THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Ditagih Janji Potong Kuping, Jawaban Ruhut Sitompul Ini Ditertawakan Netizen


Unknown | 17.43 | ,

Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul (Tribunnews)




Juru bicara tim Ahok-Djarot Ruhut Sitompul ditagih oleh sejumlah netizen. Pasalnya, ia pernah berjanji potong kuping jika Ahok-Djarot kalah. “Potong kuping saya kalau Ahok nggak menang,” kata Ruhut di Jakarta, pada 27 Januari lalu.

Ruhut pun berkilah, bahwa janjinya saat itu merupakan taruhan. Namun tidak ada yang berani bertaruh dengannya.

“Kalau hari itu aku ngajak bertaruh berani nggak potong kuping, tapi kan gak ada yang berani, nggak ada yang nanggepin,” kata Ruhut seperti dikutip Tabloid Bintang, Jumat (21/4/2017).

Karena tidak ada yang berani meladeni taruhannya tersebut, menurut Ruhut, janji potong kuping tidak berlaku.

Lebih jauh, Ruhut mengatakan bahwa kemenangan yang diraih Anies-Sandi disebabkan oleh teror agama.






“Kalau nggak ada teror agama mana mungkin pasangan itu menang, kawan-kawan Tionghoa jadi takut dan memilih golput, nggak berani milih,” ujar Ruhut.

Menurut Ruhut, Ahok-Djarot tidak kalah. Namun memberikan kesempatan kepada Anies-Sandi apakah bisa memimpin seperti Ahok.

“Tidak kalah mereka, ini seperti daripada rusuh-rusuh kasih aja ke mereka, mampu nggak mereka mimpin kayak Ahok,” tandasnya.

Ia pun mendorong untuk menagih janji Anies-Sandi mulai dari uang muka (DP) rumah nol persen, tolak reklamasi, penutupan Alexis, hingga dana Rp 3 miliar untuk setiap rukun warga (RW). Ruhut menilai realisasi itu tidak mudah karena pendukung Anies-Sandi di DPRD hanya dua fraksi yakni PKS dan Gerindra.

Jawaban Ruhut tersebut ditertawakan oleh netizen. Netizen menilai Ruhut hanya berkelit. Selain itu, pernyataan bahwa Ahok tidak kalah dan hanya memberi kesempatan Anies-Sandi juga ditertawakan karena beberapa hari menjelang pencoblosan tim Ahok-Djarot membanjiri Jakarta dengan sembako. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Ini Hal Luar Biasa pada 5 Hari Jelang Pilkada Menurut Burhanuddin Muhtadi


Unknown | 00.06 | ,

Anies-Sandi




Di luar dugaan Burhanuddin Muhtadi dan Indikator Politik Indonesia yang dipimpinnya, Anies-Sandi menenangkan Pilkada DKI Jakarta dengan selisih sangat besar dibandingkan Ahok-Djarot. Bahkan, di puluhan kelurahan, Ahok-Djarot yang semula unggul pada putaran pertama menjadi kalah pada putaran kedua.

Mengapa bisa terjadi demikian? Menurut Burhanuddin Muhtadi, terjadi hal luar biasa pada 5 hari menjelang Pilkada.

“Ada kemungkinan terjadi hal luar biasa pada 5 hari jelang pilkada. Indikasinya: menurut data dari sampel 30 kelurahan di mana Ahok unggul putaran pertama tapi kalah putaran kedua rata-rata kenaikan suara Anies dari pemilih baru (yang tidak nyoblos putaran pertama) sebesar 5,8%,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu setelah mengungkapkan bahwa sebelum minggu tenang elektabilitas Anies-Sandi unggul sangat tipis atas Ahok-Djarot.






“Jadi dengan asumsi seluruh pemilih Agus dan Anies putaran pertama datang dan milih Anies di putaran kedua, suara paslon tiga masih ditambah 5,8%. Faktanya, tidak semua pemilih Agus nyoblos Anies di putaran kedua,” lanjutnya.

“Artinya new voters buat Anies lebih dari 5,8%. Di saat yang sama partisipasi pemilih Ahok turun di putaran kedua.”

Apa hal luar biasa yang dimaksud oleh Burhanuddin Muhtadi itu? Secara singkat ia menyebutkan ada dua hal yang menurutnya luar biasa.

“Intinya ada mobilisasi luar biasa yang membuat suara paslo 3 membengkak. Dan ada kejadian signifikan yang membuat kantong-kantong pemilih Tionghoa dan pemilih muslim pendukung Ahok yang melemah sepanjang minggu tenang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, rekapitulasi Model C1 oleh KPUD DKI Jakarta menunjukkan Anies-Sandi memenangi Pilkada DKI Jakarta dengan 3.240.379 suara (57,95%) sedangkan Ahok-Djarot hanya mendapatkan 2.351.438 suara (42,05%). [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Ahok Kalah, Burhanuddin Muhtadi: Terjadi Hal Luar Biasa pada 5 Hari Jelang Pilkada


Unknown | 23.46 | ,

Burhanuddin Muhtadi




Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI Jakarta dengan selisih yang sangat besar meninggalkan Ahok-Djarot. Bahkan, di puluhan kelurahan, Ahok-Djarot yang semula unggul dalam putaran pertama, menjadi kalah di putaran kedua.

Mengapa bisa terjadi demikian? Menurut Burhanuddin Muhtadi, terjadi hal luar biasa pada 5 hari menjelang Pilkada.

“Ada kemungkinan terjadi hal luar biasa pada 5 hari jelang pilkada. Indikasinya: menurut data dari sampel 30 kelurahan di mana Ahok unggul putaran pertama tapi kalah putaran kedua rata-rata kenaikan suara Anies dari pemilih baru (yang tidak nyoblos putaran pertama) sebesar 5,8%,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu setelah mengungkapkan bahwa sebelum minggu tenang elektabilitas Anies-Sandi unggul sangat tipis atas Ahok-Djarot.






“Jadi dengan asumsi seluruh pemilih Agus dan Anies putaran pertama datang dan milih Anies di putaran kedua, suara paslon tiga masih ditambah 5,8%. Faktanya, tidak semua pemilih Agus nyoblos Anies di putaran kedua,” lanjutnya.

“Artinya new voters buat Anies lebih dari 5,8%. Di saat yang sama partisipasi pemilih Ahok turun di putaran kedua.”

Seperti diketahui, rekapitulasi Model C1 oleh KPUD DKI Jakarta menunjukkan Anies-Sandi memenangi Pilkada DKI Jakarta dengan 3.240.379 suara (57,95%) sedangkan Ahok-Djarot hanya mendapatkan 2.351.438 suara (42,05%). [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Jokowi Berani Lawan Megawati Soal Ahok, Ini Buktinya


Unknown | 08.14 | ,

Jokowi berani lawan Megawati soal Ahok, ini buktinya
Presiden Jokowi dan ibu negara saat mencoblos di TPS 04 Gambir (Detik.com)




Ada yang luput dari perhatian media saat hari H pencoblosan Pilgub DKI Putaran Kedua, Rabu (19/4/2017) kemarin. Yakni apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Sewaktu mencoblos di TPS 04, Gambir, Jakarta Pusat, Jokowi mengenakan kemeja putih. Padahal kemeja putih adalah baju kebesaran Anies-Sandi.

Menurut Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M Rico Sinaga, Jokowi tampil sevulgar itu merupakan tanda keberaniannya melawan Megawati yang sangat ingin Ahok menang.

"Jokowi ini orang Jawa, tentu dia cukup mahir menyampaikan pesan kepada kawan maupun lawan politiknya melalui simbol-simbol begitu. Kali ini saya bilang Jokowi mulai berani dan tidak lagi sungkan sama Megawati Soekarnoputri," kata Rico seperti dikutip Rmol.






Jokowi, menurut Rico, sedang ingin menyampaikan kepada pubik bahwa sebenarnya ia tidak menghendaki Ahok menjadi Gubernur DKI 2017-2022.

"Jadi, melalui kemeja putih itu, Jokowi hatinya ke Anies-Sandi. Saya kira keputusan itu merupakan menifestasi dari dalam dirinya, bahwa dia memang sudah tidak nyaman dengan Basuki," tandasnya.

"Artinya ini apa? Sebagai petugas partai, Jokowi mulai berani menunjukkan ketidakpatuhannya kepada sang Ketua Umum PDIP. Kita tahu, Megawati adalah orang yang paling ngotot memenangkan Basuki," tambah Rico. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Tanggapan Slank Soal Hasil Pilgub DKI Kena Skak Mat Netizen


Unknown | 03.16 | ,

Slank bersama Ahok (fakta.co.id)
Slank bersama Ahok (fakta.co.id)




Ahok-Djarot yang didukung Slank ternyata kalah dalam putaran kedua Pilgub DKI Jakarta yang berlangsung hari ini. Ahok-Djarot bahkan kalah di TPS tempat Bimbim, Kaka, dan Abdee Slank mencoblos.

Menanggapi kemungkinan kemenangan Anies-Sandi, Bimbim mengaku Slank sudah siap.

Menurut Bimbim, jika Anies-Sandi menang, Slank akan mengkritisi mereka melalui lagu. Cara itu, menurutnya, lebih efektif dalam membuat perubahan atau pergerakan.

Slank, tambahnya, ingin menyatakan langsung masalah terkait pembangunan ke pemerintahan selain menyuarakannya lewat musik dan lagu seperti yang selama ini dilakukan.

“Kalau Pak Ahok menang, kami harap tetap jalankan sistem baik yang ada. Kalau Pak Anies menang Slank akan tetap jadi teman pemerintah, jadi oposisi," tandas Bimbim.






Kendati demikian, Bimbim berharap Ahok yang menang. Sebab menurutnya, Ahok-Djarot bisa mengubah Jakarta dengan drastis.

"Berharapnya menang, karena gua percaya sama Ahok-Djarot yang terbukti bisa mengubah Jakarta dengan drastis lewat sistemnya," kata drummer Slank itu di Gang Potlot, Jakarta, Rabu (19/4/2017) seperti dikutip Republika.

Alasan Bimbim berharap Ahok-Djarot menang itu mendapat skak mat dari netizen.

“Terbukti apa Brow, ngatasi banjir sama macet saja nggak bisa. Kalau pembangunan sudah dari dulu Jakarta megah seperti itu,” kata Mahendro Yulianto.

Netizen lain menganggap komentar Slank tidak penting.

“Maaf buat saya Slank ngga penting.....,” kata Husni Muthalib. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Di Depan Para Ulama, Presiden Jokowi Janji Akan Paksa Taipan Lakukan Ini


Unknown | 09.06 | ,

Jokowi-JK
Jokowi-JK (Detik)




Menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, umat Islam dikejutkan dengan langkah Presiden Jokowi mengundang para ulama termasuk Ketua MUI KH Ma'ruf Amin dan dai kondang Ustadz Yusuf Mansur, Senin (17/4/2017).

Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan di Jakarta itu, Presiden Jokowi berjanji akan memaksa Taipan untuk bekerja sama dengan para ulama.

Ustadz Yusuf Mansur mengungkapkan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah akan meredistribusikan aset lahan sebanyak 12,7 juta hektare kepada masyarakat. Salah satu channelingnya melalui pesantren dan para ulama.

"Tadi presiden menyampaikan pertama tentang redistribusi aset. Ada 12,7 juta lahan di tanah air yang insya Allah akan didistribusikan kepada masyarakat. Salah satu chanelingnya adalah lewat pesantren, madrasah para alim ulama, para ustaz, pondok pesantren, dan kemudian ormas-ormas," kata Ustadz Yusuf Mansur seperti dikutip Detik.






Jokowi kemudian meminta tanggapan kepada para ulama dan tokoh Islam terkait dengan rencana kemitraan antara taipan dengan ormas dan institusi ke-Islam-an. Sementara untuk para taipan, Jokowi mengatakan akan langsung memaksa mereka.

Presiden mau memaksa taipan-taipan untuk bekerja sama, beraliansi strategis di ekonomi, di muamalah dengan para kyai, para ulama, para pesantren," kata pengasuh Pesantren Daarul Quran itu.

"Kalau dari taipan enggak ditanya kata Presiden. Karena dari taipan itu paksaan, jadi Presiden memaksa. Tapi kalau yang menerima ajakan ini kan Presiden perlu bertanya, tadi Presiden bertanya apa tanggapannya, dan bagaimana pendapatnya. Jadi nanti akan ada kerja sama ekonomi yang modalnya itu dari para taipan," lanjutnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Polri Imbau Masyarakat Tak Terlalu Percaya Hasil Survei Pilkada


Unknown | 08.21 | ,

Hasil survei menjelang Pilkada DKI putaran kedua
Kadiv Humas Polri (kiri) - Hasil survei menjelang Pilkada DKI putaran kedua (kanan)




Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat agar tidak terlalu percaya pada hasil survei sejumlah lembaga terkait dengan Pilkada. Menurut Polri, hasil survei itu dinilai bisa menggiring opini publik. Hal itu disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar.

"Iya, kan mengklaim kemenangan itu kan bisa membuat suatu pandangan. Nanti kalau ternyata hasilnya beda, kan ada yang mengklaim si ini sebagai pemenang, nanti kalau ternyata kalah berarti (dianggap) dicurangi," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017), seperti dikutip Detik.

Boy mengingatkan bahwa hasil lembaga survei itu tidak mutlak. Kendati survei adalah bagian dari kemajuan teknologi informasi, Boy mengimbau masyarakat bersikap bijaksana dalam menanggapi hasil survei tersebut.






"Tapi saya ingatkan sekali lagi, hasil survei tidak mengandung kepastian. Mohon segala sesuatu tidak dengan menarik kesimpulan masing-masing karena bisa menimbulkan opini publik," imbuhnya.

Ia menegaskan, hasil yang pasti adalah perhitungan KPU. Sehingga masyarakat perlu merujuk ke sana.

Sebelumnya, sejumlah lembaga survei merilis hasil surveinya terkait dengan Pilkada DKI Jakarta. Hasil survei lembaga-lembaga itu pun berbeda-beda, namun mayoritas hasilnya menunjukkan pasangan Anies-Sandi lebih unggul. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.