaran desa dan pengusiran yang menimpa muslim Rohingya.

“Ratusan Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar terbunuh, desa mereka dibakar dan 20.000 orang yang terusir telah meninggalkan kampung mereka menyeberang ke Bangladesh. Semua ini terjadi di depan mata manusia, tapi sayangnya manusia tidak peka," kata Erdogan, Jumat (2/9/2017) seperti dikutip Daily News.

Baca juga: Biksu Wirathu, Provokator Pembantaian Muslim Rohingya





Erdogan menambahkan, pihaknya saat ini sedang mendekati pemimpin negara-negara muslim dan Sekretaris Jenderal PBB (Antonio) Guterres guna membantu mengatasi krisis Rohingya.

Erdogan juga juga mendesak dunia Islam untuk melawan kekerasan di Myanmar itu.

Sebelumnya, Erdogan menelepon pemimpin empat negara berpenduduk mayoritas muslim untuk turut ambil bagian dalam mengatasi krisis kemanusiaan di Myanmar. (Baca: Bela Muslim Rohingya, Erdogan Telepon Empat Pemimpin Negara Ini)

Anadolu melaporkan, Kamis (31/8/2017), Erdogan menelepon Presiden Pakistan Mamnoon Hussain, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia meminta mereka mengintensifkan upaya untuk menemukan solusi bagi krisis kemanusiaan tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Majelis Buddha Indonesia Sebut Konflik di Rakhine Tak Terkait Agama, Ini Bantahan Paus Fransiskus


Unknown | 06.51 | ,

puisi idul adha muslim rohingya




Pimpinan Majelis-majelis Agama Buddha Indonesia menyatakan konflik di Rakhine, Myanmar, sesungguhnya tidak terkait dengan agama tertentu. Bertolak belakang dengan pernyataan itu, Paus Fransiskus mengatakan muslim Rohingya disiksa dan dibunuh hanya karena ingin hidup menjalani keyakinan mereka.

Dalam pernyataannya, para pemimpin agama Budha Indonesia menegaskan konflik di Rakhine bukan konflik agama.

"Prihatin atas krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian moril serta materiil yang besar, bukanlah konflik agama melainkan konflik sosial dan kemanusiaan," kata Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja membacakan pernyataan tersebut di Jakarta, Rabu (30/8/2017) lalu, seperti dikutip Republika.

Menurutnya, tidak ada agama yang dapat dikaitkan dengan aksi terorisme karena aksi keji itu tidak mencerminkan perilaku umat beragama. Ia berharap, kejadian di Rakhine dapat mendorong bersatunya umat beragama di Indonesia dan seluruh dunia.

"Kami umat Buddha Indonesia yang menjunjung tinggi kerukunan dan perdamaian menyampaikan rasa empati atas penderitaan yang dialami saudara-saudara kita pengungsi Rohingya dan masyarakat di Rakhine, Myanmar. Untuk itu, kami berdoa agar penderitaan ini segera berakhir," lanjutnya.

Para pemimpin agama Budha Indonesia juga mendorong setiap pihak untuk menghentikan kebencian dan tindak kekerasan agar tidak terjadi kerusakan yang makin parah.





Bertolak belakang dengan para pemimpin Buddha Indonesia, Paus Fransiskus menyebut Rohingya disiksa dan dibunuh hanya karena ingin hidup menjalani keyakinan muslim mereka.

"Mereka (Rohingya-red) menderita bertahun-tahun, mereka disiksa, dibunuh hanya karena mereka ingin menjalani budaya dan keyakinan muslim mereka," ujar Paus Fransiskus, Rabu (8/2/2017), dalam khotbah mingguan di Vatikan, seperti dikutip Detik.

Pernyataan Paus itu menanggapi laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebut tentara dan polisi Myanmar melakukan pembunuhan massal, pemerkosaan bergiliran dan membakar desa-desa Rohingya.

"Mereka diusir dari Myanmar, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena tidak ada yang menginginkan mereka. Tapi mereka orang-orang baik, orang-orang cinta damai. Mereka bukan Kristen. Mereka orang baik. Mereka adalah saudara kita," tandasnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Baca Satu Ayat Ini Setiap Selesai Sholat, Insya Allah Dijamin Masuk Surga


Unknown | 21.34 | ,

ayat kursi setelah sholat
ilustrasi (imgrum.org)




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerap menunjukkan keutamaan dari amal-amal tertentu. Sering kali, ada amalan yang kelihatannya ringan namun ternyata keutamaannya luar biasa. Salah satunya, ayat ini.

Ya, hanya satu ayat. Jika rutin membacanya setiap selesai sholat, insya Allah akan dimasukkan-Nya ke dalam surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An Nasai)

Maksud hadits ini, tidak ada yang menghalanginya masuk surga setelah ia meninggal dan berada di akhirat nanti. Tentu, yang bisa mendapat keutamaan ini adalah orang mukmin, yang beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya.

Mengapa ayat kursi demikian hebat keutamaannya hingga oleh Rasulullah disebut sebagai ayat yang paling agung? Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim, karena di dalam ayat kursi terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, dan sifat kehendak.





Ayat kursi adalah ayat 255 surat Al Baqarah. Bunyinya sebagai berikut:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum laa ta’khudzuhuu sinatuuw walaa naum lahuu maa fiis samaawaati wamaa fil ardhi man dzaal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaasyaa-a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ’aliyyul azhiim)

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Semoga kita dimudahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk selalu membaca ayat kursi setelah selesai sholat. Apalagi yang dzikir dan doa yang dibaca setelah sholat? Selengkapnya ada di artikel doa setelah sholat. Wallahu a’lam bish showab. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]






Wahai Aktifis Dakwah, Bangunlah! Sholat Tahajud


Unknown | 06.34 | ,

sholat tahajud
ilustrasi sholat tahajud (alifstream.com)




Wahai aktifis dakwah, apa bekalmu? Dalam kondisi umat Islam seperti dipermainkan, ulama dikriminalisasi dan Islam dihantam seperti saat ini.

Allah telah menunjukkan dua solusinya; sabar dan sholat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar (QS. Al Baqarah: 153)

“Berdakwah di jalan Allah akan menghadapi pergolakan dan tribulasi yang bisa menyebabkan tekanan jiwa,” kata Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Quran, “maka diperlukan kesabaran lahir dan batin. Sabar dalam taat kepada Allah, sabar dalam meninggalkan maksiat, sabar dalam arti tegar dalam kesulitan karena Allah, sabar atas segala fitnah dan tipu daya, sabar atas lambatnya pertolongan, sabar dalam menghadapi tekanan, sabar atas sedikitnya penolong, sabar atas panjangnya jalan, sabar atas sulit dan beratnya jiwa, sabar atas beratnya kedurhakaan dan sabar atas serang orang-orang yang berpaling.”





Bekal kedua adalah sholat. Terutama sholat malam, sholat tahajud. Sebab bagi aktifis dakwah, urusan sholat lima waktu sudah selesai. Maka saatnya menguatkan sholat malam. Sebab itulah bekal Rasulullah, para sahabat dan pengemban dakwah pelanjut risalah.

Sejak awal dakwah Makkiyah, Allah menurunkan Surat Al Muzammil. Mewajibkan Rasulullah untuk sholat tahajud separuh malam, atau sedikitnya sepertiga malam. Menjauhkan Rasulullah dari tempat tidur, membuat beliau mengucapkan selamat tinggal istirahat. Tak ada waktu istirahat, tak ada lagi waktu bersantai.

Waktu Rasulullah kini tinggal dua; sebagiannya untuk berdakwah, sebagiannya lagi untuk bermunajat kepada Sang Pemilik dakwah. Maka siangnya beliau tak pernah berhenti untuk menyeru manusia ke jalan Tuhannya, malamnya ia bermunajat kepada Rabb ‘alam semesta yang ia menyeru manusia kepada-Nya.

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ . قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا . نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا . أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا

Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk sholat) di malam hari. Kecuali sedikit daripadanya, yakni separuhnya atau kurangilah dari separuh itu atau lebihkanlah. Dan bacalah Al Quran dengan perlahan-lahan. (QS. Al Muzammil: 1-4)

Pertanyaannya, sebagai aktifis dakwah, sudahkah kita mengamalkannya, meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Bangunlah, bertahajudlah! Bermunajatlah kepada-Nya, adukan segala kendala kepada-Nya. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]

Baca juga: Doa Sholat Tahajud yang diajarkan Rasulullah






Bela Muslim Rohingya, Erdogan Telepon Empat Pemimpin Negara Ini


Unknown | 05.39 | ,

Erdogan menelepon
Erdogan menelepon (worldbulletin.net)




Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan benar-benar serius menyikapi penderitaan yang dialami oleh Muslim Rohingya di Myanmar. Erdogan menelepon pemimpin empat negara berpenduduk mayoritas muslim untuk turut ambil bagian dalam mengatasi krisis kemanusiaan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Anadolu melaporkan, Kamis (31/8/2017), Erdogan menelepon Presiden Pakistan Mamnoon Hussain, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia meminta mereka mengintensifkan upaya untuk menemukan solusi bagi krisis kemanusiaan tersebut.

Ditambahkan oleh sumber kepresidenan, diplomasi telepon Erdogan akan terus berlanjut untuk menyelesaikan konflik Rohingya di Rakhine.

Sebelumnya, Erdogan marah kepada dunia internasional yang diam melihat pembantaian muslim Rohingya di Myanmar. Menurutnya, dunia telah menjadi "buta dan tuli" terhadap penderitaan mereka.





"Sayangnya saya bisa bilang dunia buta dan tuli terhadap apa yang terjadi di Myanmar," kata Erdogan, Senin (28/8/2017) lalu saat wawancara di televisi terkait tiga tahun kepresidenannya.

"Tidak mendengar dan tidak melihat," lanjutnya. (Baca: Marah Melihat Muslim Rohingya Dibantai, Erdogan: Dunia Buta dan Tuli)

Seperti diketahui, kekerasan besar kembali terjadi di negara bagian Rakhine Myanmar. Pada Jumat pekan lalu (25/8/2017), pasukan Myanmar melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya. Demi menyelamatkan diri, banyak muslim Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.