THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Doa agar Tidak Dikuasai Pemimpin Kafir dan Zalim


Unknown | 20.03 | ,

Doa agar Tidak Dikuasai Pemimpin Kafir dan Zalim




Kesadaran umat Islam di Indonesia untuk menerapkan Al Quran khususnya Surat Al Maidah 51 semakin kuat. Hal itu bisa dilihat dari jutaan umat yang hadir dalam Aksi 411, 212 dan 112.

Selain ikhtiar dan gerakan bersama, yang perlu dilakukan umat Islam agar terhindar dari pemimpin kafir dan zalim adalah dengan memperbanyak doa. Di antaranya adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini.

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّاتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

"Ya Allah, karuniakanlah kami rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan (karuniakanlah kami) ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta (karuniakanlah kami) keyakinan hati yang dapat meringankan kami dari berbagai cobaan dunia. Jadikankan kami bisa menikmati dan memanfaatkan pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama hidup. Dan jadikan semua itu sebagai pewaris bagi kami (tetap ada pada kami sampai kematian). Jadikanlah kemarahan dan balas dendam kami hanya kepada orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami. (Ya Allah) Janganlah Engkau jadikan musibah kami adalah yang terjadi pada agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan janganlah Engkau kuasakan atas kami orang-orang yang tidak menyayangi kami." (HR. Tirmizi dan Nasa’i; hasan)






Diterangkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah tidak pernah bangkit dari majelisnya sehingga beliau mendoakan para sahabatnya di majelis tersebut dengan doa ini.

Selain memohon ketaqwaan dan penjagaan iman, doa ini juga memohon agar Allah tidak menguasakan pemimpin-pemimpin yang tidak menyayangi orang beriman. Siapakah pemimpin atau penguasa yang tidak menyayangi orang beriman? Mereka adalah penguasa-penguasa zalim, terlebih jika mereka zalim dan kafir.

Di dalam Al Quran juga terdapat beberapa doa agar dihindarkan dari fitnah dan penguasaan orang-orang kafir. Di antaranya dalam Surat Mumtahanah ayat 5 dan Yunus ayat 85-86.

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir dan ampunilah kami ya Rabb kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Mumtahanah: 5)

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ. وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir” (QS. Yunus: 85-86)

Wallahu a'lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]






Astaghfirullah... Anggota Fraksi PDIP dan Saksi Ahok Adu Pukul di TPS Ini


Unknown | 18.18 | ,

Foto Rimanews
Foto Rimanews.com




Sejumlah keributan mewarnai Pilkada DKI Jakarta, Rabu (15/2/2017) kemarin. Di antaranya terjadi di TPS 18 RW 07, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Polda Metro Jaya membenarkan insiden saling pukul antara anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Pandapotan Sinaga dengan seorang saksi Ahok-Djarot di TPS tersebut.

"Iya, iya (anggota DPRD)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/2/2017), seperti dikutip Rimanews.

Insiden itu terjadi saat pemungutan suara sedang berlangsung. Pandapotan sebagai pemantau menegur saksi Ahok karena tidak mengenakan baju kotak-kotak. Saksi itu menjawab, dirinya dilarang oleh petugas TPS dan Panwas mengenanak baju kotak-kotak. Sebab baju itu sama dengan baju yang dikenakan paslon dalam kertas suara.






Mendengar jawaban tersebut, Pandapotan marah dan memukul saksi sehingga terjadi insiden saling pukul. Keributan terhenti setelah warga melerai keduanya.

Namun sekitar 30 menit kemudian, datang lima orang mengenakan baju kotak-kotak ke TPS dan salah seorang di antaranya langsung memukul saksi. Mereka juga memukul ketua RW. Hal itu memicu kemarahan warga lalu mereka berbalik memukuli seorang berbaju kotak-kotak tersebut.

Menurut Suara.com, Roby selaku Ketua RW 07 Kelurahan Petojo Utara mengalami luka memar di bagian wajah akibat pemukulan oleh orang-orang berbaju kotak-kotak tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Quick Count Keluar, Ahoker Mulai Hina Agus dan Serang Anies


Unknown | 09.35 | ,

Agus Harimurti Yudhoyono




Banyak umat Islam yang bangga dengan kehadiran Agus-Silvy sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bahkan saat quick count menunjukkan pasangan calon nomor urut 1 itu tidak masuk putaran kedua, Agus menunjukkan sikap ksatria.

Namun tidak demikian dengan sejumlah pendukung Ahok. Mereka justru menghina Agus dengan kata-kata yang tidak pantas.

Sejumlah pendukung Ahok di media sosial menghina Agus dengan menyebutnya sebagai “Norman Kamaru.” Misalnya seperti pengguna Twitter @aldinnorth_.






“Misal ngga kepilih jadi gubernur: Ahok : Pengusaha Anies : Dosen Agus : Norman Kamaru #PilkadaSerentak2017 #PilkadaDKIJakarta #QuickCount,” kicau @aldinnorth_, Rabu (15/2/2017)



Kicauan itu menjadi cukup populer dan banyak muncul di timeline Twiter. Ketika berita ini dimuat, sebanyak 368 memfavoritkan twit itu dan telah diretwi 554 kali.

Ada pula yang menyebut sebagai teman bagi Norman Kamaru. Seperti kicauan @CarismaMinho.

“Agus gk kepilih, Norman Kamaru dapat temen. Cie.. Cie..,” kata @CarismaMinho, Rabu (15/2/2017) petang.



Sejumlah pendukung Ahok seperti @456AIS meretwit kicauan @GunRomli yang menyerang Anies Baswedan dengan mengidentikkannya dengan Rizieq & FPI. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Ini Hasil Akhir Quick Count Pilkada DKI Jakarta dari 5 Lembaga Survei


Unknown | 08.15 | ,

hasil akhir quick count pilkada dki jakarta




Pilkada DKI Jakarta telah berlangsung Rabu, 15 Februari 2017. Hasil quick count dari seluruh lembaga survei menunjukkan Basuki-Djarot dan Anies-Sandi akan maju ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Berikut ini hasil akhir quick count Pilkada DKI Jakarta dari 5 lembaga survei:

SMRC


Agus-Sylvi 16,7 persen
Basuki-Djarot 43,2 persen
Anies-Sandi 40,1 persen

LSI


Agus-Sylvi 16,9 persen
Basuki-Djarot 43,2 persen
Anies-Sandi 39,9 persen




Indikator


Agus-Sylvi 17,28 persen
Basuki-Djarot 43,16 persen
Anies-Sandi 39,56 persen

PolMark Indonesia


Agus-Sylvi 17,96 persen
Basuki-Djarot 42,27 persen
Anies-Sandi 39,77 persen

Litbang Kompas


Agus-Sylvi 17,37 persen
Basuki-Djarot 42,87 persen
Anies-Sandi 39,76 persen

Demikian hasil akhir quick count Pilkada DKI Jakarta dari 5 lembaga survei. Untuk hasil akhir resmi, silahkan menunggu hasil akhir real count dari KPU. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






MUI: Pernyataan Ahok Sangat Menyesatkan


Unknown | 20.45 | ,

Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi (kanan, berkacamata)




Menjelang hari H Pilgub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali melontarkan pernyataan yang menyakiti hati umat Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun merasa perlu menanggapi pernyataan menyesatkan tersebut.

“Jadi karena kalau berdasarkan agama, bapak ibu menjatuhkan pilihannya ya enggak apa-apa saya enggak mau berdebat soal itu. Karena soal itu saya disidang. Tapi dapat saya katakan, jika begitu, Anda melawan konstitusi di NKRI jika milih orang berdasarkan agama,” kata Ahok dalam pidato saat serah terima jabatan dengan Plt Gubernur DKI Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (11/2/2017), seperti dikutip Kumparan.

Pernyataan tersebut telah mendapatkan tanggapan dari sejumlah tokoh nasional mulai Menteri Agama Lukman H Saifuddin, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Baca: Memilih Berdasarkan Agama Melawan Konstitusi? Bantahan 3 Tokoh Nasional Ini Bungkam Ahok)






Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi tak kalah tegas menanggapi pernyataan Ahok tersebut. Menurutnya, pernyataan Ahok sangat menyesatkan.

"Pernyataan saudara Basuki Tjahaya Purnama sebagai pejabat negara sangat menyesatkan dan hal tersebut menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak paham Konstitusi Negara," kata Zainut Tauhid dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip JPNN, Senin (13/2/2017).

Menurut Zainut Tauhid, pernyataan Ahok itu sangat berbahaya karena mengatasnamakan konstitusi, padahal konstitusi tidak melarang. Jelas dan tegas dalam UUD NRI 1945 pasal 28 E ayat (2) dinyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

Sedangkan dalam pasal 29 ayat (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, dan ayat (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

"Jadi kalau saudara BTP sebagai Gubernur DKI mengatakan itu bertentangan dengan Konstitusi terus konstitusi yang mana yang dia maksudkan?” lanjut Zainut Tauhid seraya memperingatkan agar Ahok lebih berhati-hati dalam melontarkan pernyataan agar tidak timbul kegaduhan. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Memilih Berdasarkan Agama Melawan Konstitusi? Bantahan 3 Tokoh Nasional Ini Bungkam Ahok


Unknown | 18.55 | ,

Lukman - Dahnil - HNW




Baru saja diaktifkan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kembali mengeluarkan pernyataan yang membenturkan agama dan negara. Ahok menyatakan bahwa memilih pemimpin berdasarkan agama melawan konstitusi.

“Jadi karena kalau berdasarkan agama, bapak ibu menjatuhkan pilihannya ya enggak apa-apa saya enggak mau berdebat soal itu. Karena soal itu saya disidang. Tapi dapat saya katakan, jika begitu, Anda melawan konstitusi di NKRI jika milih orang berdasarkan agama,” kata Ahok dalam pidato saat serah terima jabatan dengan Plt Gubernur DKI Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (11/2/2017), seperti dikutip Kumparan.

Sejumlah tokoh nasional pun kemudian membantah pernyataan yang dinilai membahayakan itu.

Menteri Agama Lukman H. Saifuddin


Menteri Agama Lukman H. Saifuddin menegaskan, memilih calon Gubernur berdasar keyakinan agama sama sekali tidak melanggar konstitusi.

“Kita bangsa religius yg menjadikan agama sebagai acuan bersikap. Memilih cagub berdasar keyakinan agama sama sekali tak langgar konstitusi,” tulisnya melalui akun Twitter @lukmansaifuddin, Ahad (12/2/2017).






Twit tersebut segera menjadi viral dengan diretwit 4300 kali, difavoritkan 3020 pengguna Twitter dan mendapatkan 1178 tanggapan.



Wakil Ketua MRR RI Hidayat Nur Wahid


Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menegaskan bahwa konstitusi yang sah dan legal di NKRI yaitu UUD NRI 1945, jelas tidak melarang apalagi menganggap memililh pemimpin berdasarkan agama sebagai melawan konstitusi.

“Sebab UUD 1945 pasal 29 ayat 2 (yang tak mengalami perubahan) jelas menyebutkan bahwa, ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing, dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu’” tandasnya, Ahad (12/2/2017), seperti dikutip Republika.




Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar


Tanggapan lebih tegas disampaikan Ketua Pemuda Muhammdiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menilai, orang yang mengatakan “memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi” berarti ia anti-Pancasila sebab sila pertama Pancasila adalah pesan keagamaan.



“Sila Pertama Pancasila adalah Pesan Keagamaan. Dan, itu adala nilai utama kebangsaan kita. Jadi, bila ada yang mengatakan “memilih pemimpin berdasarkan agama adalah melanggar konstitusi” terang dia anti-Pancasila, dia anti-NKRI,” tegasnya seperti diretwit akun Twitter resmi PP Pemuda Muhammadiyah, @pppemudamuh, Selasa (13/2/2017). [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Soal Banjir Jakarta, Tanggapan Aa Gym Ini Bikin Ahoker Marah-Marah


Unknown | 17.20 | ,

Aa Gym




Baru saja sejumlah tokoh pendukung Ahok berkicau mempertanyakan mengapa Jakarta tidak banjir-banjir, Ahad (12/2/2017) petang sejumlah daerah di ibukota itu dilanda banjir.

Menyikapi peristiwa ini, KH Abdullah Gymnastiar memberikan tanggapan bernada harapan. Namun, tanggapan Aa Gym itu justru disambut caci maki oleh para pendukung Ahok.

“Innaalillahi, Jakarta banjir lagi, semoga nanti ada pemimpin Jakarta yang rendah hati, tak ujub takabur merasa sudah banyak berbuat,” tulis Aa Gym melalui akun Twitter @aagym, Selasa (14/2/2017), sembari mengunggah screenshoot berita berjudul Jakarta Diguyur Hujan Sejak Pagi, Kampung Pulo Banjir 50 Cm.






Segera, sejumlah akun yang ditengarai sebagai Ahoker menyerang pengasuh pesantren Daarut Tauhid itu dengan caci maki.

“@aagym banjir malah seneng susah bgt menghargai hasil kerja org yaa.. Haters,” kicau @riaranty sembari memberikan emotikon jempol terbalik.

Sejumlah akun lainnya menuduh Aa Gym sepi job sehingga mengurusi Jakarta.

“@aagym ya gitulah ikut politik daripada gak laku ceramahnya sepi job ya???,” kicau @angay16.

Seperti dirilis BersamaDakwah, sejumlah tokoh pendukung Ahok membuat cuitan yang sarat dengan menantang Allah karena hujan yang ada tak mengakibatkan banjir. Di antaranya Budiman Sujatmiko yang menuliskan pada Ahad (12/2/2017) pagi, “Musim hujan kok Jakarta gak banjir2 sich? Ini pasti ada "yang salah!".

Sorenya, sejumlah daerah dilaporkan dilanda banjir sebagaimana dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (Baca: Ahok Kembali Jadi Gubernur, Jakarta Langsung Banjir)






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.