THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Beredar Surat Ancaman PKI kepada Ulama, Sebut Islam sebagai “Agama Arab”


Unknown | 20.53 | ,

Surat ancaman PKI
Surat ancaman PKI yang beredar di Twitter




Jagat Twitter dihebohkan dengan foto surat ancaman dari Partai Komunis Indonesia (PKI) agar ulama berhenti mendakwahkan  agama. Yang menjadi sorotan, dalam surat itu PKI menyebut Islam sebagai agama Arab.

Surat tertanggal 25 Juli 1953 itu ditujukan kepada KH Djahari. Berisi ancaman agar beliau menghentikan gerakan dakwahnya.

“Dengan ini kami peringatkan kepada kamu yang mempunyai kedudukan sebagai Agen Agama Arab, penyebar agama di kawan/pembantu DI sebagaimana yang telah kami peringatkan pada rapat umum PKI di Lapang olah Raga Tjibeuroum. Supaya seterimanya peringatan ini, supaya tobat, supaya menghentikan semua geraknya, supaya kembali kepada agama Karuhun kita Siliwangi. Tentang Tuhan Allah yang kamu takuti tentang Muhammad penipu yang kamu puja, biarkan kami yang menumpas/melawannya,” demikian isi surat tersebut.

“Kami menunggu bukti tobat kamu. Awas, awas, sekali lagi awas. Ingatlah pembalasan dari kami kaum proletar.”

Di Twitter, foto surat yang diunggah oleh @laskarcyb3r itu telah diretwit ribuan kali. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Ini Tanggapan Tokoh atas Pernyataan: Kalau Mau Jadi Orang Islam Jangan Jadi Orang Arab


Unknown | 20.53 | ,

Megawati Sokearnoputri pada HUT PDIP ke-44
Megawati Sokearnoputri pada HUT PDIP ke-44, 10 Jan 2017 (Antara)




Dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-44 PDIP di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017), Megawati Soekarnoputri menyebut “kalau kamu mau menjadi orang Islam, jangan jadi orang Arab.”

Entah apa maksud Ketua Umum PDIP itu. Namun, sejumlah tokoh memberikan jawaban telak jika maksudnya adalah anti-Arab atau menjauhkan Islam dari Arab. (Baca: Heboh Pidato Megawati “Kalau Mau Jadi Orang Islam, Jangan Jadi Orang Arab”)

“Aneh, dari dulu bangsa Indonesia gak ada masalah sama orang Arab. Orang-orang Arab menyatu dengan baik bersama masyarakat Indonesia. Kenapa sekarang ada yang anti Arab?” kata Pendiri Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Akmal Sjafril melalui akun Twitter pribadinya, @malakmalakmal, Kamis (12/1/2017).

“Bahasa Arab paling banyak diserap. Qur'annya berbahasa Arab. Yang awal-awal dukung kemerdekaan NKRI adalah negara-negara Arab. Jangan tengil-tengil amat lah sama Arab,” lanjutnya.






“Arab solid dukung kemerdekaan NKRI. Kira-kira antek mana yang benci Arab?,” tandasnya sembari mengunggah foto surat kabar berisi pernyataan Sekretaris Umum Perserikatan Negara-Negara Arab.



“Pendiri NU dan Muhammadiyah sama-sama belajar di Arab. Ente yang anti Arab, berarti anti NU dan Muhammadiyah ya?,” kata Akmal.

Ustadz Moh Fauzil Adhim, Dosen UGM dan penulis buku produktif, juga menambahkan data peran orang Arab pada kemerdekaan Indonesia.

“Dan proklamasi dibaca di rumah orang Arab. Lalu beliau hadiahkan untuk negeri ini, tanpa menuntut namanya disebut,” kata Ustadz Moh Fauzil Adhim melalui akun Twitter pribadinya, @kupinang, Kamis (12/1/2017). [Ibnu K/Tarbiyah.net]






TNI Boleh Latih FPI, Menhan Akan Teliti Pencopotan Dandim Lebak


Unknown | 05.03 | ,

Menhan Ryamizard Ryacudu
Menhan Ryamizard Ryacudu (abc.net.au)




Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menilai program bela negara tidak dibatasi untuk kelompok masyarakat tertentu. Menurutnya, Front Pembela Islam (FPI) juga diperbolehkan menjalankan program tersebut dengan dilatih TNI.

Karenanya, Kementerian Pertahanan RI akan meneliti ulang terkait pencopotan Komandan Kodim (Dandim) 0603 Letkol (Czi) Ubaidillah.

"Ya boleh saja, masa enggak boleh (FPI) ya. Saya makanya mau verifikasi ya kenapa bisa terjadi (kasus pencopotan),"‎ kata Ryamizard usai menghadiri perayaan HUT ke-44 PDI-P, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017), seperti dikutip Sindonews.

Lebih jauh Ryamizard mengatakan, memang setiap kegiatan bela negara yang dilakukan TNI harus seizin intitusinya. Namun, ‎ketentuan itu dinilainya tidak baku harus dipenuhi.






‎"Saya baru selidiki training FPI, harusnya izin saya dulu. Tapi kalau enggak izin enggak apa-apa juga sih, cuma kalau ada hal yang luar biasa (saja)," tandasnya.

Asalkan pemberian materi program bela negara membawa hasil positif, menurut Ryamizard tidak masalah siapa pun peserta yang dilatih TNI.

"Ya kalau kita mengajarkan baik ya boleh kenapa enggak, semua bangsa ini harus bela negara, FPI juga bela negara," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komandan Distrik Militer (Dandim) Lebak, Letkol Czi Ubaidillah, dinyatakan bersalah terkait agenda melatih FPI bela negara. (Baca: Buntut Latihan Bersama TNI-FPI, Dandim Lebak Dicopot dari Jabatannya)






"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan oleh Kodam III/Siliwangi terhadap Dandim Lebak, ditemukan kesalahan prosedur, yaitu Dandim tidak lapor terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum menyelenggarakan kegiatan Bela Negara tersebut," kata Letkol Arh M Desi Ariyanto, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III Siliwangi, Ahad (8/1/2016).
Latihan bersama TNI-FPI di Lebak (5/1/2017)

Namun menurut Imam FPI Banten KH Qurthubi Jaelani, Ubaidillah tidak dicopot sebagaimana banyak diberitakan melainkan dimutasi ke Kodam 3 Siliwangi. Rencana mutasi itu, menurut Qurthubi, sudah diketahui 15 hari sebelum digelarnya Pelatihan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Markaz Syariah FPI Banten. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Jawaban Ustazah Irena Handono Ini Bikin Tim Penasehat Hukum Ahok “Mati Kutu”


Unknown | 17.33 | ,

Irena Handono
Ustazah Irena Handono (Youtube)




Ada yang menarik dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017). Ustazah Irena Handono, yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi pelapor, dicecar pertanyaan tim penasehat hukum Ahok.

Sirra Prayuna kembali menanyakan terkait saksi pelapor yang tidak melakukan tabayun (klarifikasi ulang) sebelum melaporkan Ahok ke Kepolisian. Seperti diketahui, Ahok dilaporkan karena ucapannya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, khususnya terkait Surat Al Maidah ayat 51.

Menjawab pertanyaan itu, Irena justru menantang Sirra.

"Anda sudah siap dengan jawabannya? Ketahuilah tabayun adalah hukum di dalam Islam. NKRI itu negara hukum. Kalau dalam hukum Islam, terdakwa sudah diusir," tandas pendiri Irena Center itu seperti dikutip Republika.






Mendengar jawaban Irena tersebut, ketua majelis hakim Dwiyarso Budi Santiarto, turut bertanya apakah tidak sebaiknya sebelum melapor, saksi melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

Kembali, jawaban Irena laksana serangan balik.

"Saya taat hukum, yang memiliki tugas untuk cek dan ricek itu Kepolisian. Saya sebagai warga negara hanya memiliki hak untuk melapor," jawabnya.

Sirra kemudian melanjutkan dengan bertanya mengapa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melakukan tabayun sebelum mengeluarkan fatwa terkait Ahok yang telah menghina Alquran.

Lagi-lagi, jawaban Irena telak. "Kalau untuk itu kan ada saksi ahli dan bisa langsung ditanyakan ke MUI," jawab Irena.

Dwiyarso pun sepakat dengan jawaban Irena tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Heboh Pidato Megawati “Kalau Mau Jadi Orang Islam, Jangan Jadi Orang Arab”


Unknown | 07.38 | ,

Megawati Sokearnoputri pada HUT PDIP ke-44
Megawati Sokearnoputri pada HUT PDIP ke-44, 10 Jan 2017 (Antara)




Video pidato Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT ke-44 PDIP di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017), menjadi perbincangan di media sosial. Pasalnya, Ketua Umum PDIP itu menyebut “kalau kamu mau menjadi orang Islam, jangan jadi orang Arab.”

Megawati menjelaskan bahwa jika diperas, Pancasila menjadi Trisila. Yang pertama adalah sosio-nasionalisme, yang kedua sosio-demokrasi dan yang ketiga adalah ketuhanan.

“Menjadi poin ketiga bukan karena derajat kepentingannya paling bawah. Salah. Tetapi justru karena ketuhanan sebagai pondasi kebangsaan, demokrasi politik dan ekonomi yang kita anut. Tanpa ketuhanan, bangsa ini pasti oleng,” kata Megawati.






“Ketuhanan yang dimaksud adalah ketuhanan dengan cara berkebudayaan dan berkeadaban. Dengan saling hormat menghormati satu dengan yang lain. Dengan tetap tidak kehilangan karakter dan identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Bung Karno menegaskan sangat jelas, ‘Kalau kamu mau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau kamu mau menjadi orang Islam, jangan jadi orang Arab,” lanjut Megawati, segera disambut tepuk tangan meriah ratusan kader PDIP yang sebelumnya diam saat disebut ‘kalau kamu mau jadi Hindu, jangan jadi orang India.’

“Kalau kamu mau jadi orang Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya nusantara yang kaya raya ini,” tepuk tangan semakin meriah terdengar.








Gadis Ahok Dipaksa Baca Syahadat? Video Ini Jawaban Telak


Unknown | 07.38 | ,

Ella bersama Gadis Ahok
Ella curhat kepada temannya sesama Gadis Ahok




Ella, salah seorang anggota Gadis Ahok, mengaku dipaksa bersyahadat oleh seorang pedagang di Pasar Minggu yang meragukan keislamannya. Hal itu ia ceritakan dengan nada curhat kepada sesama Gadis Ahok lalu videonya disebarkan.

“Tadi saya, kita pas blusukan di Pasar Minggu kan dihadang, diinterogasi sama pedagang. Saya dituduh pakai jilbab asal-asalan,” kata Ella kepada teman-temannya sesama Gadis Ahok.

“Terus dia tanya saya rukun Islam rukun iman. Kayak maksa gitu. ‘Coba baca rukun Islam, baca rukun iman. Syahadat coba.’ Saya jawab, ‘Bapak meragukan keislaman saya?’ ‘Ya bisa jadi, banyak kok orang non Islam sekarang nyamar pakai jilbab’ gitu. Saya sih berusaha mundur ya, tidak mau cekcok sama dia, tapi dia ngikutin sampai dia bawa Hpnya, dia ngerekam. Dia tanya lagi sama saya, ‘coba baca rukun iman, rukun Islam’. Saya jelasin dong, saya dari Gadis Ahok kita di sini mau belanja kebutuhan rumah tangga. E, terkait syahadat, saya ini Islam sejak lahir. Orang tua saya Islam yang taat. Saya besar di lingkungan Muhammadiyah. Kalau mau bukti saya punya KTP yang beragama Islam. ‘Ya coba baca dua kalimat syahadat’, dia maksa gitu. Ya udah saya baca dong,” lanjutnya.






Benarkah pedagang bernama Fahmi tersebut memaksa Ella membaca dua kalimat syahadat? Ternyata dalam video wawancara antara Fahmi dan Ella tampak bahwa Fahmi sama sekali tidak meminta –apalagi memaksa- Ella membaca syahadat. Fahmi hanya menanyakan rukun Islam dan rukun iman kepada Ella.

Justru Ella membaca syahadat tanpa diminta.

“Bapak perlu saya bacakan rukun Islam?” tanya Ella.

“Boleh juga, itu kan pertanyaan saya”

“Yang pertama, syarat menjadi seorang muslim kita harus mengucapkan dua kalimat syahadat. Yang dalam pengucapan dua kalimat syahadat itu, bismillahirrahmanirrahim… asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasulullah,” kata Ella.







[Video] Detik-Detik Warga Beberkan Hoax Metro TV Saat Diwawancarai


Unknown | 01.38 | ,

Metro TV kena batunya
Salah seorang warga yang menyebutkan hoax-nya Metro TV




Ada rona malu di wajah cantik reporter Metro TV. Terlihat ia berusaha memalingkan wajah saat seorang warga yang diwawancarainya tentang gerakan anti hoax justru membeberkan berita hoax Metro TV.

“Pemberitaan itu harus benar,” kata pria jamaah Masjid Cut Meutia saat diwawancarai Metro TV, seperti bisa dilihat di video yang telah viral di media sosial ini.

“Jadi Metro sempat hoax juga?” tanya seorang pria dengan suara keras sehingga terdengar jelas.

“Mau tidak mau, dituduh seperti itu. Karena kenyataan di lapangan itu tidak seperti apa yang diberitakan oleh Metro,” jawabnya.

Tanpa menunggu pria jamaah masjid itu selesai, terdengar suara yang memerintahkan reporter mewawancarai warga lainnya.

Video berdurasi 21 detik tersebut tersebar luas di Twitter dan Facebook. Di antaranya disebarkan oleh akun Twitter @spardaxyz, yang telah di-retwit ratusan orang.

“Metro TV kena batunya... Wawancara seorang jamaah Mesjid Cut Meutia, tentang Gerakan Anti Hoax...,” kata akun tersebut sembari mengunggah video berjudul MetroTV Kena Batunya!, Senin (9/1/2017).






Dari pantauan Tarbiyah.net, banyak komentar miring netizen terhadap Metro TV menanggapi video tersebut.

“Hoax teriak hoax apa kalian gak punya malu? @Metro_TV,” kata @irfan_aldian.

“Mbak reporter dan mas kameramen mending cari stasiun tivi laen yg amanah deh... kasihan anda,” kata @noegh13.

“kesian crew nya, mdh2an dpt kerjaan lain yg lebih mulia dan bgs drpd di @Metro_TV yaa...,” kata @adhe_cj.

“aduh tivu hoax malu-maluin aja ente. Cari pasar umat Islam, tp ngibulin umat! Pikiirrr...!” kata @intania.

Baru-baru ini, Metro TV menyebut sejumlah media Islam sebagai penyebar hoax. Bahkan website sekelas Hidayatullah.com dan Dakwatuna.com juga dimasukkan sebagai situs penyebar hoax. Padahal sumber yang dipakai Metro TV adalah data lama BNPT ketika memblokir sejumlah situs atas alasan menyebarkan radikalisme dan telah terklarifikasi. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.