THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Wagub Djarot Peringatkan Ahok Soal Kutip Surat Al Maidah 51


Unknown | 19.58 | ,

Djarot
Pernyataan Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51 ternyata tidak hanya membuat umat Islam terluka. Pasangannya dalam Pilkada DKI 2017 juga gerah dengan pernyataan tersebut.

Djarot Saiful Hidayat pun memperingatkan Ahok agar tidak lagi mengutip ayat suci untuk kepentingan politik. Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku telah menegur Ahok bahkan menyarankan agar Ahok menggunakan selotip.

"Saya sudah kritik Ahok, kamu jangan lagi mengkritik sesuatu dengan ayat apa pun, pakai solatip lah sekarang," kata Djarot saat memberi pelatihan saksi kepada kader PDI Perjuangan di kawasan Puncak, Jumat (7/10/2016) seperti dikutip Viva.






Dari pada mengutip ayat suci, Djarot menyarankan agar Ahok menyampaikan prestasi dan kinerja yang telah dicapai selama memimpin Jakarta.

"Jangan menyinggung hal itu (ayat suci Alquran) saya ingatkan. Sampaikan apa yang sudah kita kerjakan. PDIP sudah sepakat kita pusatkan perhatian pada satu kawasan pembangunan menurut RPJMD," tambahnya.

Seperti diketahui, video Ahok menyebut warga dibohongi pakai Surat Al Maidah ayat 51 telah menjadi viral dan menggegerkan publik. Banyak umat Islam yang terluka dengan pernyataan itu. Bahkan para ulama seperti KH Abdullah Gymnastiar dan KH Arifin Ilham memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan yang dinilai melecehkan Al Quran itu. [Siyasa/Tarbiyah.net]



Ini Pernyataan Tegas Aa Gym Mengenai Pidato Ahok yang Melecehkan Al Quran


Unknown | 04.18 | ,

Aa Gym
Pidato Ahok di depan warga kepulauan Seribu yang melecehkan Al Quran telah melukai banyak umat Islam. Bahkan KH Abdullah Gymanstiar yang dikenal sebagai ulama lembut hati pun turut memberikan tanggapan tegas atas aksi Ahok tersebut.

Berikut ini video dan trasnkrip pernyataan tegas Aa Gym mengenai pidato Ahok yang telah melecehkan Al Quran.

“Hadirin hadirat, para pendengar dan siapapun yang menyimak acara ini. Kemarin terjadi kehebohan dengan viral tersebarnya cuplikan pidato saudara Ahok di Kepulauan Seribu. Saya menyimaknya beberapa kali, sehingga banyak umat Islam yang terluka. Berikut ini adalah statemen.

Bahwa Saudara Ahok sebagai etnis Tionghoa, itu adalah bukan pilihannya. Ini adalah takdir yang menciptakanya sehingga bukan wilayah kita untuk mengomentari etnis.

Dua, bahwa Saudara Ahok beragama non Islam, itu adalah pilihannya. Dan setiap orang berhak memilih apa yang akan dipertanggungjawabkannya dunia akhirat. Bagi kita umat Islam tidak ada masalah. Lakum dinukum waliya din.

Ada pun Saudara Ahok, memberikan statemen, pernyataan terhadap Al Quran dengan perkataan yang tidak pada tempatnya dengan cara yang tidak pada tempatnya, ini adalah perbuatan melampaui batas. Ini adalah perbuatan tercela. Ini adalah perbuatan yang akan menimbulkan konsekuensi dari perkataannya.

Oleh karena itu, sangat bisa dimaklumi jikalau umat Islam merasa tersinggung, terluka oleh pernyataan yang melampaui batas ini. Apalagi seorang yang diberikan cobaan jadi pimpinan di Jakarta.






Kepada umat Islam seluruhnya, bahwa takdir adanya kejadian ini adalah ladang untuk beramal dan pencerah pemikiran serta sikap kita. Ini alat ukur apakah hati kita tersinggung atau tidak. Kalau kita merasa biasa-biasa saja Al Quran diremehkan, maka itu menunjukkan kadar keimanan kita yang masih sangat rendah.

Andaikata kita tersengat, merasa terluka, maka ini kita syukuri. Bahwa kita masih peduli dan menghormati kalam Allah. Namun pada saat yang sama, kita pun harus menyikapi orang yang melampaui batas ini dengan sikap yang ada dalam koridor akhlakul karimah. Islam tidak mengenal kezaliman terhadap siapapun. Kita sikapi perbuatan Ahok ini dengan sikap yang tidak melampaui batas. Bahkan menunjukkan bagaimana Islam menyikapi dengan sikap terhormat akhlakul karimah.

Sebaiknya kita ingatkan saudara Ahok, bahwa perbuatan ini perbuatan yang sangat salah. Dianjurkan untuk memohon maaf secara terbuka kepada umat Islam. Diakui dengan jujur dan tidak boleh mengulanginya lagi. Dan andai pun sudah meminta maaf secara terbuka, umat Islam adalah pemaaf.

Namun, jikalau merasa tidak bersalah, dan tetap melakukan perbuatan seperti ini maka mari kita selesaikan dalam koridor hukum. Kita tuntut keadilan lewat koridor yang benar-benar diharapkan bisa menuntaskan ini dengan sikap yang adil.

Banyak hikmah kejadian ini. Nyata bahwa pemimpin yang berbeda aqidah tidak akan pernah bisa memahami apa yang kita muliakan, kita hormati. Sulit bagi pemimpin yang berbeda aqidah akan memuliakan Allah karena tidak mengimaninya. Tidak akan bisa menghormati Al Quran karena tidak mengimaninya. Tidak akan bis amenghormati dan memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana mestinya karena tidak mengimaninya. Nyatalah bahwa Al Quran, tujuh ayat memerintahkan kita untuk tidak memilih orang yang berbeda aqidah karena memang tidak akan pernah bisa memuliakan Allah, memulikan kalam Allah, memuliakan Rasulullah sebagaimana mestinya.

Semoga adanya kejadian ini benar-benar kita semua memahami apa yang semestinya kita lakukan. Mudah-mudahan semua pihak mendapat pelajaran dan mengambil hikmah.”






Di Depan Warga Kepulauan Seribu, Ahok Sebut Surat Al Maidah 51 Membodohi Warga


Unknown | 19.17 | ,

Ahok
Ahok kembali melontarkan pernyataan yang melecehkan Al Qur'an. Ahok menyebut surat Al Maidah ayat 51 telah membodohi dan membohongi warga untuk tidak memilihnya dengan ancaman neraka.

"Kalau Bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Kalo bapak ibu merasa, ga milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya gapapa" kata Ahok sewaktu berkunjung di Kepulauan Seribu dan diunggah ke Youtube pada Senin (26/9/2016) lalu.

Pernyataan Ahok ini langsung menuai kecaman keras dari umat Islam. Sebab Ahok dinilai telah melecehkan Al Quran dan memusuhi umat Islam.

Tokoh anti PKI Alfian Tanjung melalui akun Facebook pribadinya mengungkapkan bahwa pernyataan Ahok tersebut semakin jelas memperlihatkan bahwa Ahok memusuhi Islam.






"Sudah semakin Jelas, Basuki Podomoro ini memang musuh Islam," tulis Alfian Tanjung, Rabu (5/10/2016), seperti dikutip Islamedia.

Tak terhitung jumlah netizen yang mengecam dan memprotes pernyataan Ahok tersebut. Ada pula yang menilai Ahok panik.

“Ahok mulai panik, hasil survey suaranya mulai menurun terus,,, biarkan dia berkata terus seperti itu,dan suaranya semakin anjlok,” kata Kang Uli. [Siyasa/Tarbiyah.net]





[Video] Penyesalan Ibu yang Kurang Perhatian pada Buah Hati


Unknown | 20.17 | ,

ibu yang tak dirindukan
Apa yang akan terjadi jika seorang ibu jarang membersamai anak-anaknya? Sebagai gantinya, ia serahkan anak-anak pada suster. Kalaupun ada waktu bertemu, tidak 100% fokus bersama anak. Masih sambil bermain smartphone, chatting dan sibuk dengan teman-teman online.

Ketika anak-anak bicara tidak didengarkan dengan sepenuh hati. Wajah dan tubuh tidak menghadap ke anak tetapi sekenanya saja sambil bermain smartphone. Secara fisik ada di dekat anak, namun tidak menyatu bersama mereka. Tidak bermain bersama anak-anak.






Video ini menunjukkan bagaimana akibat tidak dekat dengan anak-anak. Akhirnya, anak-anak pun menjadi tidak dekat dengannya. Anak-anak menjadi lebih mencintai susternya. Lebih memilih memeluk susternya daripada memeluk ibunya sendiri. Lebih merindukan susternya daripada merindukan ibu sendiri.

Maka mulai sekarang, ubahlah cinta dan perhatian ke anak-anak. Jadilah orangtua yang dirindukan.





Disuruh Polri Buktikan Bisa Gandakan Uang, Jawaban Taat Pribadi Ini Bikin Ngakak


Unknown | 19.37 | ,

Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Anggota DPR RI Akbar Faizal menilai Dimas Kanjeng Taat Pribadi tidak lebih dari seorang penipu, meskipun banyak orang yang masih percaya dan menjadi pengikutnya seperti Marwah Daud Ibrahim.

Akbar Faizal menuturkan bagaimana jawaban Taat Pribadi di Polda Jatim saat diminta oleh polisi untuk membuktikan bahwa dirinya bisa menggandakan uang sebagaimana diklaim oleh para pengikutnya.

“Maaf, saya sedang stres,” jawab Taat Pribadi saat itu seperti ditirukan Akbar Faizal.






“Jin saya terkena gas air mata,” jawab Taat Pribadi pada kesempatan yang lain.

Jawaban-jawaban itu pun membuat sebagian polisi tak bisa menahan tawa. Dan hanya jawaban-jawaban seperti itu yang keluar dari Taat Pribadi tanpa pernah bisa membuktikan bahwa dirinya benar-benar bisa menggandakan uang.

“Saya ingin, kepada masyarakat yang merasa tertipu tolong datang untuk melaporkan orang ini (Taat Pribadi, red). Karena sejujurnya orang ini adalah penipu,” tegas Akbar Faizal di acara ILC, Selasa (4/10/2016) malam. [Ibnu K/Tarbiyah.net]



Keutamaan Bulan Muharram


Unknown | 04.32 | ,

Keutamaan bulan Muharram
Bulan Muharram. Bulan pertama dalam kalender hijriyah ini merupakan bulan yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Bulan Muharam adalah bulan haram


Bulan Muharram merupakan salah satu bulan haram. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu..” (QS. At-Taubah : 36)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa ada 12, mulai dari bulan Muharram hingga bulan Dzulhijjah. Di antara dua 12 itu ada empat bulan haram yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ashurul haram (bulan haram), termasuk bulan Muharram ini adalah bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bulan-bulan haram memiliki kesucian, dan karenanya menjadi bulan pilihan. Di antara bentuk kesucian dan kemuliaan bulan-bulan itu adalah kaum muslimin dilarang berperang, kecuali terpaksa; jika diserang oleh kaum kafir. Kaum muslimin juga diingatkan agar lebih menjauhi perbuatan aniaya pada bulan-bulan haram.

Ketika menafsirkan ayat ini, Imam At-Thabari dalam Tafsirnya mengutip atsar dari Ibnu Abbas r.a. : "Allah menjadikan bulan-bulan ini sebagai bulan-bulan suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih pada bulan ini juga lebih besar."

2. Bulan Muharram merupakan bulan pertama


Keutamaan kedua dari bulan Muharram adalah sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah. Tahun baru hijriyah yang didasarkan pada hijrah. Sudah seharusnya, kaum muslimin mengambil semangat hijrah itu dalam kehidupannya.

Sungguh, hijrah merupakan perjuangan monumental yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Mereka rela meninggalkan segala harta, termasuk rumah dan perabotnya, menuju Yatsrib yang kemudian dikenal sebagai Madinah. Mereka rela meninggalkan tanah air menuju tanah yang tidak jelas peluang bisnis maupun ladang pekerjaan di sana. Bahkan lebih dari itu, dengan hijrah tidak sedikit para sahabat yang mempertaruhkan nyawa mereka. Termasuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar, yang dikejar dan diburu hidup atau mati.

Tanpa hijrah, mungkin tidak ada peradaban Islam yang dimulai Rasulullah dari Madinah. Tanpa hijrah, mungkin tidak akan ada kemenangan demi kemenangan yang diraih Rasulullah dan para sahabatnya hingga mampu memfutuhkan Makkah dan menyebarkan Islam ke seluruh jazirah Arab. Hingga sekarang Islam dipeluk oleh sekitar 2 milyar penduduk bumi.

Karena itulah, ketika Umar bin Khatab hendak menentukan tahun baru Islam, beliau memilih tahun hijrah sebagai tahun pertama. Muharram sebagai bulan pertama, yang di waktu itu juga dimulai perjalanan hijrah oleh beberapa sahabat, lalu secara besar-besaran para sahabat berbondong-bondong hijrah pada bulan Safar. Hijrah yang diambil sebagai titik tolak peradaban Islam. Maka kalender Islam pun disebut sebagai kalender hijriyah.

Lalu bagaimana kita mengambil ibrah dari peristiwa hijrah yang terjadi 1438 tahun yang lalu? Sedangkan Rasulullah telah mensabdakan,

لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ

“Tidak ada hijrah setelah futuhnya Makkah” (HR. Bukhari)

Perlu diketahui, bahwa maksud hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini adalah, tidak lagi wajib hijrah dari Makkah setelah itu futuhnya. Karena tidak ada kewajiban untuk hijrah dari negeri Muslim.

Yang perlu dilakukan adalah, ketika kita hidup di sebuah tempat yang tidak islami, yang membahayakan agama kita, keluarga dan anak-anak kita, saat itulah kita dianjurkan hijrah ke tempat yang lebih kondusif sehingga kita bisa menjalankan Islam dengan baik.

Sedangkan semangat hijrah yang lebih luas adalah seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah” (HR. Bukhari)

Inilah hakikat hijrah, inilah semangat hijrah, dan inilah kesempatan bagi setiap muslim: hijrah adalah meninggalkan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka ketika kita berusaha beralih dari kemaksiatan menuju ketaatan, itu adalah hijrah. Ketika kita berusaha meninggalkan kezaliman menuju keadilan, itu adalah hijrah. Ketika kita berusaha mengubah hidup kita dari kejelekan menjadi kebaikan, itu adalah hijrah.




3. Puasa di bulan Muharram adalah puasa terbaik


Keutamaan ketiga dari bulan Muharram adalah disunnahkannya puasa tasu'a dan ayura pada bulan ini. Bahkan puasa tasu'a dan asyura serta puasa sunnah lainnya (senin kamis, ayamul bidh, puasa daud), nilainya menjadi puasa yang paling mulia setelah Ramadhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling mulia setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam” (HR. Muslim)

Secara khusus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan puasa asyura dalam sabda beliau:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, "ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Sedangkan mengenai puasa tasu'a, Rasulullah berazam untuk menjalankannya, meskipun beliau tidak sempat menunaikan karena wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba. Lalu para sahabatnya menjalankan puasa tasu'a seperti keinginan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إذا كان العام المقبل صمنا يوم التاسع

“Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu'a (kesembilan)” (HR. As-Suyuthi dari Ibnu Abbas, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami')

4. Bulan Muharram disebut Syahrullah


Keutamaan keempat dari bulan Muharram adalah bulan ini disebut sebagai syahrullah (bulan Allah). Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling mulia setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam” (HR. Muslim)

Meskipun seluruh bulan adalah ciptaan Allah, bulan Muharram secara khusus disebut sebagai bulan Allah menunjukkan kemuliaan bulan ini. Menurut As Suyuthi, karena nama bulan Muharram merupakan nama yang islami tidak sebagaimana nama-nama bulan lainnya yang telah ada sejak zaman jahiliyah. Dulunya, bulan ini disebut sebagai Shafar awwal, lalu di zaman Islam dinamakan bulan Muharram.

Al Hafizh Al ‘Iraqi menjelaskan bahwa hikmah dinamakan syahrullah karena bulan Muharram merupakan bulan haram dan bulan pertama dalam penanggalan Islam.

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]



Polisi Curiga Dimas Kanjeng Punya Selembar Uang Euro Setara Rp 14 Miliar, Ternyata...


Unknown | 21.18 | ,

Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Polisi sedang fokus mendalami asal-usul sejumlah benda “aneh” yang ditemukan dalam penggerebekan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Di antaranya adalah sekoper mata uang asing, dapur ATM dan jubah duit emas. Benda-benda itu digunakan Dimas Kanjeng untuk mengelabui para pengikutnya.

Sembilan mata uang asing disimpan dalam koper khusus. Masing-masing dikelompokkan berdasarkan mata uang-nya. Dollar Singapura diikat dalam bundel tersendiri. Dinar Iraq diikat dalam bundel tersendiri. Bath Thailand diikat dalam bundel tersendiri.






Di antara sekian banyak mata uang itu, ada beberapa yang janggal. Salah satunya adalah mata uang Euro bertuliskan 1.000.000.

Awalnya, polisi tidak terlalu curiga dengan lembaran uang itu sebagaimana lembaran uang lainnya. Namun setelah mendapat informasi bahwa pecahan mata uang Euro terbesar adalah 500, polisi langsung curiga.

Ternyata lembaran uang yang satu lembarnya senilai Rp 14 miliar itu adalah uang palsu. Sebab pecahan mata uang Euro paling tinggi adalah 500. [Siyasa/Tarbiyah.net]



 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.