THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Wasekjen PBNU Ibaratkan Muslim Uighur Seperti Separatis Papua


Unknown | 18.44 | ,

muslim uighur
Muslim Uighur (BBC)

Mengapa muncul masalah atas Muslim Uighur? Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi mengatakan ada separatisme di Xinjiang yang menyebabkan pemerintah China memberikan perhatian khusus terhadap Muslim Uighur.






“Umat Islam di China itu tidak hanya di Xinjiang. Di tempat lain juga ada. Cuma di Xinjiang mendapat perhatian khusus dari China karena ada masalah separatis, kalau di Indonesia kayak di Papua,” kata Masduki, Selasa (17/12/2019).

“Lalu juga ada masalah terorisme di situ, upaya untuk pemberontakan. Dan dalam sejarahnya begitu makanya oleh China ditangani secara khusus,” tandasnya.

Lebih jauh ia menambahkan, saat melakukan kunjungan ke China, ia dan rombongan tidak melihat adanya kamp konsentrasi. Yang ia lihat adalah pelatihan vokasional. Ia tidak menemukan penyiksaan dan sebagainya sebagaimana tuduhan Barat.

Sedangkan mengenai diskriminasi, ia menilai hal itu pasti terjadi. Sebab menurutnya, diskriminasi tidak bisa dilepaskan apabila menghadapi separatis.

“Soal isu diskriminasi pasti ada tuduhan seperti itu. Kita melihatnya lebih kepada Cina sedang menghadapi isu separatis, bahwa kemudian ada proses yang mendiskriminasi sudah pasti, karena memang sedang menghadapi separatis,” lanjut Masduki seperti dikutip Kiblat. [Ibnu K/Tarbiyah]








Hari Ini DPR AS Gelar Voting Pemakzulan Donald Trump


Unknown | 22.44 | ,

Donald Trump
Donald Trump dan Pelosi (Reuters)

Hari ini menjadi saat-saat mendebarkan bagi kekuasaaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pasalnya, Parlemen AS akan mengambil langkah bersejarah terkait kekuasaan Trump.






Mereka akan menggelar voting untuk menentukan setuju atau menolak pemakzulan Trump. Voting akan dilakukan pada hari ini, Rabu (18/12/2019).

"Besok (hari ini,red) DPR AS akan menjalankan satu kewenangan besar yang telah ada di konstitusi mengenai persetujuan dua pasal pemakzulan Presiden AS," kata Ketua DPR AS Nancy Pelosi seperti dikutip dari AFP, Rabu (18/12/2019).

"Selama masa hening dalam sejarah nasional kami, kita harus menghormati janji untuk mendukung konstitusi kami dari musuh asing dan dalam negeri," lanjutnya.

Dua pasal yang dimaksud Pelosi adalah penyalahgunaan kekuasaan dan penghambatan penyelidikan Kongres. Trump dituding menggunakan kekuasaannya untuk menjegal langkah politik Joe Biden pada pemilu presiden 2020.

Trump diduga meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menyelidiki kasus pengemplangan pajak perusahaan minyak Burisma. Biden yang saat itu menjabat wakil presiden AS dituduh mengintervensi penyelidikan untuk menyelamatkan anaknya, Hunter, anggota komisaris Burisma.[]








China Peringatkan Arsenal Soal Pernyataan Mesut Ozil tentang Uighur


Unknown | 20.14 | ,

Mesut Ozil

China memperingatkan Arsenal terkait pernyataan pemainnya, Mesut Ozil. Pernyataan Ozil soal Uighur itu disebut dapat memiliki dampak serius.

Melalui koran pemerintah Global Times, Beijing menuding Ozil telah menyalahgunakan posisinya sebagai publik figur untuk mencampuri urusan internal China.






"Ozil adalah orang yang bingung dan ceroboh dengan menyalahgunakan pengaruhnya untuk menghasut orang lain. Warga China harus jelas melihat apa yang Ozil lakukan kali ini sebagai penampilan leluconnya," bunyi editorial Global Times, Senin (16/12/2019) lalu.

“Ini juga akan memiliki implikasi serius bagi Arsenal," tandas Global Times seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, Mesut Ozil bersuara lantang soal Muslim Uighur. Pemain sepak bola asal Turki itu mengkritik tindakan keras China terhadap Uighur dan menyayangkan banyaknya muslim yang bungkam atas hal tersebut.

Baca juga: Mesut Ozil Sindir Indonesia yang Mayoritas Muslim dan Wapresnya Ulama

"(Di China) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Terlepas dari semua ini, Muslim tetap diam," kata pria kelahiran 15 Oktober 1988 yang kaya prestasi itu. [Ibnu K/Tarbiyah]








5 Keanehan yang Ditemukan Muhammadiyah Saat ke Xinjiang


Unknown | 19.44 | ,

keanehan yang ditemukan muhammadiyah di xinjiang
Konferensi Muhammadiyah soal kunjungan ke Xinjiang (Detik)

Ketua Hubungan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah, Muhyiddin Junaidi mengungkapkan 5 keanehan yang ditemukannya saat kunjungan delegasi ormas Islam ke Xinjiang, China.






1. Direction of Kiblat tampak baru


Saat masuk hotel, ia melihat tanda direction of kiblat tampak seperti baru dipasang. Berbeda dengan hotel pada umumnya.

"Mulai saat itu kami mencurigai, masuk kami ke hotel, memang sudah ada direction of kiblat di tiap kamarnya tapi nampak jelas yang asli dan yang baru dibikin itu berbeda. Yang seperti Anda temukan di Indonesia dan beberapa negara Islam biasanya arah kiblat itu sudah tetap definitif jelas. Kami mulai curiga," kata Mahyiddin.

2. Wartawan mau keluar dihadang


Ketika seorang wartawan yang menyertai delegasi mau keluar hotel untuk membeli rokok, ia dihadang.

"Ketika seorang wartawan yang ikut kami ingin membeli rokok ternyata di depan dihadang, where are you going, 'mau beli rokok, akhirnya'. 'Oke saya (petugas yang hadang) mau beli, apalagi mau beli? Minum mau? Beli satu lagi untuk membakar rokoknya', itu saya berikan airnya dikasih, kemudian rokoknya dikasih, kemudian alat pembakar rokoknya dikasih."






3. Tidak ada kebebasan beragama


Setelah mengunjungi banyak tempat, Junaidi tidak menemukan kebebasan beragama.

"Kunjungan ke beberapa tempat, masjid, institut agam Islam memang meyakinkan kami bahwa tidak ada kebebasan beragama, Freedom of religion itu agak susah kita buktikan. Mengapa? Karena Konstitusi China Bab 2 artikel 38 mengatakan dengan jelas bahwa pemerintah memberikan kebebasan warga untuk beragama dan tidak beragama."

4. Menjalankan agama di ruang publik dicap radikal


Junaidi menyebut konstitusi di China tidak mengizinkan warganya untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di ruangan terbuka. Muslimah yang berjilbab saat keluar rumah dicap radikal dan harus mengikuti kamp deradikalisasi yang disebut re-education center.

“Kalau Anda shalat itu dianggap radikal apabila itu di ruangan terbuka kalau Anda bekerja di sebuah kantor di sana hari Jumat Anda ingin shalat maka itu dianggap radikal.”

Baca juga: Mesut Ozil Sindir Indonesia yang Mayoritas Muslim dan Wapresnya Ulama

5. Mengajarkan agama ke anak dicap radikal


Junaidi juga menceritakan, seorang ibu dianggap radikal karena mengajarkan anaknya pemahaman agama.

“Beragama setelah 18 tahun baru boleh, kalau ada ibu yang mengajarkan anaknya agama di rumah dianggap radikal." [Ibnu K/Tarbiyah]








Mengapa Tokoh yang ke China Tak Temukan Penindasan Muslim Uighur?


Unknown | 19.14 | ,

muslim uighur
Muslim Uighur (BBC)

Sejumlah tokoh Ormas yang telah berkunjung ke Xinjiang mengaku tidak menemukan bukti penindasan atas Muslim Uyghur di sana. Bahkan ada tokoh yang menjamin tak ada persekusi terhadap Uighur di China.






Mengapa bisa demikian? Ini jawaban CEO AMI Foundation, Azzam M Izzulhaq. Aktifis kemanusiaan yang pernah mengunjungi 8 kota di Xinjiang dan bertemu langsung dengan Muslim Uighur.

“Analoginya begini: Ada kejadian di Wamena, tapi peninjau datang ke Raja Ampat. Lalu sang peninjau mengatakan aman, damai, kondusif, indah. Iya sih Papua, tapi Wamena di pegunungan Papua, Raja Ampat di pesisir Papua Barat. Beda wilayah, beda provinsi. Paham? #WeStandWithUyghur,” kata Azzam melalui akun Twitter pribadinya, @AzzamIzzulhaq, Selasa (18/12/2019).



Seperti diketahui, penindasan atas Muslim Uighur yang dilakukan otoritas China telah menimbulkan keprihatinan internasional. Terutama kaum muslimin di berbagai belahan dunia.

Di Indonesia, pembelaan atas Muslim Uighur disuarakan oleh banyak elemen umat Islam. Di media sosial, tagar #WeStandWithUighur telah menduduki trending topic selama dua hari ini. [Ibnu K/Tarbiyah]








Innalillah, Putra KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia Karena Kecelakaan


Unknown | 18.44 | ,

Putra KH Hazim Muzadi meninggal dunia

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Putra almarhum KH Hasyim Muzadi, Gus Hilman Wajdi, meninggal dunia pada pagi tadi. Keluarga besar PBNU berduka cita.






"Turut berduka keluarga besar PBNU atas meninggalnya Gus Hilman Wajdi bin KH Hasyim Muzadi," kata Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Rabu (18/12/2019).

Marsudi mengatakan Hilman meninggal dunia karena kecelakaan.

Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz membenarkan Gus Hilman meninggal dunia pada pagi ini. Ia mengalami kecelakaan di exit Toll Purwodadi.

"Kecelakaan di exit tol Purwodadi, pagi subuh masih di RS Lawang dirawat di sana," ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan, PBNU kehilangan kader muda terbaik. Putra Hasyim Muzadi sekaligus pengasuh pondok pesantran Mahasiswa Al-Hikam di Depok.

"Kita sungguh kehilangan Salah satu kader muda NU terbaik Gus Hilman. Yang bersangkutan itu melanjutkan misi Bapaknya bahwa huffadz harus plus, belajar juga keilmuan lain-lain, termasuk tahfidzul Qur'an. Ini ke khususkan yang luar biasa," lanjutnya. [Ibnu K/Tarbiyah]








Presiden Jokowi Marah, Mafia Migas Rampok RI Rp 1 T per Bulan


Unknown | 18.14 | ,

Jokowi
Presiden Jokowi (Bisnis.com)

Presiden Joko Widodo marah karena impor minyak RI yang terus membengkak dan membuat ekonomi Indonesia susah maju. Menurutnya, ada peran para importir atau mafia di balik persoalan ini.






"Masih ada yang senang impor minyak, saya pelajari detail, gak benar ini. Avtur masih impor, padahal CPO bisa jadi avtur. Kok kita senang impor? Karena ada yang hobi impor, ekonomi kita mandeg gara-gara hal seperti ini."

Jokowi bahkan mengungkapkan kecurigaannya soal masih adanya mafia-mafia migas yang ada di belakang macetnya pembangunan kilang.

Fahmy Radhi, anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang pernah dibentuk Presiden Jokowi di 2014-2015 lalu, mengungkap tim menemukan bahwa para mafia pemburu rente impor minyak ini memperoleh US$ 2-3 barel per hari.

"Mereka berburu rente pada impor crude oil dan BBM, sehari peroleh US$ 2 sampai US$ 3 barel per hari," kata Fahmy seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (17/12/2019).

Indonesia mengimpor sebanyak 800 ribu barel berupa produk BBM dan minyak mentah dalam sehari. Artinya, mafia-mafia itu mendapatkan sekitar US$ 2,4 juta atau Rp 33,6 miliar per hari dari impor minyak Indonesia. Dalam sebulan, keuntungannya mencapai sekitar Rp 1 triliun. [Ibnu K/Tarbiyah]








 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.