THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Ujung Kisah Imam yang Diadukan kepada Rasulullah karena Selalu Baca Al Ikhlas


Unknown | 18.03 | ,

imam yang diadukan kepada Rasulullah
ilustrasi (tripwiremagazine)

Bagaimana jika ada seorang imam yang selalu membaca Surat Al Ikhlas dalam setiap rakaat pertama dan kedua? Apakah Anda merasa aneh atau bosan?

Peristiwa itu pernah terjadi di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau mengangkat seorang sahabat menjadi pemimpin pasukan khusus untuk menyelesaikan suatu tugas.

Menjadi pemimpin artinya juga menjadi imam shalat bagi pasukan itu. Saat jadi imam itulah ada keanehan yang ditangkap oleh sahabat lainnya. Sang imam selalu membaca Surat Al Ikhlas.






Rakaat pertama ia membaca Al Ikhlas. Rakaat kedua juga membaca Al Ikhlas. Dan bukan hanya di satu sholat. Namun di seluruh sholat yang ia imami. Kalaupun membaca surat lainnya, ia selalu menambahkan dengan surat Al Ikhlas, baru ruku’.

Sepulang tugas militer itu, sahabat yang menjadi anggota pasukannya mengadukan kepada Rasulullah.

Baca juga: Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

Mendapati laporan itu, Rasulullah menyuruh mereka untuk menanyakan kepada sahabat tersebut, apa alasannya selalu membaca surat ini dalam sholatnya.

“Karena di dalamnya ada sifat Tuhan Yang Maha Pemurah dan aku suka membacanya dalam sholatku,” jawab laki-laki itu.

Setelah jawaban itu disampaikan kepada Rasulullah, beliau pun bersabda:

أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

“Sampaikan kepadanya, bahwa Allah menyukainya.” (HR. Bukhari)

Masya Allah... Rasulullah tidak menyalahkan meskipun beliau tidak mengajarkan dan tidak mencontohkan selalu membaca Surat Al Ikhlas dalam sholat. Beliau menanyakan alasannya. Dan setelah tahu bahwa ia melakukan itu karena cinta Surat Al Ikhlas, beliau justru mengabarkan bahwa Allah mencintainya karena kecintaan tersebut.





Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Bukhari, pernah ada seorang laki-laki menjadi imam Masjid Quba. Setiap kali telah membaca surat lain dari Al Quran, ia menutupnya dengan surat Al Ikhlas.

Sahabat yang lain pun mengingatkannya, “Engkau telah membaca surat ini, tetapi kelihatannya engkau merasa tidak cukup dengannya. Lalu engkau membaca surat Al Ikhlas.”

“Aku tidak akan meninggalkan surat ini. Jika engkau mau menjadikanku imam kalian, maka aku akan tetap melakukannya. Dan jika kalian tidak suka, maka aku tidak mau menjadi imam kalian.”

Hal itu kemudian juga diadukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Hai Fulan, apa yang mencegahmu hingga tidak mau melakukan apa yang diminta oleh teman-temanmu, mengapa engkau selalu membaca Surat Al Ikhlas dalam sholatmu?” tanya Rasulullah kepada imam tersebut.

“Aku menyukainya,” jawabnya.

Mendengar jawaban itu, Rasulullah lantas bersabda:

حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ

“Kecintaanmu kepada surat ini dapat memasukkanmu ke dalam surga.” (HR. Bukhari)

Masya Allah.. demikian luar biasanya Surat Al Ikhlas. Surat yang sebanding dengan sepertiga Al Qur’an. Surat yang berisi pokok-pokok tauhid. Kita juga mencintainya, kan? [Muchlisin BK/Tarbiyah]

*Pembahasan lengkap keutamaan, tafsir dan asbabun nuzulnya bisa dibaca di artikel Surat Al Ikhlas







Cak Nun Akan Dilaporkan ke Bareskrim, Ini Tindakan Wasekjen MUI


Unknown | 19.09 | ,

Cak Nun dan Tengku Zulkarnain
Cak Nun dan Tengku Zulkarnain (ilustrasi)

Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain bertindak sigap menyikapi kabar akan dilaporkannya Emha Ainun Nadjib ke Bareskrim Polri. Tengku Zulkarnain berusaha membantu Cak Nun agar selamat. Namun bukan dengan cara biasa.

Tengku Zulkarnain membantu Cak Nun dengan mengkhatamkan Al Quran dan berdoa.






“Kepada Yth Cak Nun. Mbengi iki aku tak ngatamke Al Qur'an kanggo ndungak ne Sampeyan. Jar e arep diadokno nang Pulisi. Aku raiso mbelani Sampeyan nang kono. Ra nduwe kuiso opo2. Tapi aku iso moco'no Qur'an. Insya Allah tak arepke mugi mugi di qobul ke Gusti Allah, Sampeyan Slamet,” kata Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Senin (13/5/2019) malam.

Twit itu kira-kira artinya, “Kepada Yth Cak Nun. Malam ini saya akan mengkhatamkan Al Qur’an untuk mendoakanmu. Katanya akan dilaporkan ke polisi. Saya tidak bisa membelamu di sana. Tidak puanya kuasa apa-apa. Tapi saya bisa membaca Al Quran. Insya Allah saya harapkan semoga dikabulkan Allah, kamu selamat.”



Sebelumnya, beredar kabar dari jurnalis senior Edy A Effendi bahwa Ketua Front Pembela Jokowi (FPJ) Sulistiono Kumbokarno dikabarkan akan melaporkan Cak Nun ke Bareksrim Polri.

Baca juga: Heboh! Ketua Front Pembela Jokowi akan Laporkan Cak Nun ke Bareskrim





“Ketua Front Pembela Jokowi (FPJ), Sulistiono Kumbokarno, akan melaporkan Cak Nun ke Bareskrim Mabes Polri. Ayoooo coba saja. Jangan cabut laporannya ya dan jangan menyesal kalau kamu yang akan terjerat. Saya cc ke @BareskrimPolri,” kata Effendi melalui akun Twitter pribadinya, @Nadiku18, Senin (13/5/2019) petang.









Heboh! Ketua Front Pembela Jokowi akan Laporkan Cak Nun ke Bareskrim


Unknown | 16.24 | ,

Cak Nun akan dilaporkan
Emha Ainun Nadjib (caknun.com)

Jagat Twitter heboh. Pasalnya Ketua Front Pembela Jokowi (FPJ) Sulistiono Kumbokarno dikabarkan akan melaporkan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) ke Bareksrim Polri. Kabar itu disampaikan jurnalis senior Edy A Effendi.






“Ketua Front Pembela Jokowi (FPJ), Sulistiono Kumbokarno, akan melaporkan Cak Nun ke Bareskrim Mabes Polri. Ayoooo coba saja. Jangan cabut laporannya ya dan jangan menyesal kalau kamu yang akan terjerat. Saya cc ke @BareskrimPolri,” kata Effendi melalui akun Twitter pribadinya, @Nadiku18, Senin (13/5/2019) petang.



Twit itu pun menjadi viral. Sedikitnya telah diretwit 1.874 kali.

Ratusan pengguna Twitter menanggapi twit itu. Sebagiannya “mempersilakan” jika memang berani melaporkan budayawan pemimpin jamaah Ma’iyah tersebut.





“Kéméndhêl témén...gak roh sopo iku Cak Nun...😠,” kata @letnanmas

“Jajalen lapor...tuman....,” kata @f_nursanty

“iki jenenge kementhusss...,” kata @Yudiajagin

“Saya tau bahwa Cak Nun itu orangnya tidak memiliki ‘vested interest’ dalam hidupnya (orangnya ikhlas dg pekerjaan yg ditekuninya) karena saya pernah diundang menjadi pembicara di acaranya beliau, Kenduri Cinta di TIM. Mau laporin Cak Nun itu, opo karepmu?,” kata @AgusKodri

Sebelumnya, pernyataan Cak Nun viral di Youtube dan media sosial. Pernyataan tersebut berasal dari acara Mata Najwa.

Cak Nun awalnya berbicara soal kasus yang menimpa Novel. Kemudian, ia berbicara bahwa selalu konsisten melakukan sesuatu, termasuk enggan dipanggil ke Istana.

"Saya melakukan segala sesuatu tidak pernah sehari. Kalau saya melakukan A, saya lakukan sampai sekarang umur 60. Sampai sekarang kalau saya bilang 'hei, saya tidak bisa dipanggil presiden, saya yang berhak memanggil presiden, karena aku rakyat'. Itu saya lakukan, dan saya tidak pernah mau dipanggil ke Istana, dan saya tidak bangsa sama sekali. Hina kalau saya ke Istana," ujar Cak Nun dalam acara Mata Najwa.

Ketika dikonfirmasi terkait pernyataan itu, Cak Nun menegaskan tidak bermaksud sombong menyatakan demikian. Cak Nun juga tidak menyebut siapa presiden yang dimaksud. [Ibnu K/Tarbiyah]







Dituding Makar, Kivlan Zen: Saya Tak Punya Senjata Dan Pasukan


Unknown | 23.21 | ,

Kivlan Zen
Kivlan Zen (Suara)

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen (purn) Kivlan Zen menyatakan kesiapannya menghadapi tudingan makar yang dialamatkan kepadanya.






“Tidak ada persiapan apa-apa, karena saya sudah siap menghadapi tuduhan makar, saya siap menghadapi nya,” kata Kivlan saat memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pindana Umum Bareskrim di Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Kivlan menegaskan dirinya tidak pernah memiliki sedikitpun niat untuk melakukan perbuatan makar. Apalagi dirinya adalah mantan prajurit TNI yang sudah banyak berbuat untuk bangsa ini.

Kivlan menambahkan, tuduhan makar kepadanya juga tidak beralasan. Sebab dia kini tidak lagi memiliki pasukan tempur seperti saat masih di TNI.





“Saya tidak punya senjata, saya tidak punya pengikut, pasukan. Saya tidak punya niat untuk mendirikan negara sendiri, pemerintahan sendiri, nasional yang baru pengganti Jokowi, tidak ada,” tandasnya seperti dikutip Rmol.

Soal seruan aksinya di depan Gedung KPU dan Bawaslu pada pada 9 Mei lalu, ia menyebut hal itu adalah bentuk kebebasan dan keadilan. Tidak bisa dituduh makar.

Lebih jauh Kivlan akan melaporkan balik orang yang telah melaporkannya ke polisi atas tuduhan makar tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah]







Dialog Tengku Zulkarnain dan Kyai Ma’ruf tentang Kekhawatiran FPI Dibubarkan


Unknown | 18.49 | ,

Tengku Zulkarnain - Kyai Maruf Amin
ilustrasi

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengungkapkan dialognya bersama Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.






Tengku Zulkarnain mengatakan kekhawatirannya kalau nantinya Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan, lalu MUI juga dibubarkan.

"Saya khawatir Yai, sekarang HTI dibubarkan, besok FPI, terakhir MUI dibubarkan," kata Tengku Zulkarnai pada KH Ma’ruf Amin.

Kyai Ma’ruf memandang wajah Tengku Zulkarnain. Kemudian berkata, "Kita lawan...!"

"Saat itu, apa tidak terlambat?" kata Tengku Zulkarnain berikutnya.

Kyai Ma’ruf pun diam.





Dialog itu diceritakan Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Senin (13/5/2019).



Twit itu pun viral. Hingga berita ini ditulis, sudah difavoritkan 2.372 pengguna Twitter dan diretwit 848 kali.

Ratusan komentar meramaikan twit tersebut. Ada yang mendoakan FPI, ada pula yang menyebut kekhawatiran Tengku Zulkarnain berlebihan.

“Ya gak mungkin MUI di bubarkan, lembaga itu kan tetep pro Pancasila dan gak ada riwayat kekerasan. Itu cuma ketakutan yang berlebihan pak,” kata @debujalan4

“Asal anda tahu, Setara Institute dan beberapa LSM sudah membuat study dan melaporkan ke Menkopolhukan bahwa mayoritas kerusuhan melibatkan agama dipicu oleh FATWA MUI. Itu laporan mereka. Saya ikut sidang di Menkopolhukam dgn Hendardi dari Setara Institute mewakili MUI saat itu,” jawab Tengku Zulkarnain. [Ibnu K/Tarbiyah]







[Bikin Menangis] Disebut Dokter Lumpuh Otak, Naja Hafal 30 Juz Lengkap dengan Halamannya


Unknown | 18.41 | ,

Naja hafizh Indonesia 2019
Naja hafiz Indonesia 2019 (RCTI)

Naja, peserta hafiz Indonesia dari Mataram, membuat hampir semua orang di studio RCTI menangis. Diperkirakan, jutaan pemirsa juga tak kuasa menahan air mata. Baik yang menontonnya di televisi, youtube maupun media sosial lainnya.






Sewaktu bayi, Naja tampak seperti bayi lainnya. Namun kemudian diketahui ia mengalami Cerebral Palsy atau lumpuh otak. Ia tidak bisa menggerakkan organ tubuhnya secara optimal sehingga dibantu dengan kursi roda.

Ajaibnya, meskipun disebut otaknya lumpuh, Naja justru hafal Al Quran 30 juz sejak kecil. Yang lebih istimewa, ia hafal letak ayat yang didengarnya. Sampai pada surat apa, juz berapa dan bahkan halaman berapa.

“Walaupun kata kedokteran otaknya tidak bisa berfungsi dengan maksimal. Otaknya tidak bisa menggerakkan alat tubuh untuk berfungsi dengan seharusnya. Tapi Allah berkata lain. Di dalam otaknya justru ada lembaran demi lembaran Al Quran. Yang dihafal huruf per huruf. Ayat per ayat. Dan dihafal betul lembaran demi lembaran tersebut,” kata Presenter Hafiz Cilik Indonesia, Irfan Hakim, dengan menahan tangis.





Tampak sejumlah pemirsa di studio menangis menyaksikan momen mengharukan itu.

Baca juga: Ceramah Ramadhan

“Kita yang bisa lari ke sana kemari. Kita yang bisa melakukan aktifitas apa pun dengan badan kita. Digunakan untuk apa tangan ini? Dibawa ke mana badan ini dengan kaki kita. Lihat Naja. Untuk berjalan saja sulit. Untuk makan saja harus dibantu. Berjalannya Naja tertatih di dunia. Tapi insya Allah, di akhirat, dia akan berlari kencang menuju masuk surgaNya Allah. Mungkin kita di dunia berlari ke sana ke sana, kita di sana yang tertatih. Bahkan mungkin terjatuh ke neraka. Astaghfirullah..” lanjut Irvan diiringi tangisnya dan tangis para pemirsa.









Jangan Sekali-Kali Batalkan Puasa Ramadhan Tanpa Udzur Syar’i, Baca Hadits Ini


Unknown | 18.40 | ,

Puasa Ramadhan

Warung di pinggir jalan itu kini tampak berbeda. Ada korden yang rapat menutupinya. Tapi karena kordennya tidak terpasang mulai permukaan tanah, tampak kaki-kaki dari luar.

Bukan sepasang dua pasang. Cukup banyak pasang kaki terlihat. Menggambarkan banyaknya orang yang sedang menikmati makan siang.






Sebagian beralasan, ia tidak puasa karena bekerja. Masuk shift satu. Di tempat kerja tidak ada AC-nya.

Ada pula orang yang membatalkan puasanya karena merasa sedang safar. Padahal bepergiannya tidak jauh. Perginya pun ke tempat belanja.

Yang salut, di banyak desa, orang-orang tetap puasa meskipun mereka bekerja berpanas-panasan di sawah dan ladang. Ada yang menyiangi rumput, merawat tanamannya, hingga mengairi sawah. Mereka tidak membatalkan puasa.

Saudaraku, Allah memang memberikan keringanan kepada orang-orang yang memiliki udzur syar’i untuk tidak berpuasa. Di antaranya adalah mereka yang sakit, mereka yang sedang safar, dan mereka yang sudah tidak kuat lagi menjalankan puasa.

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al Baqarah: 184)





Namun bagi orang yang tidak memiliki udzur syar’i, kerugian besar jika sampai membatalkan puasanya. Mengapa? Karena satu hari Ramadhan yang ia tinggalkan tanpa udzur syar’i tidak akan bisa diganti pahalanya dengan puasa sebanyak apapun meskipun sepanjang tahun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ ، مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلاَ مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ ، وَإِنْ صَامَهُ

“Barangsiapa berbuka sehari di bulan Ramadhan tanpa udzur, tidak juga sakit, maka puasanya takkan dapat dibayar meskipun berpuasa sepanjang hayat.” (HR. Bukhari)

Karenanya, jangan mudah membatalkan puasa tanpa udzur syar’i. Kecuali bagi wanita yang datang bulan, sudah pasti ia harus membatalkan puasanya. Atau bagi muslim yang sakit, safar, dan manula yang tidak kuat lagi berpuasa. Adapun jika hanya pergi ke Mall atau kerja biasa, jangan mudah-mudah meninggalkan puasa Ramadhan.

Baca juga: Yang Membatalkan Puasa

Semoga Allah menjaga kita dan mengistiqamahkan dalam ketaatan. [Muchlisin BK/Tarbiyah]







 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.