THIS IS FEATURED POST 1 TITLE
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam
Keterlaluan! Ade Armando Lecehkan Syariah dan Ulama dengan Meme Ini
| Status Ade Armando yang dinilai melecehkan para ulama |
Dosen Universitas Indonesia (UI) itu mengunggah sebuah meme yang menggunakan foto wajah Habib Rizieq, KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Yusuf Mansur dan Tengku Zulkarnain. Foto wajah para ulama itu ditempelkan di foto pemain bola dengan kaos bertuliskan 212. “Timnas Syari’ah,” demikian judul meme tersebut.
Meme itu dibandingkan dengan meme di sebelahnya yang menunjukkan sejumlah pemain Timnas dari berbagai agama.
“Dua wajah Indonesia,” tulis Ade Armando, Sabtu (17/12/2016), sembari mengunggah meme tersebut.
Terang saja, meme Ade Armando itu panen kecaman di kolom komentar.
“Woi semua di sini mendukung timnas... ga ada yang masalah dengan timnas... Lu itu dosen...kenapa otak lo jadi mampet begini,” kata Rudyno.
“Penistaan terhadap ulama, semoga Ade kena azab terperih spanjang hdup dan matinya !!!,” kata Anggi.
“Mari kita laporkan yang bersangkutan ke pihak berwajib (polisi).... karena sudah melecehkan Ulama kita dengann gambar seperti ini... semoga yang membuat dan membagikan segera ketangkap...,” tambah Hamied Abulunk. [Ibnu K/Tarbiyah.net]
Cetak Penghafal Quran, Ma’had Ini 100 Persen Gratis
| Zakky bersama KH Farid Dhofir, Lc, MSi |
Yang menarik, ma’had tempat Zakky belajar dan menghafal Al Quran tidak pernah memungut biaya pendidikan dari santri. 100 persen gratis. Mulai dari asrama hingga konsumsi, semuanya gratis.
Ma’had Baiturrahman, namanya. Satu kompleks dengan Masjid Baiturrahman yang berlokasi di seberang kantor kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur. Bahkan di Masjid itulah para santri yang mayoritasnya pelajar SMP-SMA digembleng dengan hafalan Quran dan berbagai ilmu agama Islam.
Saat ini, santri Ma’had Baiturrahman berjumlah 54 orang. Santri yang berstatus pelajar, paginya bersekolah di sekolah terdekat. Sepulang sekolah, mereka langsung pulang ke Ma’had.
Sedangkan santri yang tidak berstatus pelajar, 24 jam berada di ma’had. Praktis mereka memiliki lebih banyak waktu untuk menghafal Al Quran.
Meskipun demikian, santri yang merangkap sebagai pelajar tak mau kalah. Zakky adalah salah satu contohnya. Remaja asal Walikukun Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, itu juga bersekolah di PP Maskumambang kelas 2 Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA.
“Saat masuk menjadi santri Baiturrahman, ia sudah punya hafalan 15 juz. Dan selama kurang lebih 1,5 tahun di Ma'had, alhamdulillah, ia mampu menyelesaikan 15 juz berikutnya, khatam,” terang pengasuh Ma’had Baiturrahman KH Farid Dhofir, Lc, Msi. [Tarbiyah.net]
Bagi Anda yang tertarik untuk mendaftarkan putranya di Ma'had Baiturrohman atau menjadi donatur Ma'had tersebut, silahkan hubungi nomor WA 08155054666
Soal Kebiasaan Pakai Sepatu, Ahok: Ayah Saya Dulu Ikut Belanda
| Foto Kompas |
"Demi menghormati kalau sama kakak keluarga yang muslim saya lepas sepatu. Kalau enggak sama kakak saya yang muslim, sori saya pakai sepatu, pakai sandal," kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016), seperti dikutip Detik.
Ahok beralasan melepas sepatu untuk menghormati keluarga angkatnya yang muslim. Namun ketika tidak bersama keluarga angkatnya yang muslim, ia tetap memakai sepatu dengan alasan dokter memintanya memakai sepatu karena pada kuburan di Jakarta terdapat urine-urine tikus.
"Dokter saya minta pakai sepatu, urine-urine tikus sori ini kuburan di Jakarta," kata Ahok.
Sembari berkelakar, Ahok mengaku terbiasa memakai sepatu sejak kecil karena ia lahir dari keluarga yang berkecukupan.
"Saya kecil tidur pakai sepatu piyama, sepatu, jas dari kecil. Sori saya bukan miskin-miskin amat. Sepatu kickers dulu paling top ayah saya beli lusinan. Soalnya ayah saya dulu ikut Belanda lo," kata Ahok.
Sebelumnya, beredar foto Ahok berziarah ke makam ibu angkatnya Misribu Andi Baso Amier binti Acca, di TPU Karet Bivak, Jakarta. Foto yang diambil Kompas pada 16 Juni 2016 itu menunjukkan Ahok bersepatu saat ziarah.
Ahok dinilai berbohong karena pada sidang perdana, Selasa (13/12/2016) lalu, ia mengatakan tidak mengenakan sepatu atau sandal demi menghormati tradisi keluarga. (Baca: Bukti Telak Kebohongan Ahok di Sidang Perdananya)
"Sampai sekarang, saya rutin berziarah ke makam Ibu angkat, di Karet Bivak. Bahkan saya tidak mengenakan sepatu atau sendal saat berziarah, untuk menghargai keyakinan dan tradisi orang tua dan saudara angkat saya itu," kata Ahok sebagaimana dilansir oleh Republika, Selasa (13/12/16). [Ibnu K/Tarbiyah.net]
Soal Foto Ziarah, Ahok: Kalau sama Kakak Keluarga yang Muslim Saya Lepas Sepatu
| Foto Kompas |
Ahok mengatakan, ia melepas sepatu saat berziarah bersama keluarga angkatnya yang muslim. Namun jika ia ziarah sendirian, ia tetap memakai sepatu atau sandal.
"Demi menghormati kalau sama kakak keluarga yang muslim saya lepas sepatu. Kalau enggak sama kakak saya yang muslim, sori saya pakai sepatu, pakai sandal," kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016), seperti dikutip Detik.
Ahok beralasan melepas sepatu untuk menghormati keluarga angkatnya yang muslim. Namun ketika tidak bersama keluarga angkatnya yang muslim, ia tetap memakai sepatu dengan alasan dokter memintanya memakai sepatu karena pada kuburan di Jakarta terdapat urine-urine tikus.
"Dokter saya minta pakai sepatu, urine-urine tikus sori ini kuburan di Jakarta," kata Ahok.
Ahok mengaku terbiasa memakai sepatu sejak kecil karena ia lahir dari keluarga yang berkecukupan.
Sebelumnya, beredar foto Ahok berziarah ke makam ibu angkatnya Misribu Andi Baso Amier binti Acca, di TPU Karet Bivak, Jakarta. Foto yang diambil Kompas pada 16 Juni 2016 itu menunjukkan Ahok bersepatu saat ziarah.
Ahok dinilai berbohong karena pada sidang perdana, Selasa (13/12/2016) lalu, ia mengatakan tidak mengenakan sepatu atau sandal demi menghormati tradisi keluarga. (Baca: Bukti Telak Kebohongan Ahok di Sidang Perdananya)
"Sampai sekarang, saya rutin berziarah ke makam Ibu angkat, di Karet Bivak. Bahkan saya tidak mengenakan sepatu atau sendal saat berziarah, untuk menghargai keyakinan dan tradisi orang tua dan saudara angkat saya itu," kata Ahok sebagaimana dilansir oleh Republika, Selasa (13/12/16). [Ibnu K/Tarbiyah.net]
FPI Datangi Perusahaan yang Paksakan Atribut Natal, Lalu Inilah yang Terjadi
| Honda Mitra Jatiasih membuat surat pernyataan |
Dealer milik PT Istana Mitra Sendany ini diketahui memaksa karyawan muslim memakai atribut natal setelah adanya laporan dari customer yang melihat karyawati muslimah memakai topi santa.
Rupanya, ada aturan perusahaan yang mewajibkan seluruh karyawan memakainya. Jika diketahui -melalui CCTV- tidak memakai atriut natal itu, karyawan akan dikenakan denda sebesar Rp 200.000 per hari.
Pemaksaan atribut natal itu akhirnya didengar oleh Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya. Tanpa menunggu lama, FPI Bekasi Raya kemudian mendatangi dan menegur langsung dealer tersebut.
| FPI Bekasi Raya datangi dealer Honda Mitra Jatiasih |
Didatangi dan ditegur FPI, pihak dealer pun berjanji tidak akan melakukan pemaksaaan terhadap karyawan muslim untuk memakai atribut natal. Hal itu dituangkan dalam pernyataan tertulis dengan dibubuhi materai.
| Surat pernyataan Honda Mitra Jatiasih |
DPP FPI menegaskan bahwa pemaksaan seperti itu harus dilawan.
“Tindakan intoleran yang dilakukan PT. Honda di Bekasi yang paksa Karyawan Muslim pakai atribut Natal harus dilawan. Mereka Anti Kebhinekaan,” tulis DPP FPI melalui akun Twitter resmi @dpp_fpi, Rabu (14/12/2016) malam.
DPP FPI juga melampirkan foto karyawati Honda Mitra Jatiasih sebelum FPI datang (mengenakan topi santa) dan setelah FPI menegur dealer tersebut (karyawati sudah tidak mengenakan topi santa). [Ibnu K/Tarbiyah.net]
| Karyawati Honda Mitra Jatiasih |
Soal Air Mata Ahok di Pengadilan, Komentar Denny JA Ini Mengejutkan
Air mata Ahok saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016) lalu, masih menjadi pembicaraan di media sosial. Salah satu komentar mengejutkan dikeluarkan oleh pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.
“Dihukum oleh air mata. Kini giliran Ahok merasakannya,” kata Denny JA melalui fan page Facebook-nya, Rabu (14/12/2016) sembari menyertakan tiga screenshoot terkait air mata Ahok.
Screenshoot pertama adalah judul berita dari Merdeka.com.
“Ahok sebut ibu-ibu korban gusuran nangis kayak pemain sinetron,” demikian judul berita tertanggal 11 Juni 2014 itu.
Screenshoot kedua adalah judul berita dari Viva.co.id.
“Menangis di Pengadilan, Ahok Dianggap Lucu,” demikian judul berita baru yang dirilis Vivanews.
Screenshoot ketiga agaknya merupakan kesimpulan dari dua berita tersebut.
“Kini Ahok tahu apa rasanya jika tangisnya di pengadilan direndahkan sebagaimana Ahok dulu merendahkan tangis para ibu yang digusurnya.”
Ratusan komentar menanggapi status Denny JA itu. Banyak pengguna Facebook sependapat dengan status Denny JA.
“Air mata ibu-ibu dan anak-anak saat digusur Ahok, adalah murni dari hati. Tapi air mata Ahok adalah sandiwara belaka,” kata Yasin Sialana.
“Berarti dulu dia tidak sadar apa yang dia katakan. Mulutmu harimaumu..,” kata Edys Decyana.
“Semoga dapat mengambil makna.. Bahwa arogan dan pongah adalah sifat tercelaa..,” kata Jangkarr Segorro.
Namun ada juga yang tidak setuju dengan status tersebut.
“Denny j.A's World setiap postingannya menyudutkan Ahok, kayak udah benar aja..,” kata Yunie Darra yang kemudian diprotes komentator lainnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]
“Dihukum oleh air mata. Kini giliran Ahok merasakannya,” kata Denny JA melalui fan page Facebook-nya, Rabu (14/12/2016) sembari menyertakan tiga screenshoot terkait air mata Ahok.
Screenshoot pertama adalah judul berita dari Merdeka.com.
“Ahok sebut ibu-ibu korban gusuran nangis kayak pemain sinetron,” demikian judul berita tertanggal 11 Juni 2014 itu.
Screenshoot kedua adalah judul berita dari Viva.co.id.
“Menangis di Pengadilan, Ahok Dianggap Lucu,” demikian judul berita baru yang dirilis Vivanews.
Screenshoot ketiga agaknya merupakan kesimpulan dari dua berita tersebut.
“Kini Ahok tahu apa rasanya jika tangisnya di pengadilan direndahkan sebagaimana Ahok dulu merendahkan tangis para ibu yang digusurnya.”
Ratusan komentar menanggapi status Denny JA itu. Banyak pengguna Facebook sependapat dengan status Denny JA.
“Air mata ibu-ibu dan anak-anak saat digusur Ahok, adalah murni dari hati. Tapi air mata Ahok adalah sandiwara belaka,” kata Yasin Sialana.
“Berarti dulu dia tidak sadar apa yang dia katakan. Mulutmu harimaumu..,” kata Edys Decyana.
“Semoga dapat mengambil makna.. Bahwa arogan dan pongah adalah sifat tercelaa..,” kata Jangkarr Segorro.
Namun ada juga yang tidak setuju dengan status tersebut.
“Denny j.A's World setiap postingannya menyudutkan Ahok, kayak udah benar aja..,” kata Yunie Darra yang kemudian diprotes komentator lainnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]
Langganan:
Postingan (Atom)



