THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Rasulullah Larang Menikahi Wanita Ini Meskipun Cantik dan Berkedudukan Tinggi


Unknown | 00.26 | ,

Rasulullah Larang Menikahi Wanita Ini Meskipun Cantik dan Berkedudukan Tinggi
ilustrasi (lifeismel)




Seorang pria yang akan menikah meminta nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Wanita yang akan dinikahinya itu cantik dan berkedudukan tinggi. Namun, Rasulullah melarangnya setelah ia mengemukakan satu kekurangan.

Pria itu belum puas. Di hari berikutnya, ia kembali mengajukan agar diperbolehkan menikah dengan wanita itu. namun, Rasulullah kembali melarangnya. Hingga ketiga kalinya, pria itu kembali menghadap Nabi dan mengajukan agar diperbolehkan menikah dengannya. Lalu Rasulullah pun mensabdakan alasan melarangnya.






جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ إِنِّى أَصَبْتُ امْرَأَةً ذَاتَ حَسَبٍ وَجَمَالٍ وَإِنَّهَا لاَ تَلِدُ أَفَأَتَزَوَّجُهَا قَالَ « لاَ ». ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ فَنَهَاهُ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ « تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

Seseorang datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Sesungguhnya aku akan menikah dengan seorang wanita yang memiliki kedudukan tinggi dan kecantikan, tetapi ia tidak bisa melahirkan. Apakah aku boleh menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan” Kemudian ia menghadap untuk kedua kalinya dan beliau tetap melarangnya. Kemudian ia menghadap ketiga kalinya maka beliau bersabda, “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur, karena sesungguhnya aku berharap memiliki jumlah umat yang banyak melalui kalian di antara umat-umat lainnya.” (HR. Abu Dawud)

Hadits ini menunjukkan keutamaan menikah dengan wanita yang subur, sebagaimana hadits-hadits lainnya. Wallahu a’lam bish shawab. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Ade Armando: Hadits Tak Bisa Dianggap sebagai Hukum yang Harus Dipatuhi


Unknown | 19.21 | ,

Ade Armando bicara hadits




Di tengah-tengah pembelaan Ade Armando terhadap Ahok, netizen dikejutkan dengan pernyataan kontroversial terkait hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dosen UI itu menyebut, hadits tidak bisa dianggap sebagai hukum yang harus dipatuhi.



Lalu ia pun memberikan contoh puluhan hadits yang ia tolak dengan alasan menggelikan, diskriminatif, mendorong kekerasan dan melecehkan ilmu pengetahuan.

“Sebagian di antaranya, nampak menggelikan. Misalnya saja, apa salahnya makan dengan tangan kiri dan masak sih hanya setan yang makan dengan tangan kiri? Atau juga, masak sih malaikat tidak suka pada anjing dan gambar?” tulis Ade melalui situs Madina Online, 8 April 2016 lalu, yang dishare kembali oleh netizen sehingga menjadi perbincangan hangat.






“Sebagian lainnya bahkan mendorong kekerasan dan penindasan hak asasi manusia. Misalnya saja soal hukuman mati bagi mereka yang murtad...” imbuhnya.

Lantas Ade pun menegaskan bahwa sunnah dan hadits bukan hukum melainkan sekedar rujuan.

“Yang ingin saya katakan, Sunnah dan Hadis bukan hukum, melainkan sekadar rujukan, panduan, atau bahkan catatan sejarah yang sebagian isinya diragukan kebenarannya,” tandasnya.

Ade pun mencontohkan bahwa hadits makan dengan tangan kanan hanya kebiasaan Nabi.

“Jadi kalau Nabi makan dengan tangan kanan, ya, itu sekadar kebiasaan Nabi. Bahwa Nabi mengatakan bahwa setan makan dengan tangan kiri, ya, bisa saja sekadar metafora, atau bercanda atau bahkan mungkin saja sebenarnya Nabi tidak pernah mengatakan begitu tapi ada orang yang mengira Nabi mengatakan itu atau bahkan mungkin juga ada orang yang sengaja berbohong tentang ucapan Nabi itu,” kata salah seorang yang ditokohkan JIL itu. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Sesepuh dan Kader PPP Kompak Tolak Gubernur DKI Non-Muslim


Unknown | 04.46 | ,

Sesepuh dan kader PPP kompak tolak Gubernur DKI Non-Muslim
Sebagian Sesepuh dan kader PPP yang tolak Gubernur DKI Non-Muslim (TeropongSenayan.com)




Meskipun Ketua Umum PPP kubu Romahurmuziy (Romi) dan Djan Faridz mendukung Ahok-Djarot, para sesepuh dan kader partai berlambang ka’bah dari dua kubu itu kompak menolak Gubernur Non-Muslim. Hal itu ditegaskan dalam pertemuan para sesepuh dan kader PPP di Hotel Sultan, Jakarta, Jum’at (14/4/2017) siang.

Menurut Majelis tinggi PPP Bachtiar Chamsyah, pertemuan itu merupakan bentuk penolakan kader PPP atas keputusan Ketua Umum PPP baik Romi dan Djan Faridz yang mendukung Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Kami merasa terpanggil dan ingin meluruskan, khususnya Romy dan Djan Faridz meminta kader-kader partai agar memilih calon pemimpin DKI yang tidak berazas partai yakni pemimpin non muslim," kata Bachtiar seperti dikutip Teropong Senayan.

Bahtiar menegaskan, keputusan Romy dan Djan Farid mendukung Ahok telah bertentangan dengan azas partai sebagai partai Islam.

Tampak sejumlah tokoh PPP baik dari kubu Romi maupun Djan Faridz dalam acara itu. Antara lain Yudo Paripurna, Bachtiar Chamsyah, Zarkasih Nur, Aisyah Amini, Anwar Sanusi, Abraham 'Lulung' Lunggana, Syukri Fadholi, Mardiono, Habil Marati, Ubaidilah Murod, dan Mudrick Sangidu. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Mengapa Seluruh Wanita yang Bertanya ke Dr Zakir Naik di Makassar Jadi Mualaf? Ini Rahasianya


Unknown | 08.31 | ,

Dr Zakir Naik (astroawani.com)
Dr Zakir Naik (astroawani.com)




“Sudah seperti sulap saja,” kata seorang netizen yang heran dengan banyaknya non-muslim bersyahadat di acara Dr Zakir Naik.

Yang tak kalah mengherankan, seluruh wanita yang bertanya kepada Dr Zakir Naik di Makassar akhirnya masuk Islam. Bersyahadat di depan dai internasional asal India itu.

Mengapa seluruh wanita yang bertanya kepada Dr Zakir Naik di Makassar masuk Islam?

Tentu semuanya atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan itulah yang namanya hidayah (petunjuk).

يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus (QS. Al Baqarah: 142)

فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا

Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk (QS. Ali Imran: 20)






Agar tidak salah memahami bahwa masuk Islamnya para wanita itu seperti sulap, kita perlu mengetahui bahwa mereka yang masuk Islam di acara Dr Zakir Naik bukan berarti saat itu juga baru muncul keinginan masuk Islam dan sebelumnya sama sekali tidak ada keinginan itu.

Rata-rata, mereka yang masuk Islam di acara Dr Zakir Naik telah mempelajari Islam dan mencari kebenaran. Kemudian ada satu dua pertanyaan yang mengganjal atau masih menjadi penghalang masuk Islam, pertanyaan itulah yang kemudian mereka tanyakan.

Misalnya Diana. Ia telah berniat masuk Islam, namun ada satu pertanyaan yang mengganjal pikirannya. Yakni apakah di dalam Islam ada jaminan keselamatan sebagaimana dalam agamanya. Setelah dijawab Dr Zakir Naik, ia pun masuk Islam. (Baca: “Di Agamaku Ada Jaminan Keselamatan, Di Islam Ada?” Jawaban Dr Zakir Naik Membuat Siswi SMA Bersyahadat)

Bahkan, ada pula yang sudah siap masuk Islam dari rumah dan dari waktu sebelumnya. Namun ingin mengikrarkan syahadat di depan Dr Zakir Naik.

Misalnya Oktaviana. Mendapat kesempatan pertama bertanya kepada Dr Zakir Naik, ia tidak ingin bertanya.

“Nama saya Oktaviana. Agama Kristen Protestan. Ingin muallaf. Saya tidak ingin bertanya, saya hanya ingin muallaf,” kata Oktaviana diiringi ribuan tepuk tangan. (Baca: Wanita Pertama yang Gemparkan Acara Dr Zakir Naik di Makassar: “Saya Tidak Ingin Bertanya”)

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]






Ini Tuntutan Nahdlatul Wathan ke Kapolri Soal Penghinaan Steven terhadap TGB


Unknown | 07.26 | ,

Surat pernyataan permohonan maaf Steven Hadisurya Sulistyo
Surat pernyataan permohonan maaf Steven Hadisurya Sulistyo



Penghinaan Steven kepada Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi ditanggapi serius oleh Nahdlatul Wathan (NW). Ormas Islam terbesar di NTB itu pun menggelar rapat bersama badan otonom, Jumat (14/4/2017), dan menghasilkan sejumlah kesepakatan yang dituangkan dalam pernyataan sikap.

Di antaranya adalah mendesak Kapolri untuk menuntaskan kasus tersebut agar tidak terjadi lagi penghinaan rasis kepada pribumi.

Berikut ini pernyataan sikap resmi keluarga besar Nahdlatul Wathan seperti dikutip SuaraNW:

1. Mengutuk keras pengihinaan Steven Hadisuryo Sulistiyo warga keturunan kepada ketua umum Dewan Tanfidziyah PBNW yang skaligus Gubernur NTB TGB Dr. KH muhammad zainul Majdi apalagi penghinaanya bersamaan dengan menghina pribumi dan warga Indonesia.

2. Mendesak aparat kepolisian KAPOLDA NTB, KAPOLRI untuk mengusut tuntas kasus pelecehan skaligus penghinaan yang dilakukan.oleh Steven terhadap ulama, Gubernur NTB panutan rakyat Indonesia khususnya Masyarakat NTB sampai selesai agar tidak menjadi kebiasaan yang akan diikuti oleh orang lain pada masa yang akan datang.

3. Indonesia harus bebas dari rasis dan tidak boleh satupun dan siapapun dia yang dibiarkan bebas hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka tunggal ika harga mati.

4. Gubernur NTB selama hampir 10 tahun menjadikan NTB sangat aman dan sikap toleransi antar ummat menjadi prioritas utama sehingga hampir tidak pernah terjadi riak-riak dan saling melecehkan antar kelompok dan etnis. NTB menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua etnis hidup berdampingan dan tidak pernah saling ganggu.

5. Keluarga besar NW NTB mendukung dan menyatakan sikap untuk menjaga marwah bangsa Indonesia ini dan Indonesia harus bebas dari RASIS.


Selain mengeluarkan lima poin sikap resmi tersebut, NW juga akan menggelar aksi damai “Indonesia Bebas Rasis” dengan target 10.000 massa. (Baca: Tuan Guru Bajang Dihina, Nahdlatul Wathan Akan Gelar Aksi Damai 10.000 Massa)

NW juga akan menempuh jalur hukum agar penghinaan rasis semacam itu tidak terulang.

“Kami akan tetap menumpuh jalur hukum kemudian tetap melakukan aksi damai, bahkan itu menjadi harga mati,” kata Sekjen HIMMAH. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Tuan Guru Bajang Dihina, Nahdlatul Wathan Akan Gelar Aksi Damai 10.000 Massa


Unknown | 06.26 | ,

Tak Terima TGB Dihina, Hari Ini Warga NTB Akan Nyatakan Sikap di Islamic Center
ilustrasi (suaranw.com)




Meskipun Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sudah memaafkan Steven yang menghinanya, warga NTB tidak terima gubernurnya –yang juga seorang ulama- dihina.

Pertemuan Pengurus Nahdlatul Wathan (NW) dan Badan Otonom menyepakati akan menggelar aksi damai “Indonesia Bebas Rasis” dengan target 10.000 massa.

Aksi tersebut akan digelar Senin (17/4/2017) dengan titik kumpul di Islamic Center atau di Lapangan Umum Sangkareang Mataram mulai jam 13.00 WITA.

Dalam pertemuan dengan Pengurus NW, Jumat (14/4/2017) pagi tadi, seluruh Badan Otonom hadir. Antara lain HIMMAH NW, IPNW, SATGAS HAMZANWADI, PEMUDA NW, dan lain-lain.

Selain menggelar aksi damai, NW juga akan menempuh jalur hukum agar penghinaan rasis semcam itu tidak terulang.






“Kami akan tetap menumpuh jalur hukum kemudian tetap melakukan aksi damai, bahkan itu menjadi harga mati,” kata Sekjen HIMMAH seperti dikutip SuaraNW.

Seperti diberitakan sebelumnya, Steven melontarkan penghinaan kepada TGB dengan sebutan “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Yang mengejutkan adalah arti kata “Tiko”. Ternyata itu singkatan dari “tikus kotor” bahkan bisa memiliki arti “ti= babi” dan “ko= anjing.”

Penghinaan itu dilontarkan Steven di Bandara Changi, Singapura. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, TGB berniat melaporkan Steven karena ucapannya sangat merendahkan pribumi. Namun Steven minta tidak diproses hukum. Pemuda keturunan Tionghoa itu menuliskan surat pernyataan permohonan maaf bermaterai. (Baca: Hina Gubernur NTB “Dasar Pribumi, Tiko!” Akhirnya Pemuda Ini Minta Maaf Agar Tak Diproses Hukum)

“Dengan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat Bapak TGH MUHAMMAD ZAINUL MAJDI dan Istri Hj ERICA ZAINUL MAJDI untuk tidak menempuh proses hukum serta memberikan saya maaf atas kekhilafan saya menyebut kata-kata yang tidak pantas yaitu: “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar pribumi, Tiko!”, pada saat terjadi kesalah pahaman saat bersama-sama antri untuk check in di depan Counter Batik Air Bandar Udara Changi, Singapore pada hari Minggu 09 April 2017 sekira pukul 14:30 waktu Singapore,” tulis Steven. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Tak Terima TGB Dihina, Hari Ini Warga NTB Akan Nyatakan Sikap di Islamic Center


Unknown | 21.31 | ,

Tak Terima TGB Dihina, Hari Ini Warga NTB Akan Nyatakan Sikap di Islamic Center
ilustrasi (suaranw.com)




Meskipun Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sudah memaafkan Steven yang menghinanya, warga NTB tidak terima gubernurnya dihina. Mereka akan berkumpul di Islamic Center dan menyatakan sikap usai Shalat Jum’at hari ini.

Seperti dirilis media warga Nahdlatul Wathan (NW), Suaranw.com, Aliansi Umat Islam (AUI) NTB mengajak kepada umat Islam di NTB untuk berkumpul di Islamic Center seusai shalat jum’at untuk bersama-sama menyatakan sikap keberatan terkait dengan penghinaan yang dialami oleh ulama’ sekaligus umara’ di NTB itu. Seperti diketahui, TGB adalah Ketua Umum Nahdlatl Wathan (NW), ormas Islam terbesar di NTB.

AUI NTB akan mendorong pihak berwajib segera menyelesaikan kasus tersebut supaya tidak berkembang menjadi hal-hal yang merusak persatuan dan kesatuan ummat dan bangsa.

“Ini soal marwah dan kewibawaan pemimpin kita apalagi beliau seorang Ulama, boleh beliau memaafkan pelaku tetapi tetap harus diproses hukum dan kita tidak boleh tinggal diam,” kata Deddy AZ ketua AUI NTB.






Seperti diberitakan sebelumnya, Steven melontarkan penghinaan kepada TGB dengan sebutan “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Yang mengejutkan adalah arti kata “Tiko”. Ternyata itu singkatan dari “tikus kotor” bahkan bisa memiliki arti “ti= babi” dan “ko= anjing.”

Penghinaan itu dilontarkan Steven di Bandara Changi, Singapura. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, TGB berniat melaporkan Steven karena ucapannya sangat merendahkan pribumi. Namun Steven minta tidak diproses hukum. Pemuda keturunan Tionghoa itu menuliskan surat pernyataan permohonan maaf bermaterai. (Baca: Hina Gubernur NTB “Dasar Pribumi, Tiko!” Akhirnya Pemuda Ini Minta Maaf Agar Tak Diproses Hukum)

“Dengan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat Bapak TGH MUHAMMAD ZAINUL MAJDI dan Istri Hj ERICA ZAINUL MAJDI untuk tidak menempuh proses hukum serta memberikan saya maaf atas kekhilafan saya menyebut kata-kata yang tidak pantas yaitu: “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar pribumi, Tiko!”, pada saat terjadi kesalah pahaman saat bersama-sama antri untuk check in di depan Counter Batik Air Bandar Udara Changi, Singapore pada hari Minggu 09 April 2017 sekira pukul 14:30 waktu Singapore,” tulis Steven. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.