THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Jawaban Umar bin Abdul Aziz Ketika Warisan untuk Anaknya Tak Sampai Sejuta


Unknown | 19.43 | ,

warisan umar bin abdul aziz
ilustrasi

Umar bin Abdul Aziz berhasil menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan untuk rakyatnya. Hingga mereka kesulitan menemukan orang yang mau menerima zakat. Hingga para ulama berijtihad, bolehkah zakat disalurkan ke luar negeri Islam.






Ia juga dikenal sangat zuhud. Menjelang wafat, ia hanya meninggalkan warisan untuk anak-anaknya masing-masing delapan dirham. Satu dirham setara dengan 2,975 gram perak. Yang jika dikurskan dengan rupiah saat ini, nilainya sekitar 80.000 rupiah. Maka delapan dirham hanya senilai 640.000 rupiah.

Sebagai sepupu, Maslamah bin Abdul Malik tak tega mengetahui hal itu. Ia ingin membantu.

“Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau tega hanya memberi warisan delapan dirham kepada anak-anakmu. Titipkanlah mereka kepadaku dan aku akan mencukupi semua keperluan mereka,” kata Maslamah. “Aku ini pangeran Bani Umayyah yang paling kaya. Kalau pangeran lain kaya karena warisan, aku kaya karena bisnis dan perdagangan.”

“Tidak wahai Maslamah. Aku telah menitipkan anak-anakku kepada Yang lebih kaya darimu?”

“Siapa dia?”

“Allah,” jawab Umar dengan penuh keyakinan. “Maka daripada mengkhawatirkan masa depan anak-anakku, lebih baik engkau persiapkan jawaban saat nanti dihisab Allah, dari mana seluruh hartamu itu.”

Jawaban ini membuat Maslamah tertegun. Umar bin Abdul Aziz tak pernah khawatir dengan masa depan anak-anaknya. Sepanjang mereka bertaqwa kepada Allah, maka itu cukup bagi mereka.

Baca juga: Ayat Kursi

Dan belasan tahun kemudian, anak-anak Umar bin Abdul Aziz yang tadinya hanya mendapat warisan delapan dirham, tumbuh menjadi para pembayar zakat terbesar di masanya. Bahkan ada yang berinfaq 100.000 dinar dalam sebuah jihad fi sabilillah.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An Nisa: 9)

Bagaimana dengan kita? Apa yang sudah kita siapkan untuk anak-anak kita? [Muchlisin BK/Tarbiyah]








Jika Ada ASN Terpapar Radikalisme, Ini Saran Wakil Presiden


Unknown | 23.33 | ,

Wakil Presiden Maruf Amin
Wakil Presiden Maruf Amin (Liputan6)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri tentang penanganan radikalisme pada Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, upaya itu bertujuan agar ASN tidak terpapar radikalisme.






"Saya kira enggak ada masalah, supaya jangan ada ASN yang terpapar. Jadi itu pengawasan juga. Jadi enggak ada masalah," kata Ma'ruf Amin usai menghadiri rapat koordinasi Dakwah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Lebih jauh Ma'ruf mengatakan, jika ada indikasi ASN terpapar radikalisme maka perlu upaya untuk deradikalisasi.

"Andai kata diketahui ada yang terpapar, perlu adanya upaya untuk deradikalisasi," kata Ma'ruf seperti dikutip Liputan6.

Sebelumnya, Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri tentang penanganan radikalisme pada Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai pro dan kontra. Mereka yang pro umumnya memahami tujuannya baik untuk menjaga ASN dari ideologi berseberangan dengan Pancasila. Sedangkan yang kontra mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan wewenang SKB tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah]








Ini Kronologi Ledakan Granat Asap di Monas yang Lukai 2 Anggota TNI


Unknown | 22.58 | ,

kronologi ledakan granat asap
Olah TKP ledakan granat asap di Monas (Kumparan)

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dua anggota TNI terluka akibat ledakan granat asap di Monas. Serka Fajar dan Praka Gunawan, keduanya kini dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Bagaimana ledakan itu terjadi? Berikut ini kronologinya. Semua jam pada peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 3 Desember 2019.

Pukul 07.00 WIB

Anggota Garnisun melaksanakan apel pagi dalam rangka olah raga bersama di Monas, Jakarta Pusat.

Pukul 07.10 WIB

Anggota Garnisun melaksanakan jalan santai berkeliling di dalam area taman Monas.

Pukul 07.20 WIB

Terdengar suara dentuman dari dalam area Monas arah Kementerian Dalam Negeri. Saat itu, terlihat Serka Fajar dan Prada Gunawan. Kondisi Serka Fajar mengalami luka berat tangan di sebelah kanan dan kiri. Sedangkan Praka Gunawan mengalami luka parah di bagian paha.

Pukul 08.00 WIB

Serka Fajar dan Praka Gunawan dilarikan ke RSPAD gatot Soebroto untuk menjalani perawatan medis. Beberapa saat kemudian, Tim Gegana Polda Metro Jaya memeriksa lokasi dan mensterilkan lokasi ledakan.

***

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono memastikan ledakan di Monas berasal dari granat asap. Kedua korban luka yakni Serka Fajar dan Praka Gunawan merupakan anggota Garnisun Tetap I/Jakarta.

“Mengalami luka-luka pada tangan kanan dan kiri yang satu. Satu lagi di bagian paha,” kata Eddy di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019), seperti dikutip Kumparan.








Protes Rasulullah Disebut Rembes, Tagar #KamiBersamaRasulullahSAW Trending Topic


Unknown | 20.13 | ,

kami bersama rasulullah

Tagar #KamiBersamaRasulullahSAW menduduki trending topic pertama di Indonesia, Selasa (3/12/2019).

Tak hanya netizen biasa, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN pun menyuarakan #KamiBersamaRasulullahSAW.






“Ya Allah di tengah malam ini saya sangat sedih, RasulMU Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang digambarkan sebagai anak "tengil" oleh seorang yang katanya ulama. Kalau rasulMU saja digambarkan seperti itu maka betapa lebih rendahnya kami sebagai Umat Rasulullah di hadapan orang tersebut. #KamiBersamaRasulullahSAW,” kata Said Didu melalui akun Twitter pribadinya, @msaid_didu, Selasa (3/12/2019) dini hari.



Ada pula yang selama ini tidak biasa bermain tagar, kini turut meramaikan tagar tersebut.

“Tak biasanya saya bermain tagar. Tetapi sy akan tanggalkan apapun demi kehormatan nabi Muhammad. Apatalagi hanya masalah gengsi ❗️ #KamiBersamaRasulullahSAW,” kata @Jhonkosmik, yang kemudian diretwit ratusan orang. [Ibnu K/Tarbiyah]








Soal Cuitan Billy, Presiden Jokowi: Salah-Salah Sedikit Enggak Apa-Apa Lah


Unknown | 07.03 | ,

Jokowi dan stafsus milenial
Jokowi dan stafsus milenial (CNN Indonesia)

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dia sudah mengetahui staf khususnya, Billy Mambrasar, tengah menjadi sorotan karena cuitannya di Twitter yang menyebut istilah 'kubu sebelah megap-megap'.






Jokowi mengatakan, dia tidak ada masalah dengan cuitan tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Billy merupakan hal yang wajar. Sebab, Billy merupakan anak muda yang kadang bicaranya terlalu semangat.

"Jadi kalau berbicara kadang terlalu semangat biasa lah. Salah-salah sedikit enggak apa-apa lah, anak muda," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Di samping itu, Billy juga sudah meminta maaf karena cuitannya tersebut. Karenanya, Jokowi meminta masyarakat untuk memaafkan tindakan Billy.

Jokowi lantas meminta masyarakat untuk memberikan ruang yang selebar-lebarnya bagi anak-anak muda agar muncul ide dan gagasan yang baik.

Sebelumnya, Billy menuliskan di Twitter, “Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: BALI! Utk mengisi materi co-working space,mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda,utk pengurangan pengangguran&angka kemiskinan."

Kicauan itu memantik kontroversi hingga Billy pun menghapusnya. Ia juga minta maaf dan menjelaskan bahwa “kubu sebelah” yang ia maksud adalah haters dan orang yang pesimis terhadap progress kinerja Billy. Bukan kubu sebelah dalam Pilpres.






Baca: Soal Istilah “Kubu Sebelah Megap2”, Stafsus Presiden Billy Minta Maaf

“untuk yg salah mengartikan "KUBU SEBELAH", maksud saya dari KUBU SEBELAH adalah HATERS atau ORANG2 PESIMIS terhadap progress kinerja saya.. Jgn diartikan kubu sebelah seperti lagi jaman Pilpres, TIDAK ADA hubungannya kesitu.. Krn saya tdk bermaksud ke arah situ! 🤗🤗💕💕,” kata Billy melalui akun @kitongbisa, Sabtu (30/11/2019).










Ma’ruf Amin: Banyak Sekolah dan PAUD Terpapar Radikalisme


Unknown | 07.06 | ,

Wapres Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan, banyak sekolah terpapar radikalisme, bahkan termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu diketahuinya saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah.

Ma’ruf Amin menjelaskan, banyak sekolah yang masih menggunakan bahan ajar yang di dalamnya mengandung unsur radikalisme. Bahan ajar itu lolos hingga ke tangan anak-anak, bahkan tak jarang dijadikan sebagai bahan atau soal ujian.

"Banyak tulisan, gambar ataupun video tersedia dengan mudah untuk diakses melalui media sosial yang isinya menganjurkan kekerasan," kata Ma'ruf saat membuka Dies Natalis ke-39 Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, Rabu (27/11/2019) lalu, seperti dikutip Kompas.






"Bahkan beberapa pesan tersebut dapat lolos masuk dalam materi bahan ajar disekolah. Ini banyak juga sekolah-sekolah menggunakan ajaran-ajaran radikalisme," lanjutnya.

Ma’ruf pun minta perhatian karena ajaran radikalisme juga masuk PAUD.

“Bahkan sejak masih PAUD itu ada ajaran radikalisme, itu yang menjadi perhatian kita bersama,” kata Ma’ruf pada wartawan seperti dikutip Indopolitika, Sabtu (30/11/2019).

Ma’ruf menambahkan, agar paham radikal itu tidak berkembang di dunia pendidikan, maka elemen masyarakat perlu bersama-sama mengawasinya mulai dari hulu hingga ke hilir. Sehingga tidak ada celah bagi penganut paham radikal untuk berkembang.

Ia juga meminta seluruh kementerian memberikan sanksi tegas kepada ASN yang diketahui terpapar paham radikal. Jika sudah ada ASN yang masuk perangkapnya, maka harus segera dilakukan upaya deradikalisasi.

“Maka perlu ditangkal pemahaman dan argumen yang mempengaruhi mereka dalam radikalisme,” terangnya.

Selain itu juga, ia mendorong agar perguruan tinggi turut mengambil peran menangkal radikalisme. Sebab radikalisme bisa tumbuh di lingkungan akademis. [Ibnu K/Tarbiyah]








Soal Istilah “Kubu Sebelah Megap2”, Stafsus Presiden Billy Minta Maaf


Unknown | 05.06 | ,

Billy Mambrasar
Billy Mambrasar (Instagram)

Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar meminta maaf terkait frase “kubu sebelah megap2” dalam kicauannya yang berkembang jadi kontroversi.






“Assalamu'alaikum dan salam sejahtera utk kita semua. Sy pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yg muncul krn salah 1 cuitan sy yg menggunakan kata yg menimbulkan multitafsir, yaitu kata: "Kubu"” kata Billy dalam twit permohonan maafnya, Sabtu (30/11/2019) malam.



Ia mengaku tidak bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat manapun.

“Bahwasanya sy tdk bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat manapun. Sy sdh melakukan klarifikasi &utk menghindari polemik berlanjut telah menghapus twit trsbt. Saya dgn ini memohon utk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya krn kesalah pahaman tsb.”

Ia pun menjelaskan latar belakang dirinya yang terlahir dari perpaduan dua suku dan dua agama. Ayahnya adalah asli Papua beragama Nasrani dari wilayah adat Saireri. Sedangkan ibunya berasal dari Surabaya Jawa Timur dengan latar belakang Keluarga Muslim.

Dalam twitnya yang lain ia menjelaskan, kubu sebelah yang ia maksud adalah haters dan orang yang pesimis terhadap progress kinerja Billy. Bukan kubu sebelah dalam Pilpres.






“untuk yg salah mengartikan "KUBU SEBELAH", maksud saya dari KUBU SEBELAH adalah HATERS atau ORANG2 PESIMIS terhadap progress kinerja saya.. Jgn diartikan kubu sebelah seperti lagi jaman Pilpres, TIDAK ADA hubungannya kesitu.. Krn saya tdk bermaksud ke arah situ! 🤗🤗💕💕,” cuitnya.



Sebelumnya Billy mencuitkan, “Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: BALI! Utk mengisi materi co-working space,mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda,utk pengurangan pengangguran&angka kemiskinan."

Namun twit tersebut telah dihapus. [Ibnu K/Tarbiyah]








 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.