THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Denny Siregar Panen Kecaman Netizen Muslim Gara-Gara Komentari Paskibra Bercadar Begini


Unknown | 21.23 | ,

Denny Siregar bersama Ahok
Denny Siregar bersama Ahok (mediaindonesia.com)




Denny Siregar yang terkenal dengan pembelaannya kepada Ahok kembali memancing kecaman netizen muslim. Pasalnya, penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi itu mengunggah foto paskibra bercadar disertai tulisan yang dinilai rasis.

“Upacara kemerdekaan di Istana ditaburi pakaian adat dari segala macam suku dan daerah... Nah, coba tebak.. kalau ini pakaian adat daerah manaaa?,” tulisnya melalui akun fan page Denny Siregar, Kami (17/8/2017).

Tulisan tersebut dinilai rasis oleh banyak netizen muslim. Pasalnya, tidak ada larangan muslimah bercadar ikut upacara dan menjadi Paskibra.

“Ini orang Rasis. Ngakunya (termasuk pendukungnya), paling toleran. Ternyata hal seperti ini saja, sudah menunjukan ia Rasis! Atau jangan2 tak pernah ikut upacara 17 Agustus. Sehingga tak tahu beda anggota Paskibra dengan peserta upacara?” kata Muhammad Fadri AR melalui akun Facebook pribadinya.

“Sebagai Purna Paskibra (sekalipun tingkat kota), setahu saya tidak pernah ada sejarah 17 Agustus menggunakan pakaian daerah bagi Anggota Paski (Coba tanya : Ukhti Bita Greina Melani (Nasional), dinda Irvan Herman Abdullah(nasional), Harry Setiadi (Provinsi), Alfa Nonie (Prov)).
Paling dari dulu, adalah keinginan yg berhijab utk ikut menjadi anggota Paski dg tetap berhijab syar'i.
Mau ikut upacara saja sudah hal luar biasa, apalagi menjadi anggota Paski. Denny ini rasis dan malah tidak menunjukan nasionalis. Ini orang harus minta ma'af sudah menebarkan SARA dan kalau perlu diproses hukum. Ramaikan!!!,” lanjut Fadri.

“Dulu nyibir pakaian bukan asli Indonesia, setelah nunjukin nasionalisme pun tetep dicibir pula, dasar lambe turah,” kata Muhammad Ariefudin mengomentari status Denny Siregar tersebut.






“Setidak nya mereka upacara.. ya kalian belum tentu upacara,” kata J Africo.

“Baguslah.... pake niqab tapi masih cinta NKRI, yang menghina tuh ya..... belajar toleransi beragama dulu apalagi yang posting nih..... provokatif banget ga sesuai sama khotbahnya tentang cinta Indonesia, tentang SARA, gitu koq mau RI maju, ckckck...... jadikan perbedaan sebagai pemersatu,” kata Astri Handayani.

“Katanya bhineka tunggal ika,, tapi giliran ada yg beda langsung dihina... masih mending tu pada upacara, jadi paskibra, hormatin sang saka, nah lu pada ngapain..?? Dasar ahli nyinyir... fake lu pade...” kata Fareed Umarov.

Hasil penelusuran Tarbiyah.net, paskibra bercadar bukanlah hal yang baru. Di tahun-tahun sebelumnya juga sudah ada. Misalnya saat upacara penurunan bendera dalam rangka memperingati HUT RI ke 71 tahun 2016 lalu. Dua di antara Paskibra di Lapangan Sekertariat Daerah (SETDA) Singaparna Kab. Tasikmalaya bercadar.

Pada tahun 2014, juga ada Paskibra bercadar di Tasikmalaya dari lembaga pendidikan yang sama yakni Al Idrisyiah Tasikmalaya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






10 Tempat Tinggal Jin, 3 Terakhir Sangat Dekat dengan Kita


Unknown | 21.38 | ,

tempat tinggal jin
ilustrasi jin (inilah.com)




Jin juga membutuhkan tempat tinggal. Di manakah tempat tinggal jin? Berikut ini 10 tempat tinggal jin paling favorit. Tiga terakhir ternyata sangat dekat dengan kita di zaman modern ini.

Gua


Jin suka tinggal di gua. Sebagaimana riwayat Alqamah dan Ibnu Mas’ud bahwa perwakilan jin pernah datang kepada Rasulullah dan minta diajari Al Qur’an. Rasulullah pun mendatangi mereka yang ternyata tinggal di gua.

Laut


Jin kafir suka tinggal di laut. Bahkan singgasana iblis juga berada di lautan sebagaimana hadits dalam shahih Muslim.

Gunung


Bilal bin Harits menceritakan bahwa dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan bahwa jin muslim dan jin musyrik bertengkar. Lalu mereka minta ditempatkan di suatu tempat. Maka Rasulullah menempatkan jin muslim di Al Jalas (perkampungan dan gunung-gunung), sedangkan jin musyrik ditempatkan di Al Ghaur (antara gunung dan laut).

Lembah


Sebagaimana riwayat Bilal bin Harits di atas.

Lubang


Rasulullah melarang umatnya kencing di lubang, baik lubang yang tampak seperti sarang binatang atau yang mirip dengan itu. Di antara sebabnya, bisa menyakiti binatang. Sebab lain, bisa jadi lubang itu adalah tempat tinggal jin.






Tempat pemakaman


Tempat pemakaman disukai jin sebagai tempat tinggal karena sepi, jauh dari keramaian manusia.

Kandang unta


Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Imam Ahmad, Rasulullah membolehkan umatnya shalat di kandang kambing namun melarang shalat di kandang unta.

“Silakan kamu shalat di kandang kambing tapi jangan shalat di kandang unta sebab ia diciptakan dari syetan” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad; shahih)

WC dan Tempat Najis


Tempat-tempat najis dan kotor sangat disukai oleh jin-jin kafir. Sehingga Rasulullah mengajarkan doa masuk wc dengan doa meminta perlindungan kepada Allah dari setan jantan dan setan betina.


Rumah Manusia


Jin yang tinggal bersama di rumah manusia memiliki tiga kemungkinan. Pertama, manusia tersebut memang memelihara jin atau memiliki hubungan dengannya.

Kedua, tidak sengaja mengundang jin. Jin datang karena perilaku anggota keluarga mengundang datangnya jin, misalnya karena ritual kesyirikan dan kemaksiatan.

Ketiga, jin tinggal secara alami tanpa diundang. Ada jin yang tinggal seperti ini mengganggu atau menimbulkan ketidaknyamanan pada manusia penghuni rumah tersebut, namun ada pula yang tidak ikut campur dalam dunia manusia.

Pasar


Jin juga suka tinggal di pasar sebagaimana hadits shahih Muslim, terutama pasar yang banyak praktik penipuan dan kecurangan.

Demikian 10 tempat tinggal jin sebagaimana disarikan dari Buku Ensiklopedia Jin, Sihir & Perdukunan karya Musdar Bustamam Tambusai. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]






#TolakKumparanPKI Jadi Trending Topic di Twitter, Ini Sebabnya


Unknown | 07.13 | ,

Tolak Kumparan PKI




Jagat Twitter diramaikan dengan tagar baru malam ini yang segera menjadi trending topic. #tolakkumparanPKI, demikian ia berada di peringkat kedua teratas.

Mengapa media itu dikaitkan dengan PKI? Ternyata Kumparan.com baru saja menempatkan foto DN Aidit sebagai tokoh muda menjelang proklamasi, bersama Chaerul Saleh, Sukarni dan Wikana.

Yang lebih keras diprotes netizen, di akun Twitternya, Kumparan.com menuliskan kata-kata yang dinilai menggiring opini menjadikan DN Aidit sebagai pahlawan idola.

“Apa yang ingin kamu sampaikan ke pahlawan idolamu? Yuk, bagikan ceritamu di ReadersTask @kumparan! #Momentum72,” tulis akun @kumparan sembari membagikan link dan foto DN Aidit tersebut.

Protes keras dari warganet pun mengalir di Twitter.






“Sikap @kumparan dengan sengaja menempatkan foto DN Aidit adalah upaya penggiringan opini yang biasa dilakukan kaum kiri #TolakKumparanPKI,” tulis akun @Ronin1948.

“DN Aidit itu pahlawan macam apa coba? upaya kumparan menggiring opini yang biasa dilakukan kaum komunis,” kata @arum7news.

“Ini sudah rancangan PKI melalui media @kumparan #tolakkumparanPKI,” kata @arifrahmansati.

“Bangsa ini tengah rayakan hari Ke- #merdeka -an RI Ke-72, kumparan asik bangun opini DN Aidit sebagai pahlawan negeri ini. #TolakKumparanPKI,” kata @jelata_news.

Saat ini, twit Kumparan tersebut sudah dihapus. Namun, banyak pengguna Twitter yang telah men-screenshoot twit kontroversial itu.

“Silahkan @kumparan hapus jejak digital penggiringan opini menempatkan DN Aidit sebagai pahlawan. Kami tetap #TolakKumparanPKI,” kata @Ronin1948. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Mengapa Ridwan Kamil Kalah Jauh Dibanding Deddy Mizwar? Jawaban Ini Menghentak


Unknown | 06.45 | ,

Ridwan Kamil vs Deddy Mizwar




Survei terbaru Fokus Survei Indonesia (FSI) yang hasilnya dirilis di Jawa Pos, 13 Agustus 2017, mengejutkan cukup banyak orang. Ternyata popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas Ridwan Kamil kalah jauh dibandingkan Deddy Mizwar.

Tingkat popularitas Deddy Mizwar mencapai 93,7 persen sedangkan tingkat popularitas Ridwan Kamil hanya 64,7 persen.

Survei itu juga menunjukkan, tingkat popularitas tokoh lainnya masih berada di bawah Deddy Mizwar. Rieke Dyah Pitaloka 85,1 persen, Dede Yusuf 81,7 persen, Dedi Mulyadi 67,9 persen, dan Netty Prasetiani 52,1 persen.

Tingkat elektabilitas Deddy Mizwar mencapai 39,4 persen sedangkan tingkat elektabilitas Ridwan Kamil hanya 6,2 persen.

Tingkat elektabilitas Deddy Mizwar ini juga tertinggi dibandingkan tokoh-tokoh lainnya. Dedi Mulyadi 13,3 persen, Rieke Dyah Pitaloka 10,7 persen, Dede Yusuf 7,4 persen.






Deddy Mizwar juga unggul dalam aspek penerimaan para tokoh (akseptabilitas) di mata masyarakat Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat itu diterima oleh 90,1 persen responden yang menjawab.

Mengapa Ridwan Kamil kalah jauh dibandingkan Deddy Mizwar? Dalam rilis tersebut tidak dijelaskan. Namun jawaban netizen cukup menghentak.

“Mungkin sejak Dedy Mizwar berani bicara soal ketiadaan izin Meikarta semakin banyak orang mempertimbangkannya sebagai pemimpin yang berani melawan penjajah," kata seorang netizen bernama Abdillah Esa.

Sedangkan Ridwan Kamil, menurutnya, prestasinya sebagai walikota seakan terhapus dengan citranya yang belakangan diusung partai pendukung penista agama.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil yang dulu disukai banyak orang tiba-tiba menuai protes saat walikota Bandung yang diusung PKS dan Gerindra itu memutuskan maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Nasdem. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Begini Cara Presiden Soekarno Berterima Kasih kepada Hasan Al Banna


Unknown | 03.43 | ,

Soekarno dan Hasan Al Banna




Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran Ikhwanul Muslimin. Gerakan Islam yang didirikan dan dipimpin oleh Hasan Al Banna itulah yang mendorong Mesir serta menggalang dukungan negara Arab untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.

Seperti diketahui, pengakuan dari negara lain merupakan syarat penting berdirinya sebuah negara. Dengan izin Allah, upaya Ikhwanul Muslimin berhasil. Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Palestina dan negara-negara Arab kemudian juga mengakui kemerdekaan Indonesia.

Atas peran Ikhwanul Muslimin itu, Presiden Soekarno punya cara khusus untuk berterima kasih kepada Hasan Al Banna. Ustadz Abdul Somad menjelaskannya dalam sebuah ceramah sebagai berikut:

Secara resmi, Presiden Soekarno mengutus Sutan Sjahrir ke negeri 1000 menara, Mesir. Didampingi oleh Mr Nasir Pamuncak. Menjumpai seorang ulama yang berakhir dengan mati syahid bernama Imam Syahid Hasan Al Banna.

Dalam rangka apa? Mengucapkan terima kasih kepada Hasan Al Banna atas motivasi, kontribusi, dorongan karena merekalah yang mendorong kita untuk mengatakan “kami merdeka atas penjajahan Belanda”







Hari ini apa yang terjadi? Hasan Al Banna dicap sebagai teroris. Hasan Al Banna pendiri Ikhwanul Muslimin dikatakan sebagai ekstremis.

Anak-anak kita yang tidak mengerti sejarah, ternyata Hasan Al Banna teroris, ternyata Ikhwanul Muslim masuk ekstremis.

Maka bacakan sejarah itu ke anak-anak kita. Bacakan sejarah itu ke cucu kita. Bahwa Presiden Soekarno mengutus Sutan Sjahrir mengucapkan terima kasih langsung ke kantor Hasan Al Banna di Kairo. Gambar masih tertulis dengan tinta emas di museum kebangsaan kita bahwa kita pernah berterima kasih kepada lembaga yang kini dikatakan sebagai lembaga teroris hanya karena ingin menegakkan Laa ilaaha illallah, Muhamadan rasulullah.

Sejarah, siapa yang menulis sejarah, maka perampok akan dikatakan sebagai pahlawan dan pahlawan akan dikatakan sebagai penjahat. Tergantung siapa yang menulis sejarah. Sampaikan sejarah kebenaran ini.

Al Imam Muhammad Husain, Mufti Palestina, adalah orang pertama yang mengucapkan selamat kepada Presiden Soekarno. “Saya sebagai seorang mufti, ulama besar Palestina, mengucapkan selamat atas kemerdekaan bangsa Indonesia.”

Secara institusi, negara yang pertama mengakui kemerdekaan kita adalah Mesir yang disampaikan oleh Gamal Abdul Naser tapi secara personal, bukan institusi negara, dia adalah Mufti Palestina. Negara yang saat ini dijajah oleh Israel laknatullah ‘alaihim.
[Muchlisin BK/Tarbiyah.net]






Hukum Jalan Sehat Berhadiah, Ini Penjelasan MUI


Unknown | 02.33 | ,

hukum jalan sehat berhadiah
ilustrasi jalan sehat (postimg)




“Bagaimana kalau kita mengadakan jalan sehat. Hadiah utamanya kulkas!”

“Uangnya dari mana, Bro? Apa ada sponsor?”

“Nggak perlu sponsor. Dari pembelian kupon peserta nanti pasti sudah cukup untuk meng-cover hadiah sama biaya operasional. Malah prediksi aku, pasti untung!”

Pernahkah Anda mendengar dialog seperti itu, atau yang mirip dengan itu?

Jalan sehat merupakan aktifitas yang meriah dan mudah ditemui di masyarakat. Saat peringatan hari besar nasional, ulang tahun organisasi atau lembaga, dan lain-lain.

Pertanyaannya, bagaimana hukum jalan sehat berhadiah? Terutama yang hadiahnya dari uang pendaftaran peserta seperti pada dialog di atas?






Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menegaskan, hukum jalan sehat berhadiah yang hadiahnya dari uang pendaftaran peserta adalah haram. Sedangkan jalan sehat berhadiah yang hadiahnya dari sponsor, hukumnya boleh.

"Jika peserta lomba jalan sehat dipungut biaya, selanjutnya biaya itu dijadikan hadiah bagi pemenang, maka hukumnya haram," kata KH Abdurrahman Navis seperti dikutip NU Online.

KH Abdurrahman Navis menjelaskan, model jalan sehat seperti itu seperti sama dengan perjudian, sebagaimana ijtimak MUI yang diputuskan pada 2006.

"Sebaliknya, jika hadiah pemenang diambilkan dari sponsor, maka hukum lomba jalan sehat adalah halal," lanjutnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Mengapa Jenderal Sudirman Ditembak Tidak Mati? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad


Unknown | 19.33 | ,

Panglima besar Jenderal Sudirman




Mengapa Panglima Besar Jenderal Sudirman tidak mati meskipun disiksa dan ditembak Belanda? Ustadz Abdul Somad menjelaskan rahasianya.

“Jenderal Sudirman ditembak Belanda, diserang macam-macam. Ditangkap, disiksa, tidak juga mati. Sehat. Ditandu di dalam hutan. Tengok foto-foto Jenderal Sudirman. Menggigil dalam hutan karena serangan demam malaria, tetap juga tidak mati,” kata Ustadz Abdul Somad.

Orang bertanya, “Jenderal punya jimat, enggak?”

Kata Jenderal Sudirman, “saya punya jimat.”

“Mana jimatnya?”

“Tiga.”

Apa itu jimatnya? Ustadz Abdul Somad menerangkan, pertama, wudhunya tidak putus. Panglima Besar Jenderal Sudirman selalu menjaga wudhu.






Kedua, sholatnya tak pernah ditinggal.

Ketiga, lidahnya senantiasa basah berdzikir.

“Panglima Besar Jenderal Sudirman, orangnya sangat relijius. Itu yang membuat negeri ini merdeka!” tegas Ustadz Abdul Somad.

“Jenderal bintang lima, panglima besar, sholat tak pernah ditinggal, dzikir tidak putus, wudhunya senantiasa suci di hadapan Allah.” [Ibnu K/Tarbiyah.net]








 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.