THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Ahok Diaktifkan Kembali Sebagai Gubernur, Fraksi PKS Galang Hak Angket


Unknown | 23.10 | ,

Fraksi PKS galang hak angket




Pengaktifan kembali Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta dinilai melanggar hukum. Pasalnya, Ahok telah berstatus sebagai terdakwa. Karena itu, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) menggalang hak angket, Senin (13/2/2017).

Dalam foto yang sampai ke Tarbiyah.net, tampak anggota-anggota FPKS telah membubuhkan tanda tangan penggunaan hak angket anggota DPR RI tentang Pelaksanaan UU no.23/2014 tentang Pemda oleh Pemerintah, terkait pengaktifan kembali Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sebelumnya, anggota DPR RI dari FPKS yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI Almuzzammil Yusuf menegaskan DPR dapat menggunakan Hak Angket jika Presiden RI tidak mengeluarkan surat pemberhentian sementara terhadap Basuki Tjahja Purnama (BTP) atau Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI, sesuai dengan Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 83 ayat 1, 2, dan 3.






“Setelah menerima kajian dan aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh masyarakat, dan para pakar tentang pengabaian pemberhentian terdakwa BTP dari jabatan Gubernur DKI oleh Presiden, maka DPR RI dapat menggunakan fungsi pengawasannya dengan menggunakan hak angket terhadap pelaksanaan Undang-Undang No.23 Tahun 2014 Pasal 83 Ayat 1,2, dan 3,” tegas Almuzzammil di Jakarta, Sabtu (11/2/2017), seperti dikutip pks.id.

Menurut aleg yang terkenal gigih memperjuangkan aspirasi umat ini, berdasarkan Pasal 83 ayat 1,2, dan 3 Presiden RI berkewajiban mengeluarkan surat keputusan tentang pemberhentian sementara sampai status hukumnya bersifat tetap bagi gubernur yang berstatus sebagai terdakwa yang diancam pidana penjara 5 (lima) tahun berdasarkan register perkara di pengadilan.

Tak hanya Fraksi PKS yang menggalang hak angket soal pengaktifan kembali Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sumber Tarbiyah.net juga melaporkan bahwa Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra juga menggulirkan penggunaan hak angket terkait masalah tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Keajaiban Aksi 112 yang Dialami Jamil Azzaini Ini Bikin Haru


Unknown | 19.45 | ,

Jamil Azzaini di Aksi 112
Jamil Azzaini di Aksi 112




Banyak tokoh yang menghadiri Aksi 112. Salah satunya adalah motivator nasional Jamil Azzaini. Penulis buku produktif ini menuliskan “keajaiban” yang dialaminya saat mengikuti dzikir dan tausiyah nasional itu.

Ia membagikan keajaiban yang dilamainya itu dalam tulisan berjudul “Uangpun Tidak Laku.”

Berikut tulisan lengkapnya seperti ia tuliskan di fan page Jamil Azzaini, Sabtu (11/2/2017) malam:


Uangpun Tidak Laku





Tadi pagi, bersama istri dan anak-anak, saya mengikuti acara zikir dan doa di masjid Istiqlal. 2.3 km sebelum istiqlal mobil yang saya tumpangi sudah tidak bisa bergerak. Kami pun memutuskan jalan kaki.

Untuk persiapan konsumsi, saya pun hendak membeli air mineral dan makanan ringan yang dijaga oleh laskar FPI. Saya terkejut karena ternyata itu gratis, dibagikan cuma-cuma kepada siapapun yang lewat.

Sepanjang jalan itu banyak yang memberikan makanan dan minuman cuma-cuma. Nah, ketika saya sarapan di warung di pinggir jalan, gantian saya ingin membayar semua yang makan. Jawaban yang punya warung "sudah ada yang mbayarin tadi pak."

Saya lakukan nraktir di tempat lain dan ternyata sudah ada yang bayar juga. Saat itu saya meneteskan air mata karena ternyata uang saya tidak laku. Padahal saya juga dititipin uang oleh kakak saya untuk ntraktir banyak orang. Dan hingga sholat dzuhur, uang saya dan uang kakak saya Sangat Tidak Laku. Hidup memang banyak misteri.








Beredar Tulisan “Ahok adalah yang Terhebat”, Isinya Bikin Kaget


Unknown | 18.30 | ,

Ahok adalah yang terhebat




Menjelang Pilgub DKI Jakarta, beredar tulisan berjudul “Ahok adalah yang Terhebat” di media sosial. Isinya cukup mengagetkan karena dalam tulisan itu disebutkan alasan-alasan Ahok lebih hebat dari calon Gubernur Lain, Ahok lebih hebat dari Menteri, bahkan disebutkan alasan Ahok lebih hebat dari Nabi.

Tarbiyah.net juga mendapatkan tulisan fiksi bernada sarkasme itu beredar di sejumlah grup WhatsApp. Namun belum diketahui siapa penulisnya.

Berikut ini tulisan lengkapnya:


AHOK ADALAH YANG TERHEBAT!


Suatu hari Ahok bertanya kepada Ajudannya

Ahok: Hebat mana gue atau Haji Lulung?

Ajudan: "Hebat Anda, Pak! Haji Lulung salah sebut UPS langsung di-bully! Sedangkan Anda nyebut 'taik, bajingan, bangsat, brengsek, goblok, nenek lu, kepala lu' berkali2 nggak ada yang nge-bully Anda, Pak! Malah orang lain gencar di-bully pasukan buzzer panasbung Anda, Pak!"

Ahok: "Loe benar juga yaa...! Kalau gue dengan KPK, hebat mana?"

Ajudan: "Hebat Anda, Pak! Kasus sumber waras sudah ada sejak tahun 2014, lahan HGB yang otomatis akan kembali menjadi milik Pemda DKI tahun 2018 malah Anda beli seharga Rp. 755 miliar ke swasta, dengan transaksi cek tunai saat malam tahun baru dan saat bank tutup. Belum lagi kasus suap reklamasi yang melibatkan Staf Ahli Anda, Pak! Hebatnya Anda adalah.....walaupun sudah Anda lakukan, tapi KPK belum menemukan niat jahat. Anda memang sakti, Pak!"

Ahok: "Hahaha...Iyaa! Iyaa! Nggak salah kalo Yusril bilang gue sakti! Kalau gue sama Ketua BPK, hebat mana?"

Ajudan: "Yaaa....masih hebat Anda, Pak! IAEA badan nuklirnya PBB yang audit BPK kita.....tapi Anda bisa mengatakan BPK kita auditnya ngaco!"

Ahok: (Tersenyum, cengengesan makin senang) "Betul....! Betul.....! Kalau gue dengan Menteri hebat mana?"

Ajudan: "Tentu masih hebat Anda, Pak! Contohnya masalah reklamasi Teluk Jakarta...... Menteri Susi Pudjiastuti dan Rizal Ramli minta reklamasi dihentikan, tapi nyatanya jalan terus.......tanpa Perda, tanpa Amdal! Pulau reklamasi dibuat di atas laut, tapi Anda mampu mengalahkan Menteri Kelautan. Anda memang luar binasa, Pak!"






Ahok: "Kalau gue dengan Mantan Menteri, hebat mana?"

Ajudan: "Yeee...., kalau itu pasti hebat Andalah, Pak! Mantan Menteri Dahlan Iskan, Siti Fadilah Supari, dll. begitu berstatus tersangka langsung ditahan. Anda....sudah jelas tersangka kasus penistaan agama yang ancamannya 5 tahun penjara nggak ditahan, malah bisa koar-koar menghina orang lagi, bilang yang demo 411 dibayar Rp. 500.000,- Anda memang hebat! Anda memang kuat, Pak!"

Ahok: "Haa..haa..haa....!! Gue gitu loh....! Kalau gue dengan Calon Gubernur yang lain, hebat mana?"

Ajudan: "Pastinya....masih hebat Anda, Pak! Calon gubernur lain masih dicari-cari kesalahannya. Sedangkan Anda pamer minum bir..., mau legalisasi miras, legalisasi prostitusi, sertifikasi PSK, ide hapus kolom agama di KTP, gusur sana-gusur sini..... Atau mengenai adik Anda yang masuk daftar Panama Papers....., tapi orang-orang adem ayem saja kan, Pak?"

Ahok: "Iya juga yaa...! Gue sendiri nggak nyangka kalo gue sehebat ini! Kalau gue dengan Presiden...., hebat mana?"

Ajudan: "Hmmm....! Kelihatannya masih hebat Andalah, Pak! Anda yang berbuat salah menista Al-Qur'an....malah Presiden yang didemo 2 juta orang. Anda tenang-tenang aja....eh, malah Presiden yang sibuk safari ke Kopassus, Marinir, Brimob, Paskhas, Kostrad, dll....seperti negara ini mau perang aja! Anda memang hebat, Pak!"

Ahok: "Ahh....! Benar-benar...! Pintar kamu! Nanti naik pangkat ya! Eeh...., satu lagi..., lalu kalau gue dibanding Nabi, hebatan siapa...? Ayyooo...!"

Ajudan: (Terdiam sejenak sambil berfikir, lalu berkata) "Yaa...., masih hebat Andalah, Pak!!"

Ahok: "Lha.....kok bisa?"

Ajudan: "Nabi pasti selalu takut sama Tuhan! Sedangkan Anda pernah bilang kalau Tuhan ngaco juga akan Anda lawan......dan firman Tuhan saja Anda berani menistakannya, Pak! Anda benar-benar terhebat, Pak!"


Meskipun fiksi sarkasme, sejumlah netizen menilai bahwa alasan-alasan yang disebutkan dalam tulisan tersebut memang benar adanya. Bagaimana menurut Anda?






Ahok Kembali Jadi Gubernur, Jakarta Langsung Banjir


Unknown | 17.45 | ,

Ahok kembali jadi Gubernur, Jakarta langsung banjir
Kampung Arus di RW 02, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, dilanda banjir, 12 Feb 2017 (Kompas)




Ahok kembali menyandang status gubernur DKI Jakarta setelah selama 3,5 bulan dipegang Plt Sumarsono. Beberapa jam setelah Ahok kembali berkuasa, sejumlah daerah di DKI Jakarta dilanda banjir. Padahal menurut Sumarsono, DKI Jakarta sudah bebas banjir.

Berikut ini sejumlah daerah yang terendam banjir sebagaimana dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui situs resmi bnpb.go.id, Ahad (12/2/2017) pukul 22:10 WIB:

Pemukiman di Bantaran Ciliwung dan Krukut Terendam


Naiknya debit Sungai Ciliwung dan Kali Krukut di bagian hulu sejak Minggu pagi telah menyebabkan banjir di permukiman di bantaran sungai di kedua sungai tersebut. Berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBD DKI, banjir terjadi di Cilandak Timur, Petogogan, Rawajati, Kampung Melayu, Cawang, dan Bidara Cina. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan.

Sebaran banjir hingga Minggu (12/2/2017) sore adalah sebagai berikut:




JAKARTA SELATAN

KEC. PASAR MINGGU

KEL. CILANDAK TIMUR
RW : 03 RT : 03, 09 Ketinggian Air : 10 s/d 50 cm
Penanganan : Dalam Konfirmasi
Jumlah Pengungsi : Dalam Konfirmasi

KEC. KEBAYORAN BARU

KEL. PETOGOGAN
RW : 02 RT : 05, 06, 07 Ketinggian Air : 20 s/d 50 cm
Penyebab : Kenaikan muka Kali Krukut
Penanganan : -
Status : SURUT

KEC. PANCORAN

KEL. RAWA JATI
RW : 07, RT : 02 Informasi yang di terima pukul 11.00 WIB, Ketinggian Air ; 20 cm.
Situasi saat ini: Masih menunggu konfirmasi dari Lurah.
Penanganan : Dalam Konfirmasi
Jumlah Pengungsi : Dalam Konfirmasi

JAKARTA TIMUR

KEC. JATINEGARA

KEL. KAMPUNG MELAYU
Rw : 04 RT. 012 Ketinggian Air : 30 s/d 50 cm, terdampak 13 KK 39 jiwa
Rw : 04 RT. 013 Ketinggian Air : 30 s/d 50 cm, terdampak 15 KK 53 jiwa
Rw : 05 RT. 010 Ketinggian Air : 30 s/d 50 cm, terdampak 35 KK 105 jiwa
Rw : 05 RT. 011 Ketinggian Air : 30 s/d 50 cm, terdampak 21 KK 69 jiwa
Jumlah Total terdampak di Kel. Kampung Melayu 84 KK 266 jiwa.
Penyebab : Kenaikan PA. Katulampa dan PA. Depok
Penanganan : Penyediaan pompa air di Jl. Inspeksi Ciliwung.
Jumlah Pengungsi : NIHIL




KEC. KRAMAT JATI

KEL. CAWANG
Rw : 02 RT. 010,011,012 Informasi yang diterima pada Pukul 14.00 WIB, Ketinggian Air : 20 s/d 40 cm
Penyebab : Kenaikan PA. Katulampa dan PA. Depok
Penanganan : Dalam Konfirmasi
Jumlah Pengungsi : Dalam Konfirmasi

KEC. JATINEGARA

KEL. BIDARA CINA
Rw : 07 Rt 16,17,18 Informasi dari Tagana an Umy Aby, Ketinggian Air: 20 s/d 30cm
Penyebab : Kenaikan PA. Katulampa dan PA. Depok
Penanganan : Dalam Konfirmasi
Jumlah Pengungsi : Dalam Konfirmasi

Informasikan lebih lanjut dapat menghubungi PUSDATIN KEBENCANAAN BPBD PROVINSI DKI JAKARTA
Telp/Fax : 021 - 386 5632
Call Center Jakarta Siaga: 112

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan humas






Video-Video Ini Bukti Upaya MetroTV Gembosi Aksi 112


Unknown | 04.52 | ,

MetroTV gembosi Aksi 112




MetroTV dinilai berupaya menggembosi Aksi 112 sejak dua hari sebelum acara dzikir dan tausiyah nasional itu berlangsung. Meskipun demikian, upaya tersebut gagal total. Aksi 112 akhirnya berjalan sukses dengan diikuti jutaan umat Islam dari berbagai daerah, Sabtu (11/2/2017).

Seperti apa upaya MetroTV menggembosi Aksi 112? Berikut ini video-video yang menjelaskannya.

MetroTV pada Kamis (9/2/2017) siang turut meliput saat pertemuan ulama Cirebon, termasuk Buya Yahya, bersama kepolisian. Namun, MetroTV memlintir pertemuan itu dengan menayangkan headline pada Kamis malam pukul 19:00 WIB berjudul “Ulama Cirebon imbau warga tak ikut Aksi 112.”



Setelah diprotes, Abdul Jalil Hermawan, jurnalis MetroTV yang bertugas di Cirebon akhirnya meminta maaf dan mengakui bahwa berita tersebut salah.






H Alfan Nasuha juga mengklarifikasi bahwa ulama Cirebon tidak pernah melarang aksi 112. Sebagai ulama Cirebon, ia meminta media tidak memplintir pernyataan para ulama.



Buya Yahya juga merasa perlu mengklarifikasi karena yang dipakai oleh MetroTV dalam headline berjudul “Ulama Cirebon imbau warga tak ikut Aksi 112” adalah pernyataannya yang dipotong lalu diplintir oleh pembaca berita.








Bus Membatalkan Sepihak, Santri Ciamis Kembali Jalan Kaki


Unknown | 06.37 | ,




Semangat Aksi 112 semakin "memanas". Santri Ciamis, dilaporkan kembali melakukan aksi heroik.

Mulanya, ribuan santri dan muslim Ciamis telah mendapatkan bus untuk mengangkut mereka ke Masjid Istiqlal. Namun, puluhan bus yang telah dipesan mendadak membatalkan, Jumat (10/2/2017) sore.

"Puluhan bus yang sudah dipesan mendadak batal mengangkut mereka," kata Agus Ponda, Pimred Tabloid Pendidikan Ganesha yang tinggal di Ciamis.






Pembatalan secara sepihak oleh armada bus tidak menghalangi tekad santri Ciamis membela Al Quran. Mereka tetap berusaha ke Jakarta dengan berbagai cara. Di antaranya, berjalan ke terminal untuk naik bus umum.

Menurut Agus, sebagian peserta telah mendapatkan bus umum ke Jakarta. Sedangkan sebagian lainnya memutuskan untuk berjalan kaki meskipun tidak memungkinkan bisa sampai Masjid Istiqlal besok pagi.

"Malam ini sebagian mujahid Ciamis tetap berjalan kaki menuju Jakarta. Semoga ada pertolongan di perjalanan," kata Agus. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Kapolri Imbau Panitia Aksi 112 Tak Undang Massa dari Luar Jakarta


Unknown | 20.52 | ,

Kapolri Imbau Panitia Aksi 112 Tak Undang Massa dari Luar Jakarta




Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru saja usai menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya terkait Aksi 112. Ia mengimbau panitia tidak mengundang massa dari luar Jakarta.

Kapolri tidak melarang peserta yang telah tiba di Jakarta, namun ia mengimbau agar panitia tidak mengundang massa dari luar wilayah DKI Jakarta.

“Yang sudah datang di Jakarta, kita umumkan bahwa tidak di Monas tapi acanya di Masjid Istiqlal,” ucapnya menegaskan, Jumat (10/2/2017), sewaktu awak media menanyakan terkait imbauan itu.

Tito juga mengingatkan agar kegiatan yang dilaksanakan umat Islam di Masjid Istiqlal, Sabtu (11/2/2017) besok, hanya bermuatan ibadah, tidak bermuatan politik.

“Ini kalau kegiatan ibadah, ibadah saja. Jangan sampai muatan politik” tandasnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.