THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Takut Tersangkut Perkara Korupsi, Eks Teman Ahok Bongkar Penipuan Pengumpulan KTP


Unknown | 04.49 | ,

Eks teman Ahok
Ramainya berita aliran uang ke Teman Ahok membuat sejumlah mantan teman Ahok buka suara. Mereka menjelaskan bagaimana Teman Ahok mencatut KTP warga tanpa ijin, di antaranya melalui KTP Gojek.

“Kami takut tersangkut perkara korupsi dengan ramainya berita adanya indikasi uang Teman Ahok berasal dari aliran dana pengembang yang terkait dengan rencana reklamasi,” kata Paulus Romindo. “Hati nurani kami memaksa kami untuk secara terbuka menyampaikan kesaksian ini sebagai wujud permintaan maaf kami pada masyarakat.”

Berikut ini berita lengkapnya seperti dirilis Detik:
______________________________________________________________

Inilah Luapan Kekecewaan Eks Relawan Teman Ahok


Sejumlah eks relawan Teman Ahok yang kecewa dan merasa tak dianggap membongkar manipulasi pengumpulan KTP dukungan untuk Ahok di Pilgub DKI. Mereka buka-bukaan meluapkan kekecewaan.

Rabu (22/6/2016) siang sejumlah eks relawan Teman Ahok menggelar konferensi pers di Restoran Dua Nyonya, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat. Mereka bergantian memaparkan keluh kesahnya di forum tersebut, salah satunya mantan penanggung jawab pengumpulan KTP di daerah Kamal, Jakarta Utara, Paulus Romindo. Eks relawan Teman Ahok lainnya seperti Dodi Hendaryadi yang tercatat sebagai penanggung jawab wilayah Pinang Ranti, Jakarta Timur, juga ikut bicara.

Sembari menegaskan permintaan maaf kepada warga DKI yang tak merasa KTP-nya diserahkan untuk mendukung Ahok dan menampik ada kepentingan tertentu yang mendesak, mereka ramai-ramai menyampaikan 'keluh kesah' sebagai berikut:

Kami adalah orang orang yang direkrut oleh Teman Ahok dengan Surat Tugas untuk mengumpulkan KTP untuk Ahok maju dari independen. Beberapa nama dan nomor HP kami hingga hari ini masih tercantum dalam situs www.temanahok.com.

Kami mau sampaikan secara terbuka apa yang kami kerjakan dan apa yang kami terima dari Teman Ahok. Hal ini kami lakukan karena beberapa pertimbangan:

1. Teman Ahok tidak demokratis dan transparan dalam keuangan. Kami tidak pernah diberitahu dari mana uang didapatkan dan berapa jumlahnya.

2. Teman Ahok menyampaikan beberapa hal yang tidak sesuai fakta dan bagi kami itu kebohongan pada orang banyak.

3. Kami takut tersangkut perkara korupsi dengan ramainya berita adanya indikasi uang Teman Ahok berasal dari aliran dana pengembang yang terkait dengan rencana reklamasi.

4. Hati nurani kami memaksa kami untuk secara terbuka menyampaikan kesaksian ini sebagai wujud permintaan maaf kami pada masyarakat.

Kalau Teman Ahok mengatakan bahwa kami adalah relawan maka seharusnya Teman Ahok transparan dalam keuangan dan tidak memaksa kami mengejar target tertentu dengan bayaran tertentu. Ketika kami dipaksa mengejar target tertentu dengan bayaran tertentu dan tidak transparan maka kami bukan relawan tapi karyawan dan Teman Ahok adalah perusahaan yang memperkerjakan kami.

Karena dikejar target dan kami perlu tambahan uang serta tidak ada penjelasan yang jelas maka KTP yang kami kumpulkan kami dapatkan dengan bermacam-macam cara antara lain menggunakan data KTP yang dikumpulkan untuk program KKS Jokowi, membeli dari oknum-oknum kelurahan atau RT, barter KTP dengan sesama rekrutan Teman Ahok di wilayah lain, membeli KTP dari beberapa counter pulsa dan cara-cara yang lain.

Dengan demikian maka sekian banyak KTP yang kami kumpulkan sebagian adalah KTP ganda dan sebagian besar lagi tidak diberikan oleh pemilik KTP karena kesadaran mereka. Untuk apa yang kami kerjakan kami sebagai PJ (penanggung jawab) kelurahan dibayar per 140 KTP per minggu sebesar Rp 500.000 atau Rp 2.000.000 per minggu dan jika mencapai target 140 x 4 minggu yaitu 560 KTP maka kami diberikan bonus Rp 500.000. Total PJ ada 153 (tercantum di situs www.temanahok.com).

Di atas kami ada yang disebut korpos atau koordinator posko yabg mengawasi kerja kerja kami. Korpos membawahi antara 5 hingga 10 PJ. Korpos dibayar oleh Teman Ahok Rp 500.000 per bulan untuk tiap PJ di bawahnya. Kalau di bawah Korpos ada 5 PJ maka Korpos dapat Rp 2.500.000 per bulan. Kalau 10 PJ, maka korpos mendapatkan Rp 5.000.000 per bulan. Jumlah Korpos kami perkirakan ada 40 orang tersebar di 40-an kecamatan.

Selain upah atas KTP yang kami kumpulkan, kami juga mendapatkan upah untuk membagikan koran-koran Teman Ahok. Untuk setiap kali pembagian koran kami dibayar Rp 350.000. Sampai saat ini kami sudah 2 kali membagikan koran. Kami yang menjadi PJ diberikan juga printer dan laptop. Sementara untuk Korpos diberikan smartphone sebagian merek Lenovo.

Kalau Teman Ahok mengatakan bahwa jumlah KTP sudah mencapai 1 juta maka dugaan kami itu hanya klaim saja karena pengumpulan KTP tetap dilakukan sampai tanggal 28 Juni 2016.






Kalau Teman Ahok mengatakan bahwa pengeluaran mereka untuk mengumpulkan 1 juta KTP hanya sekitar Rp 2,5 miliar atau Rp 5 miliar maka kami sampaikan bahwa itu tidak benar. Sebagai gambaran kasarnya kami akan sampaikan perkiraan perhitungan yang kami dapatkan dari apa yang kami terima, perkiraan harga dari jumlah barang-barang yang dicetak maupun barang-barang yang kami terima dan lain-lain.

Dalam perhitungan kasar dan sementara kami, kami perkirakan uang yang dikeluarkan oleh Teman Ahok dalam satu tahun berkisar paling sedikit Rp 12 miliar. Perincian perkiraan kami lampirkan.
Sebagian besar teman-teman kami yang direkrut Teman Ahok sudah mau keluar tetapi beberapa waktu lalu kami menerima informasi bahwa Teman Ahok akan memberikan THR. Sebagian teman-teman kami masih menunggu THR itu.

Selain alasan itu sebagian teman-teman kami yang belum mau keluar disebabkan adanya informasi ada bayaran yang lebih besar untuk pekerjaan selanjutnya. Pastinya kami tidak tahu tapi informasi yang beredar di orang-orang yang direkrut Teman Ahok nilainya antara Rp 20.000.000 hingga Rp 25.000.000 untuk setiap PJ. Dan ada nilai tertentu juga tapi belum kami ketahui yang diberikan untuk Korpos.
Jujur saja bahwa kami tidak bermaksud untuk membohongi rakyat, tapi kami perlu uang untuk kebutuhan hidup kami. Untuk itu kami mohon maaf pada orang orang yang tidak tahu KTP nya kami serahkan ke Teman Ahok.

Demikian pernyataan ini kami buat dengan sadar dan tanpa paksaan mana pun.

Lampiran:

Komponen biaya yang tidak dimasukkan dalam laporan keuangan Teman Ahok.
1. Honor PJ Posko : @ Rp. 2.500.000 x 153 posko = Rp. 382.000.000,- per bulan
2. Koordinator Posko : @ Rp. 500.000 x 153 PJ Posko = Rp. 76.500.000,- per bulan.
Total : Rp. 459.000.000,- per bulan
Total 1 Tahun : Rp. 459.000.000 x 12 bulan = Rp. 5.508.000.000,-


3. Biaya distribusi Koran TA : @Rp. 350.000,- x 2 terbitan x 153 Posko = Rp. 107.100.000,-
4. Biaya Cetak Koran TA : @Rp. 1600 x 200.000 eksemplar = Rp. 320.000.000,-
5. Pengadaan Laptop : @Rp. 5.000.000 x 40 unit = Rp. 200.000.000,-
6. Pengadaan Printer : @Rp. 700.000 x 153 unit = Rp. 107.100.000,-
7. Pengadaan HP : @Rp. 2000.000 x 46 unit = Rp. 92.000.000,-
8. Biaya Cetak Spanduk : @Rp. 100.000 x 500 buah = Rp. 50.000.000,-
9. Biaya Cetak Sticker : @Rp. 100 x 1.000.000 buah = Rp. 200.000.000,-
10. Biaya Pengadaan Seragam : @Rp. 100.000 x 500 org relawan = Rp. 50.000.000,-
Total : Rp.1.126.200.000,-

Total komponen biaya yang tidak dimasukkan dalam laporan Keuangan Teman Ahok : Rp. 5.508.000.000 + 1.126.200.000,- = Rp. 6.634.200.000,-

Klaim Catatan Laporan Keuangan Pengeluaran Teman Ahok Periode Juni 2015 s/d Desember 2015 yang dipublikasikan di situs www.temanahok.com tercatat sejumlah Rp. 2.984.487.838,-

Jika apa yang kami hitung tersebut ditambahkan dengan apa yang dituliskan dalam situs www.temanahok.com dalam periode penghitungan mulai Juni 2015 s/d Desember 2015 (6 Bulan) adalah Rp. 6.634.200.000,- + Rp. 2.984.487.838,- = Rp. 9.618.687.838,-

Tetapi jika di penghitungan laporan keuangan www.temanahok.com dihitung selama 12 bulan (Juni 2015 s/d Juni 2016) dengan asumsi dan kecenderungan pengeluaran serupa dengan 6 bulan pertama maka perkiraan total pengeluaran adalah : 6.634.200.000,- + Rp. 2.984.487.838,- (Juni s/d Desember 2015) + Rp. 2.984.487.838,- (asumsi kecenderungan pengeluaran Jan 2016 s/d Juni 2016) menjadi TOTAL Rp. 12.603.175.676



Bikin Haru, Bocah Ini Gali “Kubur” untuk Bashar Assad


Unknown | 21.33 | ,

Bocah Suriah gali kubur Bashar Assad
Banyak orang yang menangis menyaksikan video ini. Seorang bocah Suriah tampak sedang mencongkel-congkel tanah. Ia sedang membuat galian.

“Apa yang kamu gali dan untuk apa?” tanya reporter.

“Aku menggali kubur”

“Kubur untuk siapa?”

“Untuk Bashar Al Assad”

“Mengapa kamu mau menguburnya dalam tanah?”

“Karena… karena… dia menembaki kami”






Video berdurasi tiga menit ini juga menunjukkan pemandangan lainnya di Suriah. Di antaranya, bocah-bocah yang kelaparan, bocah-bocah yang makan rumput karena tidak menemukan makanan, bocah-bocah yang berbagi makanan meskipun masing-masing hanya kebagian satu gigitan.

Banyak netizen yang mengaku tak kuasa menahan air mata ketika menonton video ini.

“Aku gak sampe hati nonton video ini sampe selesai, rasa sesak dada ini, andai bisa memeluk anak-anak yang tidak berdosa itu... Sabar ya nak, kalian akan mendapatkan surgaNya di balik penderitaan ini...,” kata Suryatni Ani.

“Astaghfirullah... Allahu akbar.. hati terenyuh menangis menitikkan air mata melihatnya.. ya Allah tunjukkanlah kebesaranmu turunkan pertolonganmu atas hamba-hambaMu yang sholeh Aamiin,” kata Ibu Aya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]





Begini Ancaman Syiah Iran Hancurkan Makkah Al Mukarramah


Unknown | 20.58 | ,

Syiah Iran ancam hancurkan Makkah Al Mukarramah
Sejumlah netizen mengunggah foto salah satu tayangan dari televisi Iran yang menunjukkan hancurnya gedung-gedung di Makkah Al Mukarramah. Menurut netizen, foto tersebut menunjukkan rencana Iran untuk menghancurkan kota suci Makkah.

Hasil penelusuran Tarbiyah.net, foto tersebut telah dirilis disebuah situs Iran afsaran.ir pada tahun lalu dengan judul “Penghancuran Abraj al Bait”. Di bawahnya ada keterangan yang provokatif berbunyi: “insya Allah segera”.

Abraj Al Bait merupakan sebuah kompleks bangunan yang terletak di Kota Makkah, Arab Saudi. Salah satu bagian dari kompleks bangunan itu adalah Makkah Royal Clock Tower, menara jam tertinggi di dunia.






Dalam situs berita pertahanan Arab Saudi, Defense-Arab.com, foto tersebut juga dibahas dalam diskusi. Menurut salah seorang senior member Defense-Arab.com, foto tersebut adalah ancaman serius dari Iran.

“Ancaman tersebut adalah siaran yang jelas dan eksplisit di televisi Iran melawan Arab Saudi,” tulisnya pada April 2015.

Sebelumnya, salah seorang tokoh Syiah Houthi Abdul Karim al-Khiwani pernah sesumbar akan menyerang Ka’bah.

“Kami akan mengelilingi ka’bah pada musim haji mendatang sebagai para penakluk,” katanya pada saat itu.

Namun sebelum sempat melaksanakan keinginannya, ia tewas pada 18 Maret 2015 ditembak oleh dua orang pengendara motor di ibukota Yaman. Serangan itu terjadi satu pekan sebelum operasi “Storm of Resolve” dilancarkan Arab Saudi dan Koalisi Teluk. (Baca: Tokoh Syiah Houthi yang Ingin Serang Ka’bah Tewas)



Setelah Diprotes, Kompas Ubah Judul “Jangan Sampai Ibadah Ramadhan Menyulap Anda Jadi Ekstremis”


Unknown | 02.05 | ,

Kompas logo
Tidak heran jika umat Islam geram dengan Kompas. Pasalnya, selama Ramadhan ini banyak pemberitaan dan tulisan di media tersebut yang provokatif dan melukai umat Islam.

Selain pemberitaan tentang kasus penertiban warteg Bu Saeni, dua berita ini juga menyisakan catatan untuk Kompas.

Pertama, pada Selasa 7 Juni 2016, Kompas melansir berita berjudul “Jangan Sampai Ibadah Ramadhan Menyulap Anda Jadi Ekstremis”






Tentu berita itu menuai protes karena terkesan ibadah di bulan Ramadhan bisa menyebabkan seseorang menjadi ekstremis. Setelah mendapatkan banyak protes, berita yang ditulis dan disunting oleh Yunanto Wiji Utomo itu pun diubah judulnya menjadi “Waspadai Penyebaran Radikalisme” namun tautannya tidak berubah dan di hasil pencarian Google pun masih terdeteksi judul awalnya.

Kedua, pada Senin 20 Juni 2016, Kompas melansir berita berjudul “Acara Berbuka Puasa di Gereja Menuai Pujian Netizen"

Berita ini juga mendapatkan protes dari banyak umat Islam. Pasalnya, Kompas dianggap melakukan logical fallacies dengan metode The Texas Sharpshooters. Yakni mencuplik sebagian data untuk mendukung framing media. Sebab pada Sarawak Edition sumber asal Kompas mengutip, selain ada yang memuji berita tersebut juga tidak sedikit yang memprotesnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Demi Bakti pada Ibu, Presiden Chechnya Minta Dibukakan Ka’bah. Ini yang Kemudian Terjadi


Unknown | 00.23 | ,

masuk ke dalam Kabah
Karena sang ibu ingin sekali shalat di dalam Ka’bah, Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov meminta kepada Pemerintah Arab Saudi agar membukakan Ka’bah. Lalu apa yang terjadi?

Pemerintah Arab Saudi memenuhi permintaan itu. Ramzan Kadyrov diizinkan masuk ke dalam Ka’bah bersama dengan ibu dan rombongannya.






Di dalam Ka’bah, ibu Ramzan pun melaksanakan shalat sebagaimana impiannya selama ini. Setelah shalat di dalam Ka’bah, ia pun keluar sembari menangis. Saat kamera menyorotnya, tampak wanita ini tidak bisa menyembunyikan tangisnya. Ia terisak-isak dan berderai air mata.
Ibunda Ramzan Kadyrov menangis usai shalat di dalam Kabah


Peristiwa ini terjadi pada Desember 2015 lalu. Memang bukan peristiwa baru namun kembali muncul di beberapa linimasa media sosial disertai komentar haru: berbakti kepada ibu.

Sebenarnya, kali itu bukan pertama kalinya Ramzan Kadyrov diizinkan masuk ke dalam Ka’bah. Pada Nopember 2013, Presiden Chechnya itu juga diizinkan masuk dan shalat di dalam Ka’bah. [Ibnu K/Tarbiyah.net]





Reporter AS Memancing untuk Mengutuk Muslim, Jawaban Dalai Lama Mengejutkan


Unknown | 20.40 | ,

Wawancara Fox News dengan Dalai Lama
Wawancara Fox News dengan Dalai Lama
Terkait penembakan di Orlando, reporter Amerika Serikat (AS) dari Fox News mencoba memancing Dalai Lama agar mengutuk Muslim atau mengecam Islam.

Reporter itu berupaya menghubungkan penembakan Orlando dengan ekstremis Islam. Namun, jawaban Dalai Lama benar-benar di luar dugaan.

“Istilah ‘teroris muslim’ adalah istilah yang berlebihan. Saya pikir istilah ini salah. Teroris adalah teroris. Mereka bukanlah orang-orang yang mewakili agama dan mempraktikkan agama. Umumnya, muslim sejati adalah orang-orang yang mengagumkan. Islam mengajarkan rahmat, cinta,” kata Dalai Lama.






“Teroris, meskipun ada yang mengaku muslim, saya tidak menganggapnya sebagai muslim sejati.”

Tidak berhasil memancing Dalai Lama mengutuk muslim terkait penembakan di Orlando, reporter tersebut mencoba menggiringnya agar menentang pengungsi. Sekali lagi, jawaban Dalai Lama sungguh di luar dugaan.

"Semua orang Amerika kulit putih datang dari luar. Jadi saya pikir jika beberapa juta atau ratus juta berasal dari luar, maka Anda harus berpikir serius. Beberapa juta, dengan mudah ke dalam negara ini. Tidak ada masalah." [Ibnu K/Tarbiyah.net]




BPK: Jika Tak Kembalikan Kerugian Negara, Pejabat DKI Jakarta Akan Dipenjara


Unknown | 20.26 | ,

Ahok di pusaran kasus RS Sumber Waras
Ahok di pusaran kasus RS Sumber Waras (korannonstop.com)
Pejabat DKI Jakarta terancam sanksi pidana berupa hukuman penjara jika tidak mau mengembalikan indikasi kerugian negara Rp191 miliar terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras. Hal itu disampaikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Aziz, baru-baru ini.

Harry menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang, setelah diskusi dengan pimpinan KPK maka Pemprov DKI Jakarta wajib mengembalikan indikasi kerugian negara sebesar Rp 191 miliar..

"Apabila Pemprov DKI dalam waktu 60 hari sebagaimana ketentuan dalam perundang-undangan tak mengembalikan kerugian negara sebesar Rp191 miliar akan ada pidana yang dijatuhkan. Sanksi pidana itu berupa hukuman penjara satu tahun enam bulan," jelas Harry di Gedung BPK seperti dikutip Sindonews, Senin (20/6/2016).






Apakah pejabat DKI yang dimaksud adalah Ahok? Harry enggan bicara lebih jauh mengenai siapa pihak di lingkungan Pemprov DKI yang akan mendapat sanksi penjara tersebut.

Menurutnya, penegak hukum yang akan menentukan siapa yang akan dipenjara jika kerugian negara sebesar Rp 191 miliar itu tidak dikembalikan.

“Itu penegak hukum yang menentukan. Kita bukan penegak hukum," kata Harry.

Sebelumnya, BPK telah bertemu dengan KPK untuk membahas kasus pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras. Kini, kedua lembaga negara itu sepakat bahwa ada penyimpangan dalam kasus tersebut. Namun, KPK belum sepakat jika penyimpangan itu termasuk pelanggaran pidana. [Siyasa/Tarbiyah.net]



 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.