THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Pertanyaan Profesor ITS Ini Bikin Alasan Melarang Aksi 212 “Mati Kutu”


Unknown | 02.38 | ,

Kapolri dan Panglima TNI
Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang Aksi 2 Desember yang rencananya digelar dalam bentuk doa bersama dan shalat Jumat di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin Jakarta. Tito beralasan, aksi itu mengganggu ketertiban umum karena menutup jalan protokol.

Tito mengatakan, menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusi namun tidak bersifat absolut. Menurutnya, ada batasan-batasan menyampaikan pendapat di muka umum.

"Pertama, jangan mengganggu hak asasi orang lain, jalan protokol tidak boleh dihalangi," kata Tito dalam konferensi pers bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes Polri, Senin (21/11/2016).






“Kedua (jangan) mengganggu ketertiban umum, ibu-ibu mau melahirkan terganggu, angkutan bisa terganggu, bisa memacetkan Jakarta," lanjutnya.

Karena itu, Tito melarang aksi 212 itu. “Kalau melawan akan kita bubarkan,” ancam Tito.

Alasan Tito itu rupanya dinilai berlebihan oleh banyak pihak. Bahkan, dengan nada halus, profesor Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) menanyakan apakah Car Free Day yang menutup jalan protoko juga termasuk mengganggu ketertiban umum.

“Tanya: Car Free Day itu menutup jalan protokol. Apakah itu juga tegolong melanggar ketertiban umum dan menghambat ibu hamil ke Rumah Sakit?,” tulis Prof.Ir. Mukhtasor M.Eng.,Ph.D melalui akun Facebook pribadinya, Selasa (22/11/2016).



Puluhan pengguna Facebook memberikan jempolnya untuk status anggota Dewan Energi Nasional itu. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Kapolri Larang Aksi 2 Desember, Ini Dua Alasannya


Unknown | 19.28 | ,

Kapolri Jenderal Tito
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian melarang Aksi 2 Desember yang rencananya akan digelar dalam bentuk doa bersama dan shalat Jumat di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin Jakarta.

Ia beralasan karena aksi itu akan menempati jalan protokol sehingga bisa mengganggu ketertiban umum seperti kemacetan.

Tito mengatakan, menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusi namun tidak bersifat absolut. Menurutnya, ada batasan-batasan menyampaikan pendapat di muka umum.

"Pertama, jangan mengganggu hak asasi orang lain, jalan protokol tidak boleh dihalangi," kata Tito dalam konferensi pers bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes Polri, Senin (21/11/2016).






“Kedua (jangan) mengganggu ketertiban umum, ibu-ibu mau melahirkan terganggu, angkutan bisa terganggu, bisa memacetkan Jakarta," lanjutnya.

Karena itu, Tito melarang aksi 212 itu. “Kalau melawan akan kita bubarkan,” ancam Tito.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mengumumkan rencana Aksi Bela Islam III akan diselenggarakan pada 2 Desember 2016. Aksi yang juga dinamakan “Jumat Kubro & Maulid Akbar, Aksi Damai & Doa untuk Negeri” itu akan digelar dalam bentuk shalat Jumat dan istighatsah di sepanjang jalan protokol Sudirman – Thamrin. “Peserta aksi wajib bawa sajadah,” pesan GNPF-MUI.

Karena aksinya berbentu Shalat Jumat dan doa bersama, GNPF-MUI menyebut aksi tersebut adalah aksi super damai. Menko Polhukam Wiranto pun menggunakan istilah yang sama untuk menyebut Aksi 212, yakni aksi super damai. [Ibnu K/Tarbiyah.net]






Cari Kesalahan Quran, Pria Hindu dari Kasta Tertinggi ini Malah Masuk Islam


Unknown | 18.23 | ,

Girish KS Udupa - Muhammad Ishaq
Girish KS Udupa - Muhammad Ishaq
Hidayah Allah bisa menembus hati siapa pun. Bahkan mereka yang sebelumnya membenci dan memusuhi Islam sekalipun.

Salah satu kisah mencengangkan dialami oleh Girish KS Udupa. Awalnya, lelaki dari kasta Hindu tertinggi ini begitu membenci Islam hingga berusaha mencari kesalahan Al Quran. Jika kesalahan Al Quran bisa ditemukan, tentu akan menjadi senjata meruntuhkan keimanan kaum muslimin. Jika kesalahan Al Quran bisa ditemukan, tentu akan merobohkan pondasi aqidah dan kebenaran Islam. Sebab Al Quran adalah sumber hukum pertama Islam.

Girish pun meminjam Al Quran dari saudaranya yang muslim. Al Quran terjemahan. Ia baca terjemahannya perlahan-lahan. Dan betapa terkejutnya Girish, ia yang semula berniat buruk mencari kesalahan Al Quran, justru menemukan jawaban atas banyak pertanyaan yang selama ini terpendam dalam benaknya dan belum pernah terjawab.

“Seolah-olah satu per satu ayat dalam Al Qur’an mampu menjawab dan membersihkan semua keraguan di hati saya,” kata Girish seperti dikutip Arabnews.






Awalnya Girish ingin membaca terjemahan Al Quran empat halaman per hari. Namun ayat demi ayat yang ditemuinya membuatnya lebih perlahan membaca, memikirkan dan merenung.

Pertanyaan-pertanyaan tentang mengapa manusia hidup di dunia, apa tujuannya, menjadi terjawab setelah ia membaca terjemah sekian surat.

Suatu hari saat saudaranya menelepon bagaimana responnya terhadap Al Quran, Girish tidak bisa menyembunyikan ketakjubannya. Mereka pun kemudian bertemu di kedai kopi dan mulai berdiskusi.

Beberapa pertemuan di kedai kopi membuat Girish bertanya, jika saudaranya mati, ia akan masuk surga. “Namun bagaimana jika aku mati saat ini?” demikian pertanyaan yang menggelayuti jiwa Girish. Akhirnya ia pun mengungkapkan tekadnya untuk masuk Islam.

Saudaranya membawa Girish ke Islamic Center. Di sanalah akhirnya Girish mengikrarkan dua kalimat syahadat; dalam bahasa Arab dan terjemahnya dalam bahasa Inggris. Girish pun menjadi mualaf baru yang tidak sekedar menambah jumlah umat Islam di Kanada. Ia yang memiliki nama muslim Muhammad Ishaq kemudian semakin memperdalam Islam dan menjadi dai. Pada tahun 2014, Muhammad Ishaq menunaikan ibadah haji dan diwawancarai media Arab Saudi tetang kisahnya masuk Islam. [Muchlisin BK/Tarbiyah.net]






Kini Giliran Pengusaha Laporkan Ahok ke Bareskrim Polri


Unknown | 06.38 | ,

Sam Aliano laporkan Ahok ke Bareskrim
Sam Aliano laporkan Ahok ke Bareskrim, Senin 21 Nov 2016 (Viva.co.id)
Semakin banyak pihak yang melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke polisi. Setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka, Herdiansyah melaporkannya ke Bareskrim Polri, Kamis (17/11/2016). Kini, Ketua Pengusaha Indonesia Muda juga melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri.

Sam Aliano -nama pengusaha itu- melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri, Senin (21/11/2016), atas tudingan tersangka penistaan agama itu yang menyebut peserta demo 4 November dibayar Rp 500 ribu. Sam merupakan salah seorang peserta aksi damai itu.

Sam mengaku telah melihat video wawancara Ahok yang dimuat di media asing abc.com.au tersebut. Ia merasa difitnah oleh kata-kata Ahok itu.






"Saya sumbangkan ke orang-orang demo, infaq makanan. Saya tidak terima Rp500 ribu, ini menghina kita semua," kata Sam di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016), seperti dikutip Viva.

Pernyataan Ahok dalam video yang dimuat ABC itu, menurutnya, sangat memalukan. Ia menegaskan bahwa ia ikut aksi tersebut padahal cincinnya saja seharga Rp 600 juta.

"Kita tidak demo bayaran, maaf yah, cincin saya ini Rp600 juta, bukan saya dapat Rp500 ribu," tandasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (17/11/2016) lalu, Herdiansyah melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri. Alasannya juga karena pernyataan Ahok dalam wawancara ABC 7.30 tersebut yang menuding peserta Demo 4 November dibayar Rp 500 ribu. (Baca: Temuan Kasus Baru, Ahok Dilaporkan Lagi Ke Bareskrim Polri) [Siyasa/Tarbiyah.net]







Mengapa Sangat Benci Muslim Rohingya? Alasan Biksu Wirathu Ini Sangat Mengejutkan


Unknown | 19.48 | ,

Mengapa Biksu Wirathu sangat benci terhadap Muslim Rohingya hingga kemudian melancarkan kampanye provokatif yang menyulut pembantaian, padahal dalam teorinya agama Budha mengajarkan kedamaian dan kasih sayang? Pria pencetus gerakan anti-Islam 969 itu berdalih, muslim Rohingnya adalah anjing gila.

Hal itu tidak disebutkan Wirathu secara sembunyi-sembunyi tetapi langsung dikatakannya dalam khutbah yang diliput media internasional, menggambarkan betapa secara terang-terangan ia memproklamirkan diri sebagai musuh Islam.

“Anda bisa berikan kebaikan dan rasa kasih, tetapi Anda tidak bisa tidur di samping anjing gila,” kata Wirathu seperti dikutip The New York Times, 21 Juni 2013. Yang dimaksud "anjing gila" oleh Wirathu adalah Muslim Rohingya sebagaimana tema khutbahnya.

Telah dua tahun pidato anti-Islam itu didengungkan Wirathu dan hingga kini ia tidak berubah. Masih memusuhi Muslim Rohingya, bahkan memprovokasi kaum Budha untuk memboikot dan membantai mereka.




Seperti dirangkum BersamaDakwah, Biksu Wirathu lahir pada 10 Juli 1968. Ashin Wirathu, nama lengkapnya. Ia yang mencetuskan gerakan ‘969’; sebuah gerakan anti-Islam yang kemudian membantai muslim Rohingya dan mengusir mereka dari tanah kelahirannya.

Catatan hitam Wirathu mencuat sejak tahun 2001. Waktu itu ia menghasut kaum Budha untuk membenci muslim. Hasilnya, kerusuhan anti-Muslim pecah pada tahun 2003. Wirathu sempat mendekam di penjara. Namun ia dibebaskan tepatnya pada tahun 2010 atas amnesti amnesti yang juga diberikan untuk ratusan tahanan politik.

Wirathu kini menjabat sebagai kepala di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks luas itu Wirathu memimpin puluhan biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di daerah tersebut. Dari basis kekuatannya itulah Wirathu memimpin gerakan anti-Islam “969”.

Entah sejak kapan Wirathu mendengungkan kampanye. Namun kampanye provokatif itu mulai meluas pada awal 2013. Ia berpidato di berbagai tempat, menyalakan kebencian kaum Budha atas umat muslim. Selain melalui pidato, gerakan 969 juga menyebar dengan cepat melalui stiker, brosur dan sebagainya. Kebencian dan anti-Islam meluas dengan cepat, berbuah pembantaian dan pengusiran Muslim Rohingya.

Ribuan muslim Rohingya dilaporkan terbunuh dalam pembantaian selama beberapa tahun terakhir. Sisanya bertahan hidup dengan keterbatasan dan ketertindasan. Ratusan orang mencoba pergi menyelamatkan diri, pada Mei 2015 sampai di Aceh setelah mengarungi laut lepas dengan kapal sederhana.

Dan pekan ini, militer Myanmar dilaporkan telah menghancurkan desa-desa yang dihuni Muslim Rohingya. Serangan itu dilakukan pada Oktober lalu namun citra satelit yang menunjukkan hancurnya desa baru tersebar pada pekan ini. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Beredar Video Kondisi Muslim Rohingnya, Bikin Menangis dan Menyesakkan Dada


Unknown | 17.53 | ,

muslim rohingya
Video yang menunjukkan kondisi Muslim Rohingnya ini membuat banyak netizen menangis. Sedih bercampur marah saat melihat umat Islam minoritas di sana berlarian menyelamatkan diri saat rumah-rumahnya dihancurkan.

“Beginilah kondisi #MoslemROHINGYA yang menjadi minoritas di Myanmar mendapat perlakuan semena-mena. Di luar batas nilai-nilai kemanusiaan. Dan dunia lebih banyak diam membisu,” kata Andi S Firdausi ketika mengunggah video tersebut melalui akun Facebook pribadinya, Senin (21/11/2016).

“Itulah mengapa ummat Islam harus bersatu. Menguatkan diri, dan merapatkan shaff. Bukan sekedar banyak, tapi seperti buih di lautan. Kita lemah kita ditindas, kita miskin kita dihina, kita berpecah kita dijajah,” lanjutnya.






“Maka, hidupkan 'rasa' mencintai terhadap agama yang sempurna dan mulia ini. Jadilah berada di barisan terdepan membela agama dan negeri. #MoslemROHINGYA adalah salahsatu contoh dan fakta dimana muslim yang sedikit dizhalimi dengan keji tanpa mengindahkan nilai kemanusiaan. Di belahan dunia lain pun demikian. Selain do'a, jika ada saluran bantuan yang kredibel, silahkan sisihkan dana bantuan untuk saudara-saudara kita. Semoga Allah melindungi mereka dan mengangkat derajat kemuliaan yang tinggi. Aamiin ...” pungkas Andi.

Dari pantauan Tarbiyah.net, Senin (21/11/2016) pagi, hampir seluruh pengguna Facebook yang mengomentari video ini menyertakan emotikon menangis tanda tak bisa menahan air mata. [Ibnu K/Tarbiyah.net]







Kamu Nggak Boleh Potong Video, Yang Boleh Hanya Ahok


Unknown | 22.21 | ,

500.000 rupiah
Sebuah video membuat pendukung Ahok murka. Ratusan akun Youtube pendukung tersangka penistaan agama itu sewot atas video tersebut. Mereka pun mempersoalkan karena video tersebut dipotong dari versi panjangnya.

Sedangkan Ahok yang mereka bela, pada video itu mereka sebut “hanya” mengutip media. Padahal, mengutip dari berita dan memotong video merupakan hal yang sama; memfokuskan audien/pemirsa pada satu persoalan tertentu. Asalkan keduanya sama-sama tidak mengubah subtansi dari video atau berita versi lengkapnya.

Video berdurasi 23 detik itu dipotong dari versi panjang video ABC 7.30 yang berdurasi 7 menit 23 detik. Dalam keterangan pun sudah dijelaskan bahwa video itu dikutip dari abc.com.au dan disertakan link video versi lengkap.

“It is not easy, you send more than 100,000 people, most of them, if you look at the news, they said they got the money, 500,000 Rupiah," kata Ahok dalam video tersebut.






Kata-kata inilah yang kemudian dilaporkan Herriansyah ke Bareskrim Polri, Kamis (17/11/2016), karena dianggap telah memfitnah peserta Aksi Bela Islam 4 November mendapat bayaran Rp 500 ribu. (Baca: Temuan Kasus Baru, Ahok Dilaporkan Lagi ke Bareskrim Polri)

“Hari ini Kamis 17 November 2016 jam kami melaporkan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan tindak pidana fitnah dan penghinaan bahwa sebagian besar Demonstran 411 dibayar Rp 500.000,” kata pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman saat mendampingi Herdiansyah di Bareskrim, Kamis (17/11/2016), seperti dikutip Detik.

ACTA laporkan Ahok ke Bareskrim
ACTA laporkan Ahok ke Bareskrim (Foto Detik.com)

Menurut pendukung Ahok, kata-kata Ahok dalam video itu hanya mengutip media sehingga tidak bisa dikatakan Ahok menuding atau memfitnah. Anehnya, mereka memperbolehkan Ahok mengutip media (yang artinya memotong berita), sedangkan pada saat yang sama mereka mempersoalkan memotong video.

"video asli durasi 7 menit lebih, dia potong jd 23 detik. dibuat provokatif pula," kata akun Youtube Jason Christian.

"ini dipotong videonya !!!" kata akun Youtube Irma Noor Ilham.

"Pada gagal paham ya? Makanya belajar, biar pinter.. Ahok cuma quote doank, tong," kata akun Youtube Superboi Superblessed.

Di sisi lain, jika benar Ahok mengutip berita dari media, media mana yang dikutip sehingga ada kata-kata “most of them”? Bagaimana pendapat Anda? [Siyasa/Tarbiyah.net]








 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.