THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Dituduh Berpolitik dan Diminta Mundur, Panglima TNI: Saya Pasti Berpolitik!


Unknown | 00.43 | ,

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo




Sejumlah pihak menilai Jenderal Gatot Nurmantyo telah berpolitik. Menginstruksikan nobar film G30S/PKI dan pernyataannya soal senjata “ilegal” dianggap manuver. Bahkan ada pihak yang memintanya mengundurkan diri dari jabatan Panglima TNI.

Pengamat Pertahanan Universitas Indonesia (UI) Connie Rahakundini Bakrie meminta Jenderal Gatot pensiun dini dan bergabung ke partai politik. Ia menilai, beberapa kali Gatot melakukan manuver yang membawa TNI berpolitik. Termasuk pernyataannya soal adanya institusi negara yang membeli 5.000 senjata.

Politisi PDIP Effendi Simbolon juga menilai Jenderal Gatot berpolitik saat menginstuksikan nobar G30S/PKI.

"Sebagai orang politik, (saya kira) adalah ya (muatan politis). Kalau mau nonton, ya nonton aja. Prajurit siap ya, kalau sudah dibuat instruksi ya," ujarnya di gedung DPR RI, Rabu (20/9/2017) lalu.

Ia bahkan meminta Presiden Joko Widodo tegas soal nobar film tersebut.





Sedangkan Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi meminta Jenderal Gatot untuk mundur.

Bagaimana jawaban Jenderal Gatot? Dengan tegas ia mengatakan bahwa dirinya pasti berpolitik dalam setiap menjalankan tugasnya. Namun, politik yang dimaksud adalah politik bernegara, bukan politik praktis.

"Panglima TNI pasti berpolitik. Politiknya adalah politik bernegara, bukan politik praktis," kata Jenderal Gatot saat ditemui usai Upacara Tabur Bunga di atas KRI dr Soeharso di Perairan Selat Sunda, Selasa (3/10/2017), seperti dikutip Okezone.

Ketika disinggung setelah menjadi Panglima apakah berniat berpolitik praktis, Gatot menyatakan bahwa dirinya masih akan fokus terhadap tugas kemiliterannya menjelang pensiun pada enam bulan mendatang. Ia juga menegaskan bahwa TNI selalu netral dalam politik praktis. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Soal Polemik Senjata Impor, DPR RI akan ‘Kejar’ Kapolri


Unknown | 20.03 | ,

40x46 mm Stand Alone Grenade Launcher (SAGL)
Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) 40x46 mm . (Foto: Arsenal JSCo)




Pengiriman senjata impor yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta menjadi polemik. Terlebih, tertahannya senjata impor itu setelah beredarnya video pidato Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyinggung 5000 senjata ilegal.

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menilai pengiriman senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 4046mm sebanyak 280 pucuk dan 5.932 butir peluru itu harus diusut. Terutama berkaitan kejelasan pihak perusahaan pengimpor yang disebut-sebut PT Mustika Duta Mas.

"Mungkin menurut saya memang harus ada kejelasan PT Mustika itu siapa pemiliknya lalu kemudian kenapa dia bisa melakukan pekerjaan itu dan bisa lelang," kata Nasir di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017), seperti dikutip Republika.

Menurut Nasir, kejelasan perusahaan pengimpor tersebut merupakan bagian dari transparansi kepada publik. Karena pengiriman senjata itu telah menimbulkan polemik di masyarakat. Belum ada kejelasan apakah senjata itu untuk Brimob atau lainnya.





Jika untuk Brimob, Nasir memahami bahwa unit itu memang butuh peralatan persenjataan untuk membantu TNI. Demikian pula pasukan pemukul dan gegana. Ia merujuk Tap MPR nomor 7 atau 6 tahun 99.

Oleh karena itu, Nasir melanjutkan, Komisi III DPR akan mempertanyakan hal tersebut kepada Kapolri.

"Mungkin nanti dalam rapat kerja bersama Kapolri, kita akan mengejar soal ini. Saya pikir memang tidak ada jalan lain kecuali memang harus disampaikan secara transparan sehingga kemudian publik yakin bahwa impor itu memang dipergunakan untuk kepolisian bukan untuk yang lain lain," tandasnya.

Seperti ramai diberitakan, kargo senjata berisi 280 pucuk senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 milimeter di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (29/9/2017) lalu, pukul 23:30 WIB. tiba dengan pesawat Maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024, Jumat 29 September 2017, pukul 23.30. Selain itu juga ada amunisi sebanyak 70 boks, yang berisi 5.932 butir. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Ini Tanggapan Jitu Demba Ba untuk Pemerintah Cina yang Rampas Mushaf Al Quran Warga


Unknown | 07.44 | ,

Demba Ba




Pemerintah komunis Cina kembali menindas umat Islam Xianjiang. Aparat keamanan memerintahkan seluruh warga menyerahkan semua atribut Islam termasuk mushaf Al Quran, baru-baru ini.

Penindasan atas Muslim Uighur tersebut memancing kemarahan Demba Ba. Mantan striker Chelsea ini melontarkan pernyataan keras kepada pemerintah Cina.

Demba Ba mengingatkan pemerintah Cina bahwa tindakan apapun yang mereka lakukan tidak akan bisa mengubah cara umat Islam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.





“Seandainya mereka tahu, kami sebagai muslim bisa shalat di atas lantai dan jutaan muslim menghafal Al-Quran tanpa harus membuka mushaf, polisi tersebut mungkin akan meminta mereka menyerahkan hatinya,” tulis Demba Ba.



Hingga berita ini dimuat, tulisan Demba Ba tersebut telah diretwit 38 ribu pengguna Tawitter dan difavoritkan 31 ribu pengguna Twitter. [Ibnu K/Tarbiyah]






Dituding Mobilisasi Isu PKI untuk Kepentingan Politik, Ini Jawaban Telak PKS


Unknown | 06.43 | ,

Panglima TNI dan PKS
Panglima TNI Saat menjadi nara sumber acara Fraksi PKS (Indopos)




Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menyebut PKS sengaja memobilisasi isu PKI untuk kepentingan politik. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memberikan jawaban telak dan sulit dibantah.

Jazuli Juwaini menegaskan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS memang menginstruksikan ke seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) untuk menonton film PKI.

Pihaknya melihat, instruksi itu tidak ada unsur politisasi karena menurutnya tidak ada kandidat peserta pemilu yang PKI. Ia pun mempertanyakan apakah ada calon kandidat yang PKI.





"Kami melihat ini tidak ada unsur politisasi, karena pertama, apa kepentingannya PKI? memangnya ada calon kandidat yang PKI," kata Jazuli di Gedung Nusantara I, Senin (2/10/2017), seperti dikutip Republika.

Karena tidak ada PKI di panggung demokrasi saat ini, pemutaran film PKI merupakan upaya pencegahan agar PKI tidak bangkit. Juga peringatan agar pemberontakan PKI yang telah beberapa kali mengkudeta tidak terulang.

Jazuli juga balik bertanya, mengapa PKS dipermasalahkan ketika memutar film pengkhianatan berdarah tersebut padahal hal ini sejalan dengan instruksi Panglima TNI. Bahkan Presiden Jokowi juga ikut nonton bareng film G30S/PKI. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






[Video] Di Pulau Ini Dajjal Dikurung


Unknown | 19.04 | ,

pulau dajjal
ilustrasi pulau Dajjal berdasarkan hadits Tamim ad Dari (Google earth)




Dajjal merupakan makhluk mengerikan karena fitnahnya yang begitu besar bagi manusia di akhir zaman. Dengan kemampuan dan kekuatannya yang aneh, banyak manusia akan menjadi pengikutnya.

Ternyata, saat ini Dajjal telah ada. Ia dikurung di sebuah pulau.

Penjelasan itu kita dapatkan dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits ini terkenal dengan istilah hadits Tamim ad Dari. Sebab, Rasulullah mensabdakan apa yang dialami Tamim Ad Dari saat bertemu Dajjal.

Berikut ini haditsnya, disertai video di bagian akhir:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di atas mimbar sambil tersenyum. Beliau bersabda,

“Demi Allah, sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim ad Dari yang dahulunya seorang pemeluk Nasrani kini telah masuk Islam dan berbaiat kepadaku.

Ia menceritakan kepadaku sesuatu yang pernah aku katakan kepada kalian tentang al Masih ad Dajjal.

Kepadaku, ia mengisahkan perjalanannya. Bahwa ia berlayar menggunakan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh badai ombak selama satu bulan. Hingga akhirnya terdampar di sebuah pulau di tengah laut di daerah tempat terbenamnya matahari. Lalu mereka pun duduk beristirahat di sebuah tempat dekat kapal tersebut.

Kemudian mereka masuk ke pulau itu lalu bertemu seekor binatang yang berbulu lebat sehingga mereka tidak tahu mana ekornya dan mana kepalanya, sebab tertutup oleh bulu yang sangat lebat.

Mereka bertanya, “Celaka, dari jenis apakah kamu ini.” Makhluk mirip binatang itu menjawab,”Saya adalah al Jassasah.”

“Apakah al Jassasah itu?”

Makhluk itu menjawab, “Wahai manusia, pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!”





Tamim ad Dari mengatakan, “Ketika ia telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun terkejut karena kami mengira bahwa ia adalah syetan. Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara tersebut. Di sana terdapat seorang manusia terbesar (yang pernah kami lihat) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke pundak sedangkan antara dua lutut dan kedua mata kakinya terbelenggu dengan besi.

Kami berkata, “Celaka, siapakah kamu ini?’ Ia menjawab, “Takdir telah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan berita-berita kepadaku, maka katakanlah siapakah kalian ini?’

Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang berguncang hingga membuat kami terombang-ambing di tengah laut selama satu bulan dan teradamparlah kami di pulau ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal kemudian kami masuk pulau ini maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya hingga tak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya. Maka kami berkata, ’Celaka, kamu ini apa?’ Ia menjawab, “Aku adalah al jassasah.’ Ia berkata, “Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita yang kalian bawa!” Lalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan.”

Laki-laki besar itu berkata, “Beritakanlah kepadaku tentang pohon-pohon korma yang ada di daerah Baisan?”
“Apa yang ingin engkau ketahui tentangnya?”
“Saya menanyakan pakah pohon-pohon korma itu berbuah?”
“Ya.”
“Pohon-pohon korma itu maka ia hampir saja tidak akan berbuah lagi.”

Kemudian ia berkata lagi, “Beritakanlah kepadaku tentang danau Tiberias.”
“Apa yang ingin engkau ketahui tentangnya?”
“Apakah ia masih berair?”
“Ya.”
“Airnya hampir saja akan habis.”

“Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zugar.”
“Apa yang ingin engkau ketahui tentangnya?”
“Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air itu?”
“Ya, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu.”

“Beritakanlah kepadaku tentang nabi yang ummi, apa sajakah yang sudah ia perbuat?”
“Dia telah keluar dari Mekah menuju Madinah.”
“Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?”
“Ya.”
“Apakah yang ia lakukan terhadap mereka?”
“Nabi itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya.” “Apakah itu semua telah terjadi?”
“Ya.”
“Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku adalah al Masih ad Dajal dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar. Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu pun kampung (negeri) kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Mekah dan Thaibah, kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan di setiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya.”

(Setelah mengisahkan pertemuan Tamim dengan Dajjal itu), lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda sambil menghentakkan tongkatnya di atas mimbar, “Inilah (Madinah) Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah. Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu?’

Para sahabat menjawab, “Benar.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan, “Saya tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Tamim ad Dari, karena ia bersesuaian dengan apa-apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Mekkah. Bukankah ia (tempat dajal) terletak di laut Syam atau laut Yaman?” (HR. Muslim)








Ini Hal Mengerikan yang Bisa Terjadi Jika PKI Menunda Pemberontakannya Lima Tahun


Unknown | 06.59 | ,

PKI
DN Aidit saat kampanye Pemilu 1955 dan ilustrasi massa 




Partai Komunis Indonesia (PKI) memberontak pada tanggal 30 September 1965 hingga dikenal dengan G30S/PKI. Beruntung, PKI bisa ditumpas segera setelah pengkhianatan berdarah itu.

Sebelum melakukan pemberontakan pada 30 September 1965, PKI mengusulkan pembentukan angkatan kelima dengan mempersenjatai buruh dan petani.

“Itu langsung disambut oleh Mao Tse Tung, membantu jutaan senjata Cung,” ungkap Sejarawan Arukat Jaswadi, Sabtu (30/9/2017), seperti dikutip Republika.

Selain itu, PKI juga melakukan beberapa aksi sebagai gladi resik G30S/PKI. Di antaranya, melakukan pendudukan atas tanah milik pesantren dan milik negara. Mulai dari Mantingan milik Pesantren Gontor, perkebunan Kediri, hingga ke Bandar Betsi.





PKI juga melakukan sejumlah aksi penistaan agama. Arukat mencontohkan, melalui Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), setiap PKI menampilkan ludruk, mereka menceritakan tentang matinya Gusti Allah.

Juga aksi penyerangan terhadap pelatihan PII. PKI menyerbu Pondok Pesantren Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri dan menginjak-injak Al Quran. (Baca: Ini Teriakan Terakhir DN Aidit Sebelum Mati, Tanda Suul Khatimah?)

Mengapa PKI kemudian kalah dan bisa ditumpas? Di antara sebabnya,menurut Arukat, karena strategi revolusioner dan ajaran komunismenya itu ditolak.

Ia bersyukur saat itu PKI bisa ditumpas, sebab jika PKI menunda pemberontakannya lima atau 10 tahun, lawan-lawannya akan dihabisi PKI. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Ini Teriakan Terakhir DN Aidit Sebelum Mati, Tanda Suul Khatimah?


Unknown | 00.14 | ,

DN Aidit pidato
DN Aidit saat kampanye 1955 (Wikipedia)




Sebagai pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI), DN Aidit dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas pengkhianatan G30S/PKI. Tidak hanya para jenderal pahlawan revolusi, para ulama dan umat Islam juga menjadi korban pengkhianatan PKI.

Misalnya penyerangan Pondok Pesantren Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari 1965. Sekitar jam 04:30 pagi, 128 peserta pelatihan mental Pelajar Islam Indonesia sedang membaca Al-Quran dan bersiap untuk Shalat Subuh. Tiba-tiba ribuan orang massa PKI bersenjata clurit dan lainnya menyerang masjid tersebut.

Massa yang beringas itu memasukkan Mushaf Al Quran ke karung. Sebagian menginjak-injak kitab suci umat Islam tersebut.

Para peserta pelatihan kemudian diikat dan diancam senjata, serta diancam akan dibunuh. Untungya mereka tidak jadi dibunuh.

Sebelumnya, pada 1948, banyak Kyai dibunuh oleh PKI. Bahkan ada yang dikubur hidup-hidup dengan dimasukkan ke sumur tua setelah disiksa. Di antaranya adalah KH Imam Shofwan, Pengasuh Pesantren Thoriqussu'ada Rejosari, Madiun.

Tercatat banyak sumur tua yang menjadi saksi bisu kekejaman PKI, khususnya pada tahun 1948. Antara lain Sumur Tua Desa Soco Magetan, Sumur Tua Desa Bangsri, Sumur Tua Desa Cigrok, Sumur Tua Desa Kresek. Setidaknya tujuh sumur tua telah ditemukan di Magetan, seperti dirilis Nahimunkar.





Namun, DN Aidit kemudian menuliskan buku putih yang memutarbalikkan pemberontakan PKI 1948. Lalu di bawah pimpinannya, PKI kembali memberontak pada 30 September 1965 yang terkenal dengan G30S/PKI.

Gagalnya G30S/PKI membuat Aidit melarikan diri. Ia bersembunyi di Kampung Sambeng, Solo, Jawa Tengah. Namun akhirnya ditemukan dan ditangkap pada 22 November 1965.

Ketika ditangkap, Aidit sempat meminta rokok dan membawanya ke tempat eksekusi. Menjelang eksekusi, Aidit minta waktu untuk orasi. Sekitar setengah jam ia berorasi dan mengakhirinya dengan teriakan “Hidup PKI!” dan itulah teriakan terakhirnya sebelum ditembak mati.

“Di akhir pidatonya, Aidit lalu berteriak "Hidup PKI!" Seruan itu menjadi seruan Aidit yang terakhir, sebab sejurus kemudian, peluru langsung menyusup ke balik daging-dagingnya,” tulis Okezone mengisahkan akhir hidup pemimpin PKI.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai akhir kesudahan orang-orang yang membantai kaum mukminin:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. (QS. Al Buruj: 10)

[Ibnu K/Tarbiyah.net]






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.