THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Heboh! Warga Jember Minta Tarif Dasar Listrik Diturunkan, Begini Reaksi Presiden Jokowi


Unknown | 18.03 | ,

Warga Jember Minta Tarif Dasar Listrik Diturunkan
Reaksi Presiden Jokowi saat warga Jember minta tarif dasar listrik diturunkan (Youtube)




Sebuah video viral di media sosial. Meskipun di sebagian akun Youtube video tersebut dihapus, namun terus bermunculan video serupa di akun-akun lainnya.

Video ini direkam di Jember, Jawa Timur, saat safari Presiden Joko Widodo di kota suwar-suwir tersebut, baru-baru ini.

Dalam video berdurasi 24 detik ini, tampak Presiden Jokowi menyalami warga yang berkerumun untuk menyambut kehadirannya di kota mereka.

Tak disangka, seorang warga berteriak. “Pak... Pak...”

Ketika Jokowi persis berada di depannya, warga itu pun melanjutkan.






“Pak, turunkan harga tarif dasar listriknya Pak, gak mampu masyarakat Pak,” katanya dengan volume cukup keras.

Ketika Jokowi melihat dan memberikan respon seperti bertanya “apa”, orang tersebut menlanjutkan lebih detil.

“Tarif dasar listri yang 900, bukan semua orang, bukan semua orang Pak itu Pak,” lanjutnya.

Presiden Jokowi tampak menjawab dengan mengatakan sesuatu, namun suaranya tidak terdengar di video yang dimungkinkan karena jauhnya dengan mic kamera atau smartphone yang merekamnya. Setelah itu Jokowi segera pergi dan tidak melanjutkan bersalaman dengan warga.








Megawati: Orang yang Sebut Jokowi Diktator adalah Pengecut


Unknown | 16.28 | ,

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri (Liputan6.com)




Mantan Presiden RI sekaligus Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri membela Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Perppu Ormas. Menurut Megawati, orang-orang yang menyebut Jokowi diktator adalah pengecut.

"Waktu kemarin saya bela Presiden, mungkin sudah baca di medsos, yang saya bilang Presiden dibilang diktator. Lalu buat apa ya termasuk saya susah-susah bikin Reformasi, sekarang dibilang diktator. Saya bilang orang itu pengecut," kata Megawati dalam pidatonya di Auditorium LIPI, lantai 2, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017), seperti dikutip Merdeka.

Megawati meminta bukti Jokowi adalah seorang diktator. Sebagai mantan Presiden, dirinya tahu persis bahwa seorang presiden diperbolehkan membuat Perppu.






Lebih lanjut Megawati mengatakan jika negara sudah dalam kondisi darurat dan genting, seorang presiden tidak akan diam saja. Harus ada upaya yang dilakukan agar negara tidak darurat.

Seperti diketahui, muncul tuduhan sejumlah pihak bahwa Jokowi diktator. Pasalnya, ia telah menerbitkan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Alasan kondisi genting dibantah karena Jokowi masih sempat vloging sehingga disimpulkan negara tidak genting sama sekali.

Jokowi pun membantah kalau dirinya diktator.

"Sekarang di medsos banyak yang menyampaikan, Presiden Jokowi itu otoriter, diktator. Masak wajah saya kayak gini wajah diktator," kata Jokowi sambil tertawa, saat menghadiri acara Pembukaan Pasanggiri Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017) lalu, seperti dikutip Detik. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Nak, Mereka Ingin Umat Islam Terpecah Belah


Unknown | 06.14 | ,

Sang Kyai
Salah satu adegan Film Sang Kyai




Beberapa pemuda datang tergopoh-gopoh menghadap seorang ulama.

“Kyai, ini yang dulu nyinyir saat kita aksi, sekarang mau demo besar-besaran,” kata salah seorang pemuda sembari menunjukkan gambar di tabletnya.

“Tidak. Tidak ada umat Islam yang nyinyir dengan aksi sesama umat Islam. Bahkan saya melihat cabang ormas ini buka posko dan ribuan anggotanya ikut aksi. Kita sama-sama memahami bahwa jika ada kemungkaran, hendaklah mengubah dengan tangannya, dengan otoritasnya. Jika kita tidak memiliki otoritas, ubah dengan lisan. Nah, aksi itu bagian dari taghyir bil lisan,” jawab Kyai dengan tenang.

“Tapi ini juga ada demonya pakai kata “bunuh” padahal dulu menuduh kita radikal dan lain-lain,” kata pemuda yang lain.

“Mengendalikan massa itu bukan pekerjaan mudah. Apalagi sering kali ada provokator yang mencoba menyusup.”

“Nah, itu Kyai. Berarti aksi kita dulu benar-benar luar biasa. Kita bisa angkat lagi ini agar masyarakat tahu kalau aksi kita itu paling damai dan tertib,” sergah pemuda itu.

“Allah tidak menyukai orang yang ujub. Lebih-lebih takabur. Apalagi kalau dicampur dengan tendensi menjatuhkan sesama muslim. Kita telah beramal dan Allah telah melihat amal kita. Lagi pula, dulu kan sudah sangat banyak berita yang mengapresiasi. Tidak perlu diungkit-ungkit lagi yang akan membuat musuh Islam senang.”

“Lho, musuh Islam senang, bagaimana Kyai?”






“Ketahuilah, mereka ingin melihat umat Islam terpecah belah. Bahkan mengupayakan itu. Mereka sangat takut jika umat Islam bersatu. Sebab kalau umat Islam sudah bersatu, Allah akan memberikan kekuatan yang tak terbendung pada umat ini. Karena itu, mereka selalu mencari celah agar umat Islam terus bermusuhan. Di antaranya dengan memprovokasi, ngipas-ngipasi, agar sesama umat Islam terus bertengkar.

Sering kali mereka juga memakai politik belah bambu. Sebagian kelompok umat Islam diangkat, sebagian kelompok umat Islam diinjak. Lalu sesama umat Islam saling iri, saling bermusuhan. Kadang mereka juga mencari-cari lalu menunjukkan kekurangan sebagian kelompok umat Islam agar sebagian kelompok umat Islam yang lain mencibir dan menyalahkannya. Lain waktu di balik, kelompok yang tadinya mencibir, gantian dicari-cari kelemahannya. Akhirnya umat Islam disibukkan dengan saling menjatuhkan.”

Pemuda-pemuda itu mulai manggut-manggut.

“Momen yang paling kritis biasanya saat seperti ini. Saat kita merasa mendapat kesempatan untuk menjatuhkan saudara kita. Kita menganggap saudara kita kompetitor. Kita merasa kalau saudara kita jatuh, kita akan menang. Padahal sesungguhnya kita kalah! Kalau kita bisa bersatu, kekuatan umat Islam 100%. Kalau kita menjatuhkan saudara kita di saat seperti ini, kekuatan umat Islam tinggal 50%, lebih mudah dihancurkan oleh mereka. Maka kita harus bersatu. Sesama umat Islam itu, harus bersinergi dalam hal-hal yang disepakati dan kita saling bertoleransi dalam hal-hal yang diperselisihkan terutama masalah khilafiyah. Di saat seperti ini, minimal kita diam. Jangan ikut ngipas-ngipasi karena itu yang diharapkan oleh musuh Islam. Kita ngipasi, saudara kita emosi, kita sendiri juga emosi, saling bermusuhan. Umat Islam hilang kekuatan. Jaga persatuan. Jaga persatuan. Insya Allah rahmat Allah akan datang.” [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]

*dialog imajiner untuk memahami konspirasi musuh Islam mencerai beraikan barisan umat Islam






Soal Demo Teriak “Bunuh Menteri”, Ini Sikap Istana


Unknown | 04.53 | ,

Demo teriak bunuh menteri




Meskipun banyak pihak mengatakan hoax, Istana menegaskan teriakan “bunuh menteri” saat demo di Jawa Timur terkait penolakan kebijakan program sekolah lima hari benar-benar terjadi. Istana pun akan mengambil sikap dengan menyerahkan kasus tersebut ke aparat.

“Sekarang ini kan semua orang mengatakan bahwa itu palsu, itu hoax, padahal kenyataannya kan ada. Dengan demikian, nanti aparat yang akan menelusuri itu,” Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/8/2017), seperti dikutip Republika.

Pramono menduga ada provokator sehingga para demonstran yang tak lain adalah pelajar meneriakkan ujaran kebencian tersebut.






Pramono mengimbau, masyarakat harus turut memberikan pendidikan kepada generasi muda untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian dan tindakan yang berlebihan.

Sebelumnya, beredar video unjuk rasa menolak kebijakan program sekolah lima hari. Yang membuat miris, dalam unjuk rasa yang disebut-sebut terjadi di Lumajang Jawa Timur itu, sejumlah santri meneriakkan yel-yel “bun*h, bun*h, bun*h menterinya, bun*h menterinya sekarang juga.” Tak hanya sekali, yel-yel itu diteriakkan beberapa kali.








Panglima TNI: Asing Gunakan Isu Intoleransi untuk Lemahkan Indonesia


Unknown | 21.48 | ,

Panglima TNI Jenderal Gatot
Panglima TNI Jenderal Gatot (Tribunnews.com)




Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menangkap ada pihak asing yang sedang memainkan isu intoleransi. Negara asing, menurut Jenderal Gatot, sangat berkepentingan untuk melemahkan persatuan dan kesatuan Indonesia serta memecah belah NKRI.

Isu intoleransi dinilai sangat tepat mengadu domba bangsa Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17 ribu pulau, 34 provinsi, 714 suku dan 1.100 bahasa lokal.

“Saat ini, benih-benih intoleransi sudah mulai dirasakan dan yang pasti didesain oleh pihak asing. Intoleransi merupakan cara untuk memecah belah Indonesia guna menguasai sumber daya alam yang melimpah. Inilah yang sekarang dihadapi bangsa Indonesia,” kata Gatot dalam siaran pers seperti dikutip Republika, Selasa (15/8/2017).

Karenanya, Gatot mengajak generasi muda Indonesia untuk menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dalam wadah NKRI.

Seruan itu disampaikan Jenderal Gatot menjelang HUT kemerdekaan RI ke-72. Jenderal Gatot juga menggagas Gerakan Doa Bersama 171717 (tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017) yang bertemakan 'Muroja’ah untuk Lebih Berkasih Sayang'. Gerakan 171717 itu digelar dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke-72. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






[Video] Ketika Muslim Diganggu Saat Sholat, Begini Reaksi Orang-Orang Barat


Unknown | 05.20 | ,

muslim diganggu saat sholat




Seorang pria muslim sedang shalat di teras sebuah gedung. Maklum, masih belum ada masjid seperti di Indonesia yang mudah dijumpai di mana-mana.

Mengetahui ada muslim shalat, sejumlah orang hanya mengamati dan sebagiannya merasa biasa seolah tak ada apa-apa. Namun, tidak demikian dengan seorang pria berjaket merah. Ia marah-marah dan mencaci maki muslim tersebut sembari menuduhnya teroris.

Bagaimana reaksi orang-orang menyaksikan penghinaan itu? Seorang pria paruh baya membela muslim tersebut. Ia mengatakan agar tidak mengganggu muslim tersebut. Ia menegaskan, muslim itu punya hak untuk shalat.

Saat pemuda berjaket merah itu menuduhnya teroris, pria paruh baya itu juga membelanya. Tak hanya pria paruh baya itu, pria berkaca mata juga membela muslim tersebut.

Di tempat lain, pria muslim tersebut tampak shalat di depan sebuah gedung. Lagi-lagi, pemuda berjaket merah mendatanginya untuk mengganggu dan menghina.






Bagaimana reaksi orang-orang menyaksikan penghinaan itu? Seorang wanita berbaju hitam membela muslim tersebut.

“Ini adalah negara yang menjunjung kebebasan,” tegasnya pada pemuda berjaket merah. “Ia bebas untuk sholat tanpa diganggu.”

Di kesempatan berikutnya, pria muslim itu tampak shalat di sebuah halaman. Agaknya halaman kampus. Di dekatnya, sejumlah pemuda sedang berdiskusi.

Saat pemuda berjaket merah mengganggu muslim yang sedang shalat itu, beberapa pemuda memperingatkannya. Mereka membela muslim tersebut.

Rupanya, pemuda berjaket merah yang terus mengganggu muslim yang shalat itu adalah temannya sendiri. Mereka berdua sedang melakukan eksperimen bagaimana reaksi orang-orang Barat saat muslim yang sedang sholat diganggu dan dihina. Alhamdulillah, sebagian orang Barat yang membela mereka dengan alasan HAM dan kemanusiaan.








Waktu Tinggal Sedikit, Sebaiknya Sholat Qobliyah Subuh atau Tahiyatul Masjid?


Unknown | 09.50 | ,

sholat qobliyah subuh
ilustrasi sholat qobliyah Subuh (Pinterest)




Seseorang bertanya kepada Ustadz Abdul Somad, ketika sampai di masjid waktunya tinggal sedikit dan hanya cukup untuk satu sholat, mana yang sebaiknya dilakukan apakah sholat qobliyah Subuh atau sholat tahiyatul masjid?

“Misalnya timer menunjukkan tinggal dua menit, kalau yang dilaksanakan tahiyatul masjid, tidak dapat qobliyah Subuh. Kalau yang dilaksanakan qobliyah Subuh, otomatis dapat tahiyatul masjid. Saya ulang sekali lagi, kalau sholat tahiyatul masjid, tidak dapat qobliyah Subuh. Kalau sholat qobliyah Subuh, otomatis dapat tahiyatul masjid,” jawab Ustadz Abdul Somad.

Namun, alumni Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Darul Hadits Maroko itu mengingatkan, jangan sampai pengetahuan ini justru membuat berlambat-lambat ke masjid. “Nanti sajalah kalau tinggal dua menit agar sekali dayung dua pulau terlampaui.”

Sholat qobliyah Subuh disebut juga dengan sholat sunnah fajar. Keutamannya sangat luar biasa, yakni lebih baik daripada dunia dan isinya.






رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at fajar (sholat qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Dua raka’at sholat qobliyah Subuh lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim)

Baca juga:
Sholat Dhuha
Sholat Tahajud

Rasulullah juga selalu menjaga sholat qobliyah Subuh dan tidak pernah meninggalkannya.

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR. Muslim)

Aisyah memberikan kesaksian:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR. Muslim)

Semoga kita dimudahkan untuk mengamalkan sholat qobliyah Subuh. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.