THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Rahasia Ali bin Abu Thalib Tak Pernah Sakit Mata Lagi


Unknown | 17.52 | ,

ali bin abu thalib - ilustrasi perang
ilustrasi

Ali bin Abu Thalib pernah sakit mata saat terjadinya perang Khaibar. Namun setelah itu ia sembuh dan tak pernah sakit mata lagi. Apa rahasianya?

Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahih-nya. Malam hari menjelang pertempuran Khaibar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Besok aku akan menyerahkan bendera kepada orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, juga dicintai Allah dan Rasul-Nya.”






Malam itu, semua berharap mendapatkan amanah untuk memegang bendera perang tersebut. Paginya, kaum Muslimin beramai-ramai mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Semuanya berharap diserahi bendera.

“Di mana Ali bin Abu Thalib?” Tanya Rasulullah.

“Kedua matanya sakit,” jawab para sahabat.

“Suruh dia kemari.”

Ali bin Abu Thalib kemudian dibawa menghadap beliau. Lalu Rasulullah meludahi kedua matanya dan berdoa mohon kesembuhan. Saat itu juga, mata Ali langsung sembuh, bahkan seperti tidak sakit sebelumnya.

Khaibar yang awalnya sulit ditaklukkan, akhirnya takluk di tangan kaum muslimin setelah Rasulullah menyerahkan bendera kepada Ali. Dan sejak saat itu, Ali tidak pernah mengalami sakit mata lagi.

Tak hanya kali itu Ali sembuh setelah didoakan Rasulullah. Pernah juga Ali sakit. Lalu Rasulullah sholat dan mendoakan Ali.

“Kau sudah sembuh, wahai Ali. Kau tidak apa-apa. Tidaklah aku meminta sesuatu pun kepada Allah, melainkan aku meminta hal yang sama untukmu. Dan tidaklah aku meminta sesuatu kepada Allah, melainkan ia pasti mengabulkan permintaanku. Hanya saja, dikatakan kepadaku, tidak ada nabi setelahmu (wahai Muhammad),” sabda beliau seperti dikisahkan Yusuf Abdul Karim dalam Syabab Haula Rasul.

Seketika itu, Ali bangun. “Aku bangun, seakan aku tak sakit apa pun.” [Ibnu K/Tarbiyah]








Diperiksa soal Kasus Meme 'Joker' Anies Baswedan, Fahira Idris Sujud Syukur


Unknown | 17.12 | ,

fahira idris

Anggota DPD RI Fahira Idris sujud syukur. Pasalnya, laporannya ditindaklanjuti polisi. Hari ini ia dipanggil polisi untuk diklarifikasi mengenai laporannya soal meme 'joker' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan terlapor Ade Armando.

"Saya memang biasanya kan kalau ada apa-apa saya posting di medsos (media sosial), cuma memang kali ini saya lagi pengin tenang dulu karena sebetulnya surat itu sudah kemarin. Saya sangat, sangat senang sekali, saya senang sekali, saya mengucapkan alhamdulillah, sujud syukur. Artinya apa, menurut saya kepolisian betul-betul sangat cepat merespons laporan saya," kata Fahira Idris, Kamis (7/11/2019) malam, seperti dikutip Detik.






Menurut Fahira, langkah polisi yang menindaklanjuti laporannya telah menghilangkan stigma di masyarakat. Selama ini ada stigma bahwa kalau kelompok tertentu prosesnya cepat, sedangkan kelompok tertentu lainnya tidak diproses.

"Ternyata memang kepolisian sangat bagus sekali, sangat cepat merespons kasus ini dan bahkan surat itu sudah saya terima kemarin. Hari Jumat saya melapor tanggal 1 November, kemarin tanggal 3 sudah ada surat untuk saya diklarifikasi besok jam 10.00 WIB pagi," terang Fahira.

Baca juga: Sering Dilaporkan ke Polisi, UI Peringatkan Ade Armando

Di Twitter, fahira juga mengungkapkan rasa syukurnya menanggapi agenda pemeriksaan hari ini.

“Alhamdulillah Jumat 8 Nov'19 Jam 10.00 wib Saya Akhirnya Dipanggil Polisi u/ Klarifikasi Kasus Meme Joker.. Terima Kasih Polda Metro Jaya Atas Respon Cepatnya, Surat sudah saya terima sejak tanggal 6 Nov' 19, atas laporan saya tertanggal 1 Nov'19. Mohon doa agar lancar ❤,” kata Fahira melalui akun Twitter pribadinya, @fahiraidris, Kamis (7/11/2019).

Sebelumnya, Fahira Idris melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya karena mem-posting meme berupa foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan riasan wajah tokoh fiksi Joker ke Facebook. Juga ada narasi-narasi yang mengandung ujaran kebencian dalam postingan tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah]








Hari Ini Fahira Idris Diperiksa soal Kasus Meme 'Joker' Anies Baswedan


Unknown | 16.42 | ,

Fahira Idris
Fahira Idris (Net)

Hari ini (Jumat, 8/11/2019), polisi mengagendakan pemeriksaan terhadap Fahira Idris. Anggota DPD RI itu akan diklarifikasi mengenai laporannya soal meme 'joker' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan terlapor Ade Armando.

"Rencana besok akan diklarifikasi pelapornya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/11/2019), seperti dikutip Detik.






Pelapor yang dimaksud Argo adalah Fahira Idris. Sedangkan terlapor adalah Ade Armando.

"Rencana besok nanti akan kita tanyakan seperti apa ya yang dilaporkannya dan barang buktinya apa yang dibawa. Kita tunggu saja besok," ungkap Argo.

Baca juga: Sering Dilaporkan ke Polisi, UI Peringatkan Ade Armando

Sebelumnya, Fahira Idris melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya karena mem-posting meme berupa foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan riasan wajah tokoh fiksi Joker ke Facebook. Juga ada narasi-narasi yang mengandung ujaran kebencian dalam postingan tersebut.

Menanggapi agenda pemeriksaan hari ini, Fahira bersyukur.

“Alhamdulillah Jumat 8 Nov'19 Jam 10.00 wib Saya Akhirnya Dipanggil Polisi u/ Klarifikasi Kasus Meme Joker.. Terima Kasih Polda Metro Jaya Atas Respon Cepatnya, Surat sudah saya terima sejak tanggal 6 Nov' 19, atas laporan saya tertanggal 1 Nov'19. Mohon doa agar lancar ❤,” kata Fahira melalui akun Twitter pribadinya, @fahiraidris, Kamis (7/11/2019). [Ibnu K/Tarbiyah]









Anggota DPR Minta Dirut BPJS Cabut Pernyataannya Ini


Unknown | 18.31 | ,

Rapat DPR
Suasana rapat DPR (RRI)

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay memprotes pernyataan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. Saleh tidak terima pernyataan Fachmi yang menyebut iuran BPJS lebih murah daripada membeli pulsa telepon.






Menurutnya, Fachmi sedang menyederhanakan masalah. Padahal, masalah-masalah itu sangat kompleks.

“Coba bayangkan iuran BPJS dibandingkan pulsa telepon, itu sangat-sangat tidak komparatif, tidak kompatibel, dan tidak komparabel. Tidak boleh dibandingkan seperti itu,” kata Saleh saat rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, BPJS, DJSN, dan Badan Pengawas BPJS di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Aleg dapil Sumatera Utara II itu lantas mengajak Fachmi sekali-sekali ke kampungnya untuk melihat bahwa masih ada warga yang susah yang gajinya Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu sehari.

“Tidak usah menunggu setengah jam, 20 menit saya tunjukkan ini loh orang yang gajinya Rp 20 ribu, Rp 30 ribu sehari,” katanya seperti dikutip JPNN.

Saleh tak setuju analogi dirut BPJS yang sebelumnya menyebut bahwa untuk membayar iuran BPJS, masyarakat bisa menabung Rp 2 ribu per hari. Saleh menjelaskan, kalau dalam satu keluarga itu ada suami, istri, dan satu anak, berarti setiap hari harus menambung Rp 6 ribu. Padahal di kampung kadang-kadang banyak keluarga yang memiliki banyak anak.






Ia mencontohkan keluarga yang punya anak lima. Sehari, keluarga itu harus menabung Rp 14 ribu. Maka satu bulan sudah Rp 420 ribu.

“Jadi, lebih murah mana iuran BPJS atau pulsa telepon?” kata anggota DPR dari Fraksi PAN itu dengan mimik wajah serius.

Lebih jauh Saleh menegaskan bahwa pulsa telepon itu adalah kebutuhan sekunder, bahkan tersier. Menurut dia, orang yang tidak punya telepon masih bisa hidup senang dan gembira. Namun kalau tidak punya akses kesehatan, orang bisa meriang, merinding, bahkan meninggal dunia.

“Bisa dibayangkan tidak? Tolong cabut itu (pernyataan),” tandasnya. [Ibnu K/Tarbiyah]









Dilaporkan Politisi PDIP ke Polisi, Ini Tanggapan Telak Novel Baswedan


Unknown | 17.56 | ,

Novel Baswedan
Novel Baswedan (Antara)

Politisi PDIP Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke polisi. Ia menuduh penyidik senior KPK itu merekayasa kasus penyiraman air keras yang menimpanya pada 11 April 2017 silam.

Novel pun menanggapi laporan itu. Ia membantah semua tuduhan Dewi dan menyebutnya sebagai orang aneh yang ingin mengerjai polisi.






"Saya nggak ngerti mesti tanggapi apa. Aneh memang orang ini. Saya sih yakin kalo yang bersangkutan tahu kalo itu benar terjadi. Bisa jadi yang bersangkutan mau “ngerjain” polisi," kata Novel, Kamis (7/11/2019).

Maksud dari "mengerjai" polisi adalah memberi tudingan palsu yang mengada-ngada. Padahal, dari hasil penyelidikan kepolisian, terdapat dugaan unsur perencanaan dalam penyerangan yang dialaminya tersebut.

"Lah, nyuruh polisi bekerja atas hal yang dia tahu, itu enggak benar, apa namanya, dong ?" lanjut Novel seperti dikutip Kumparan.

Dewi melaporkan Novel pada 6 November 2019. Laporan itu diterima polisi dan tertuang dalam nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus.

Dewi melaporkan Novel atas dugaan melanggar Pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Ia mempertanyakan wajah Novel yang baik-baik saja, sementara mata kirinya rusak. Tak hanya itu, ia menilai, saat kejadian, Novel tak refleks menyiram wajahnya dengan air. [Ibnu K/Tarbiyah]








Ustadz Haikal Hassan Ungkap Mengapa Ade Armando Gemar Bikin Sensasi


Unknown | 17.16 | ,

Haikal Hassan - Ade Armando
ilustrasi

Mengapa Ade Armando gemar melakukan ‘sensasi’ kontroversial hingga beberapa kali dilaporkan polisi? Ustadz Haikal Hassan Barras mengungkapkan analisanya.






Alumni S3 Universiti Teknologi Malaysia (UTM) itu menyebut, Ade Armando paham betul bahwa ia sudah tidak ada karir lagi. Karenanya dosen Universitas Indonesia (UI) itu membuat sensasi agar ada yang menampungnya demi kehidupan yang layak.

“Orang seperti @adearmando1 ini paham betul. Dia sudah gak ada karir lagi. Makanya harus cari sensasi dg cara2 begitu. Spt kita ketahui bersama, disini org sepertu ade armando banyak yg mau tampung. Jadi prilaku ybs sebenarnya utk cari kehidupan yg layak,” kata Haikal Hassan melalui akun Twitter pribadinya, @haikal_hassan, Rabu (7/11/2019) malam.



Sebelumnya, UI memberikan peringatan tertulis kepada dosen yang dilaporkan ke polisi gara-gara mengunggah meme Anies Baswedan 'berwajah' Joker itu. Pasalnya, Ade Armando sering dilaporkan ke polisi akibat pernyataannya yang kontroversial.






Pada 8 Januari 2018, Ade dilaporkan Majelis Taklim Nahdlatul Fatah ke Bareskrim Polri dengan Nomor LP/16/I/2018/Bareskrim. Pasalnya Ade mengunggah postingan yang isinya dianggap menistakan hadist.

Pada tahun yang sama, Ade kembali dilaporkan ke polisi terkait komentar soal adzan. Ade dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Denny dengan No THL/1995/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018.

Pada 7 Januari 2019, Ade kembali dilaporkan. Kali itu terkait pencemaran nama baik. Ade dilaporkan oleh Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharudin.

Kasus terkini yang membuat Ade kembali dilaporkan adalah unggahannya mengenai meme Gubernur DKI Jakarta yang mirip Joker. Ade dilaporkan oleh anggota DPD Fahira Idris ke Polda Metro Jaya dengan Nomor LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tertanggal 1 November 2019. [Ibnu K/Tarbiyah]








Cadar Budaya Arab? Ustadz Adi Hidayat Ingatkan Bahaya Kecebong


Unknown | 08.31 | ,

Ustadz Adi Hidayat

Cadar menjadi perbincangan luas setelah disinggung oleh Menteri Agama. Sebagian pihak mengatakan cadar adalah budaya Arab. Bahkan Abu Janda saat tampil di televisi menyebut cadar adalah tradisi Yahudi.






“Cadar ini adalah tradisi Yahudi,” kata Abu Janda. “Ini rabi Yahudi istrinya pakai cadar semua, lihat.”

“Agama Yahudi turun ke Nabi Musa itu 1500 sebelum masehi. Artinya 2000 tahun sebelum Islam turun ke Nabi Muhammad, Yahudi sudah pakai cadar,” lanjutnya.

Pernyataan semacam itu dibantah Ustadz Adi Hidayat. Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa budaya Arab sebelum Islam adalah budaya aurat terbuka.

Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan budaya Arab pada masa Fir’aun.

“Ada Cleopatra, misalnya. Ada yang lainnya, silakan cek. Anda gak akan temukan kerudung-kerudung dengan pengertian kerudung islami. Yang ada paling nutup sini, ininya kelihatan. Gak ada manfaatnya penutup itu pada dirinya karena sesungguhnya penutup itu dipakai untuk kelihatan terbuka,” kata Ustadz Adi Hidayat.






“Budaya Arab memang pada mulanya tidak menggunakan penutup kepala untuk menutup auratnya. Karena itu agak aneh kalau melihat ada pernyataan misal saja, ‘ah itu cadar tu budaya Arab’, ‘kerudung budaya Arab.’ Katakan, budaya Arab yang dimaksudkan sebelum datangnya Islam, budaya yang kuno banget, tidak ada kaitannya dengan kerudung apalagi cadar.”

Ustadz Adi Hidayat pun mengingatkan bahaya keterangan cepat bohong-bohongan.

“Kadang-kadang ada keterangan, keterangan cepat tapi isinya boong boongan. Nah, ini yang berbahaya. Keterangan cepat boong boongan. Disingkat Kecebong,” kata Ustadz Adi Hidayat disambut tawa jamaah. [Ibnu K/Tarbiyah]










 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.