THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Arnoud Van Doorn: Aksi 212 Contoh Hebat untuk Muslim Eropa


Unknown | 17.54 | ,

Arnoud Van Doorn - Aksi 212
Aksi Bela Islam III yang digelar pada 2 Desember lalu telah meningkatkan reputasi umat Islam Indonesia di mata masyarakat internasional. Tak hanya tokoh Timur Tengah, tokoh Eropa pun mengapresiasi Aksi 212.

Arnoud Van Doorn, mantan Wakil Ketua Partai Kebebasan (PVV), menyebut bahwa aksi jutaan muslim Indonesia itu merupakan contoh yang hebat untuk muslim Eropa.

“Lebih dari 4 juta Muslim melakukan protes untuk menuntut hak mereka di Indonesia. Contoh hebat untuk Muslim di Eropa,” kata Van Doorn melalui akun Twitter pribadinya, Sabtu (3/12/2016) lalu.






Ketika mendapat banyak info bahwa jumlah peserta Aksi 212 mencapai 7 juta, Van Doorn pun meretwit info tersebut dan meralat jumlahnya melalui twit berikutnya. “Jumlahnya mencapai 7 juta,” kata Van Doorn.



Van Doorn adalah mantan politisi terkemuka. Bersama Geert Wilder, ia pernah membuat film Fitna pada tahun 2008.

Namun, pada tahun 2013, Van Doorn mendapat hidayah dan masuk Islam. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam di dunia karena telah memproduksi film anti-Islam dan berjanji akan memperbaiki kesalahan itu. Saat naik haji, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama di Masjid Nabawi.

Setelah masuk Islam, Van Doorn pun banyak berubah. Banyaknya perubahan positif ini membuat putra tertuanya juga masuk Islam pada tahun 2014. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Lihat Tanda-Tanda di Indonesia, Ulama Palestina: Semoga Kalian yang Dimaksud Rasulullah


Unknown | 04.57 | ,

Aksi 212
Aksi 212 (foto Antara/Sigid Kurniawan)
Rasulullah pernah mensabdakan bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur. Setelah melihat tanda-tanda yang terjadi di Indonesia, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah menyampaikan harapannya, semoga yang dimaksud Rasulullah itu adalah umat Islam Indonesia.

Sebab bangsa-bangsa lain sudah pernah dipilih Allah untuk menjayakan agama Islam. Arab sudah, Persia sudah, Kurdi sudah, Mamluk sudah, Turki juga sudah.

Berikut ini harapan Syaikh Abu Bakr seperti dikisahkan Ustadz Salim A Fillah di situs pribadinya salimafillah.com pada 13 Juli 2015. Mungkin setelah melihat Aksi 212, tanda-tanda yang dilihat Syaikh Abu Bakr semakin jelas.

***

Suatu saat kami sedang duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”

Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya“, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama dan Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul dan anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaallah.”

Aksi 212 Jadi Perhatian Dunia, Ini Liputan TV Aljazeera


Unknown | 23.02 | ,

Aksi 212 Aljazeera
Aksi 212 tidak hanya mendapat apresiasi secara nasional, namun juga menjadi perhatian dunia internasional. Bagaimana tidak, aksi yang diikuti jutaan massa itu berjalan tertib, damai bahkan tidak meninggalkan sampah dan tidak pula merusak taman.

Di antara media internasional yang meliput secara obyektif Aksi 212 hingga menampilkan tuntutan “tangkap ahok” adalah Aljazeera.

Aljazeera tidak hanya merilis aksi 212 di website, namun juga menyiarkan aksi itu di stasiun televisi yang bisa ditonton dari berbagai negara.






Sedikitnya, selama 2 menit 28 detik, TV Aljazeera menayangkan Aksi 212. Tayangan ini kemudian menyebar dengan cepat di situs berbagi video Youtube dan juga media sosial.

Anda yang masih penasaran seperti apa liputan Aksi 212 dari TV Aljazeera, berikut ini videonya:









Allahu Akbar! Doa Ary Ginanjar 1,5 Tahun Lalu Terjawab dengan Aksi 212


Unknown | 18.02 | ,

Aksi 212 Ary Ginanjar
Ary Ginanjar Agustian, penggagas Metode ESQ dan pendiri Lembaga Training ESQ, pernah berdoa dan memimpikan shalat Jumat meluber ke jalan-jalan raya seperti sebuah foto yang ia unggah di Facebook, 17 April 2015.

Rupanya, doa dan impian Ary Ginanjar itu terkabul 1,5 tahun kemudian. Dengan jumlah jamaah yang jauh lebih banyak, 7 juta muslim shalat Jumat berjamaah dalam Aksi 212.

“Terbayang suatu saat nanti sholat jumat dan sholat-sholat fardhu lainnya berjamaah serentak seperti ini, Ya Allah wujudkan harapan dan impian kami Ya Rabb,” tulisnya melalui akun Facebook @Ary.Ginanjar.Agustian, Jumat (17/4/2015).






Seperti diketahui, jutaan umat Islam menggelar shalat Jumat di Monas, memanjang hingga Bundaran HI bahkan sampai ke Cempaka Putih, 2 Desember 2016. Sebelum shalat Jumat, jutaan muslim itu juga mengikuti dzikir dan doa bersama serta tausiyah para ulama. Rangkaian acara itu merupakan Aksi Bela Islam III yang juga dikenal Aksi 212.



Selain bermunajat kepada Allah, Aksi 212 juga menyuarakan tuntutan umat Islam kepada pemerintah dan pihak yang berwenang agar tersangka penista agama, Ahok, diadili seadil-adilnya.

“Tahan Ahok,” demikian tertulis besar di dua balon udara GNPF-MUI di atas panggung Aksi 212.

Jutaan muslim juga berkali-kali menyuarakan “Tangkap Ahok, Tangkap Ahok!” dalam Aksi super massa super damai itu. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Aksi 212 Jadi Jalan Hidayah Peneliti, Denny JA Gubah Puisi Ini


Unknown | 16.42 | ,

Peserta Aksi 212 menangis saat Ust Arifin Ilham pimpin doa
Peserta Aksi 212 menangis saat Ust Arifin Ilham pimpin doa
Aksi Super Damai 212 tak hanya menakjubkan. Aksi yang diikuti jutaan umat Islam itu juga menjadi sarana hidayah bagi seorang wanita peneliti.

Ia yang awalnya hadir hanya untuk mengamati, tersentuh hati, larut dalam doa dan akhirnya menangis tak henti-henti. Ia pun kembali menunaikan shalat setelah 10 tahun meninggalkannya.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menuangkan kisah itu dalam sebuah puisi. Ini dia puisinya yang berjudul Satu Jumat di Monas 2 Desember 2016 dan dimuat di Republika, Sabtu (3/12/2016).

Satu Jumat di Monas 2 Desember 2016


Hari itu ada yang beda
Awalnya adalah doa

Ya Allah, kurasakan sentuhanMu
Kulihat jejakMu
Kualami tak pernah
Sebanyak itu manusia

Siapa kuasa kumpulkan mereka
Datang dari aneka wilayah
Menyatu dalam girah
Menyemut doa
Di Monas Jakarta
Jumlah mereka berjuta

Ya Allah
Tumbuhkan benih di hati mereka

Ibu itu terus titikan air mata
Sedari tadi ekspresikan kata
Mensyukuri kehadirannya
Mensyukuri semua
Berjuang untuk agama

Mona duduk di sebelahnya
Terdiam merasakan cinta
Ia catat dengan seksama
Monas punya peristiwa

Berbeda dengan umumnya mereka
Mona datang bukan sebagai pembela
Sudah lama ia tinggalkan agama
Mona hadir sebagai pengamat belaka
Untuk menggali data dan fakta
Ia menyamar seolah pembela

Ketika orang bedoa
Ia berpura berdoa
Ketika orang bertakbir
Ia berpura bertakbir
Ketika orang berzikir
Ia berpura berzikir
Ketika orang sholat
Ia berpura sholat

Namun kini tersentuh si Mona
Doa dan tangis ibu di sebelahnya
Seolah wahyu dikirim padanya
Dengan sengaja
Mengetuk ia punya jiwa

Mona mencoba menerpa
Ia anggap ilusi belaka
Namun doa ibu di sebelah
Terngiang semakin menggoda

"Ya Allah
Tumbuhkan benih di hati mereka"

Perang dalam batin Mona
Terus bergelora
Remuk redam jiwa
Ia kehilangan daya
Getar menyelinap penuh tenaga

"Ya Allah
Tumbuhkan benih di hati mereka"

Mona mencoba
Hatinya mengeja
Disebutnya kembali nama itu
Yang lama hilang dari kalbu
Allah, Allah
Ampun Ya Allah

Hatinya membara
Tak tahu mengapa
Ada haru alang kepalang
Mona menangis
Sejadinya ia tahan
Allah, Allah
Ampun ya Allah

Mona melihat angkasa
Langit ikut membujuknya
Awan merayunya
Melalui hujan gerimis
Mengguyur Monas dengan manis

Untuk pertama kalinya
Setelah sepuluh tahun alpa
Mona Shalat kembali
Tumbuhkan benih di hati

Shalat itu sudah ia niatkan
Awalnya untuk domplengan
Akhirnya ia tergoda
Dengan shalat, iapun hijrah

Namun ada yang beda
Itu Jumat 2 desember 2016
Ada yang tak biasa
Itu Jumat 2 desember 2016
Ada yang istimewa
Itu Jumat 2 desember 2016

Ia berdoa dalam kerumunan
terbesar sepanjang sejarah
Ia sholat dalam kerumunan
terbanyak sepanjang sejarah

Mona terus menangis
titikkan air matanya di Monas
Alam ikut menangis
Titikkan hujan di Monas

5 Jasa Polri atas Suksesnya Aksi 212, Husnuzhan Mode On


Unknown | 08.27 | ,

Di balik suksesnya Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 (Aksi 212), ada peran banyak pihak yang tak bisa diremehkan. Tidak terkecuali Polri. Meskipun beberapa langkah Polri dinilai kontroversi, ternyata dengan pendekatan baik sangka (husnuzhan), semuanya berjasa untuk mensukseskan Aksi 212.

Berikut ini 5 jasa Polri atas suksesnya Aksi 212:

Melarang Bus Mengangkut Peserta Aksi


Menurut banyak pihak, beberapa hari sebelum aksi ada larangan dari polisi kepada perusahaan oto bus agar tidak mengangkut peserta Aksi 212. Ketika membuat kesepakatan dengan GNPF-MUI, Senin (28/11/2016), Kapolri menegaskan bahwa tidak boleh ada larangan bagi perusahaan transportasi untuk mengangkut peserta Aksi 212.

Meskipun demikian, di lapangan masih banyak laporan bus-bus yang tidak mau mengangkut peserta. Yang mencuat adalah pengakuan PO Haryanto yang viral setelah diberitakan secara masif oleh media-media Islam. (Baca: Dilarang Angkut Peserta 212, PO Haryanto: Lebih Baik Gak Punya Apa-Apa daripada Jadi Musuh Tuhan)






Ada pula yang menjelang berangkat busnya dibatalkan secara mendadak. Misalnya 18 bus yang telah dibooking Daarut Tauhid, bus yang disewa Pemuda Muhammadiyah Gresi, dan lain-lain.

Sebagian orang menilai pelarangan ini adalah cara menghambat Aksi 212, padahal jika dicermati, pelarangan ini justru mengkristalisasi komitmen umat Islam untuk berangkat ke Jakarta. Sebab semakin umat Islam ditekan, mereka akan semakin militan.

Karena dilarang naik bus, ribuan santri Ciamis kemudian berjalan kaki. Efeknya luar biasa. Terjadi resonansi, semangat dan militansi Ciamis menular ke seluruh penjuru negeri. Muslim Bogor, Bandung dan Depok akhirnya juga melakukan aksi yang sama: jalan kaki ke Jakarta. Dan terjadilah gelombang semangat menghadiri Aksi 212.

Memindahkan Tempat Aksi ke Monas


Kapolri telah membuat kesepakatan dengan GNPF-MUI, Senin (28/11/2016). Di antara isinya adalah memindahkan aksi 212 dari Jalan Thamrin ke Monas. Sebagian orang menilai pemindahan tempat pusat acara ini sebagai “mempersulit” padahal ini merupakan “perluasan” tempat.

Dengan memusatkan acara di Monas, maka Thamrin dan Bundaran HI pun tetap bisa dipakai karena Monas yang hanya berkapasitas 800.000 ribu tidak akan muat menampung jutaan peserta Aksi 212.

Merazia Bus Peserta Aksi 212


Di sejumlah tempat, polisi menghentikan bus untuk melakukan pemeriksaan. Semacam razia. Sebagian orang merasa ini juga upaya untuk menghambat, memperlambat perjalanan menuju Jakarta. Sejumlah laporan masuk ke BedaMedia, pemeriksaan terjadi di Surabaya, Rembang, Semarang, dan Brebes. Bahkan yang dari Sumatera melalui lebih dari 10 pemeriksaan.

Jika direnungkan, sesungguhnya pemeriksaan itu bermanfaat. Apa manfaatnya? Dipastikan bus-bus yang menuju Jakarta aman. Tidak ada “penyusup” yang bisa membahayakan atau membawa senjata tajam. Kalaupun ada yang berniat menyusup, mendengar ada razia, mereka mungkin juga akan membatalkan rencananya.




Memeriksa tas peserta yang masuk Monas


Saya mengira masih pagi. Sekitar jam 5:30 WIB masuk Monas, sedangkan acara baru akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Ternyata dugaan saya salah, puluhan shaf terdepan sudah penuh. Padahal untuk masuk ke Monas, peserta diperiksa oleh aparat yang disiagakan di setiap pintu masuk.

Pemeriksaan sewaktu masuk Monas, menurut sebagian orang juga menghambat. Namun sebenarnya sangat baik. Memastikan semua orang yang masuk ke Monas tidak membawa apa pun yang membahayakan.

Mengamankan jalannya Aksi 212


Kalau ini, insya Allah semua sependapat bahwa acara yang melibatkan banyak massa harus didukung pengamanan kepolisian. Dan alhamdulillah polisi hadir dengan baik. Sedikitnya 40.000 personil dikerahkan, termasuk 499 pasukan Asmaul Husna yang memakai kopyah dan surban putih. Tak hanya menjaga, mereka juga melantunkan asmaul husna di sela-sela pra acara. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]






Terbaring Sakit, Alasan Ibunda Perintahkan Peggy Melati Sukma Ikut Aksi 212 Mengharukan


Unknown | 02.27 | ,

Peggy Melati Sukma saat Aksi 212
Peggy Melati Sukma saat Aksi 212 (TransTV)
Banyak kisah menarik dan mengharukan di balik Aksi 212. Tak hanya dari kalangan masyarakat umum, kisah mengharukan juga dialami oleh artis.

Peggy Melati Sukma, salah satunya. Artis cantik itu datang mengikuti Aksi 212 padahal ibunya sedang sakit. Namun di situlah kisah mengharukannya.

Sejak pagi, Peggy telah hadir di Monas. Bersama Urban Syiar dan Yayasan Sahabat Surga di bawah koordinasi Daarut Tauhid, Peggy membagikan madu kepada peserta Aksi 212.

“Dari Urban Syiar sendiri menyediakan 5.000 botol madu dan agak siang juga ada madu curah agar teman-teman kita peserta Aksi terjaga staminanya,” kata Peggy ketika diwawancarai wartawan di Pintu Barat Monas, Jumat (2/12/2016).






Peggy selalu mengikuti rangkaian Aksi Bela Islam. Ia hadir dalam Aksi Bela Islam I pada 19 Oktober lalu dan juga hadir pada Aksi Bela Islam II pada 4 November. Menjelang Aksi Bela Islam III, ibunya sakit sehingga Peggy ingin menemaninya dan tidak ikut ke Monas. Namun, Peggy justru luluh ketika sang ibunda menyuruhnya berangkat untuk turut berjuang menyuarakan hati kaum muslimin.

“Sebetulnya ibunda saya sedang sakit dalam keadaan tidak bisa bangun. Dalam keadaan sakit yang cukup payah, gitu ya. Dan saya sudah menyampaikan bahwa saya tidak akan turun aksi hari ini. Sesuai pesan alim ulama, yang tidak ikut aksi bisa berdzikir dan berdoa dan saya ingin melakukan itu di samping ibu saya. Tapi ibu saya justru mengatakan ini jihadnya beliau,” kata Peggy.

Ibunda Peggy mengatakan bahwa mengirimkan anak-anaknya untuk berjuang membela Islam adalah jihad baginya.

“Tinggalkan Mama, serahkan kepada Allah, insya Allah dijaga oleh Allah,” kata ibunda kepada Peggy.

Peggy pun berharap pahala dari kesertaannya dalam Aksi 212 menjadi amal shalih bagi ibunya.

“Insya Allah ini jihad ibu saya, mudah-mudahan Allah memberikan kesembuhan bagi beliau. Mudah-mudahan, jika ada pahala yang diberikan Allah dalam aktifitas ini maka itu adalah untuk ibu saya, insya Allah,” harap Peggy. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.