THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor

Panglima FPI Jakarta dan Kapolres Jakarta Barat Ungkap Siapa Pemicu Kerusuhan Semalam


Unknown | 21.30 | ,

Potret ricuh di Tanah Abang
Potret ricuh di Tanah Abang (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Wartawan mewawancarai Panglima FPI Jakarta dan Kapolres Jakarta Barat tentang kronologi dan pemicu kerusuhan semalam, Selasa (21/5/2019).

Baca juga: Innalillah, Korban Meninggal Dunia Sudah 6 Orang

“Sebenarnya seperti apa kejadian ini dan bagaimana kronologis kejadian?” tanya wartawan.






“Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu ’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Alhamdulillah kami bersama dengan para tokoh masyarakat yang ada di Petamburan, dibantu juga dengan Bapak Kapolres, Bapak Hengki, sudah bisa mengkondusifkan lokasi yang ada di Petamburan. Memang kita tahu, ini terjadi dilakukan oleh pihak-pihak ketiga yang sengaja memang membuat kekacauan. Oleh karena itu kita ingin sampaikan sekali lagi kepada para awak media, apa yang dilakukan sekarang ini itu jelas mutlak ada pihak ketiga untuk mengadu dombaan,” kata Habib Muhsin, Panglima FPI Jakarta.

Kapolres Jakarta Barat juga menegaskan adanya pihak ketiga yang berasal dari luar Jakarta.

“Jadi awal mulanya, tiba-tiba ada sekelompok massa melempari kendaraan patroli polisi. Sudah lama, kita datangkan pasukan, ternyata justru terjadi perlawanan yang lebih besar lagi. Nah setelah kami berkoordinasi dengan beliau, Habib imam FPI Jakarta, ternyata sebagian besar dan ada beberapa yang kita amankan ini sebagian besar dari luar daerah. Apakah itu Tasik, apakah itu Majalengka, apakah itu Banten dan sebagainya ini banyak dari luar daerah dan tidak dikenali oleh masyarakat. Dan kemudian, tadi sebelumnya juga ada bentrok antara warga dengan mereka. Warga dengan mereka, karena tidak terima propertinya dirusak, dibakar dan lain sebagainya,” kata Hengki, Kapolres Jakarta Barat.





Lebih jauh ia mengatakan akan memeriksa mereka yang sudah diamankan.

“Oleh karenanya, pagi ini kami berusaha bersama Habib Muhsin untuk memisahkan massa yang dari luar ini dan tidak mendiskreditkan warga Petamburan ini. Kemudian kami juga akan memeriksa yang sudah kita amankan kira-kira siapa mereka-mereka ini yang sudah datang ke Jakarta ini,” lanjutnya.









Innalillah, Korban Meninggal Dunia Sudah 6 Orang


Unknown | 20.30 | ,

Anies di RS Tarakan (Foto: Indra Komara/detikcom)

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Korban yang jatuh pada aksi semalam, menjelang 22 Mei 2019, ternyata bukan hanya satu orang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, sudah ada enam korban yang meninggal.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi RS Tarakan, Jakarta Pusat, tempat sejumlah korban dirawat.






"Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal," kata Anies di RS Tarakan, Rabu (22/5/2019), seperti dikutip Detik.

Enam korban tewas itu dirawat di RS Tarakan, RS Pelni, RSCM, Budi Kemuliaan, dan RS Angkatan Laut Mintoharjo.

Lebih jauh Anies Baswedan menambahkan, selain enam korban meninggal, ada sekitar 200 korban luka.

"Ini per jam sembilan. Jadi ada sekitar 200-an orang luka luka per jam 9. Ada 6 orang meninggal," imbuhnya.

Seluruh biaya pengobatan ratusan korban tersebut selama di rumah sakit ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan. [Ibnu K/Tarbiyah]







Setelah Shalat Istikharah Mimpi Pacar Meninggal, Artinya Apa?


Unknown | 22.17 | ,

shalat istikharah
ilustrasi (Republika)

Assalamualaikum pak ustad. Saya habis melakukan shalat istikharah, sehabis itu saya bermimpi pacar saya meninggal. Itu pertanda apa ya mohon jawabannya. Terimakasih. (Irvan Widi)

Jawaban:







Wa’alaikum salam warahmatullah. Alhamdulillah, menunaikan shalat istikharah adalah bagian dari amal shalih dan ikhtiar sya’ri yang telah Mas Irvan lakukan.

Jawaban shalat istikharah sebenarnya tidak selalu berupa mimpi. Yang paling umum, jawaban istikharah adalah munculnya kemantapan hati dan dimudahkan serta ditakdirkan Allah untuk melakukan atau mengalami salah satu pilihan yang kita minta. Sebagaimana doa shalat istikharah yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.”





Namun jika Mas Irvan ingin mengetahui arti mimpi itu, Allah menghendaki Mas mengubur pacaran itu menjadi masa lalu. Caranya, dengan segera menikahi gadis tersebut. Segera akhiri pacaran dan hijrahkan cinta dengan pernikahan. Maka cinta Anda berdua akan menjadi cinta yang halal dan diberkahi.

Jika belum mampu menikah, akhiri pacaran tersebut. Putuskan dan perbanyak puasa. Sebagaimana tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para pemuda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu sudah memiliki kemampuan maka hendaklah ia menikah. Dan barangsiapa belum mampu menikah, hendaklah ia berpuasa karena sesungguhnya puasa itu adalah perisai baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga Mas Irvan dimudahkan untuk menghijrahkan cinta. Dan Allah memberikan jodoh terbaik serta menganugerahi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. [Muchlisin BK/Tarbiyah]

*Pembahasan lengkap tentang shalat istikharah dan tanya jawab seputar istikharah bisa dibaca di artikel Shalat Istikharah







Ketika Ragu dalam Shalat Lalu Lakukan Ini, Setan Jengkel Sekali


Unknown | 03.42 | ,

sujud sahwi

Setan senang sekali mengganggu orang agar was-was, bimbang, dan ragu-ragu. Termasuk saat seseorang sedang sholat.

Saat menafsirkan Surat An Nas ayat 4, Ibnu Abbas menjelaskan, “Setan bercokol dalam di atas hati anak Adam. Apabila ia lupa dan lalai kepada Allah, setan menggodanya. Apabila ia ingat kepada Allah, maka setan bersembunyi.”






Dan pekerjaan setan itu menimbulkan was-was dalam dada manusia

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (QS. An Nas: 5)

Syaikh Wahbah dalam Tafsir Al Munir menjelaskan: “Yang menebarkan pikiran-pikiran buruk dan jahat di dalam hati. Dalam ayat tersebut disebutkan kata ash shudur karena dada adalah tempat hati. Pikiran-pikiran itu tempatnya di hati, sebagaimana dikenal dalam dialektika orang-orang Arab.”

Orang yang sedang sholat pun masih bisa diganggu oleh setan. Sehingga ketika seseorang sholat lalu ia lupa jumlah rakaatnya, ia ragu dan waswas, setan senang sekali.

Jika seseorang ragu jumlah rakaatnya seperti ini, disyariatkan sujud sahwi. Ia dianjurkan untuk memilih jumlah rakaat yang paling diyakininya lalu sebelum salam sujud dua kali.





Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

“Jika salah seorang di antaramu ragu dalam shalatnya, hingga tidak tahu berapa rakaat yang sudah dikerjakan, apakah tiga atau empat rakaat, maka ia harus menghilangkan keraguan tersebut dan menetapkan mana yang lebih diyakini. Setelah itu, hendaklah ia sujud sebanyak dua kali sebelum salam. Sekiranya ia melakukan lima rakaat, maka genaplah shalatnya dengan sujud sahwi. Jika ia telah benar empat rakaat tapi masih ragu, maka sujud sahwinya itu adalah untuk menjengkelkan syetan.” (HR. Muslim)

Jadi kalau ragu sudah mengerjakan tiga rakaat atau empat rakaat, yakinilah baru mengerjakan tiga rakaat dan tinggalkan keraguan itu. Teruskan rakaat berikutnya lalu lakukan sujud sahwi sebelum salam.

Kalaupun ternyata ia mengerjakan lima rakaat, sujud sahwi itu membuat rakaat menjadi genap. Dan kalau ternyata benar ia mengerjakan empat rakaat, maka sujud sahwi itu untuk menjengkelkan setan. Setan jadi jengkel dengan sujud sahwi tersebut. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah]

*Penjelasan lengkap sujud sahwi mulai dari pengertian, bacaan, hukum, tata cara hingga sebab-sebabnya bisa dibaca di artikel Bacaan Sujud Sahwi







Prabowo Diisukan Kabur Ke Luar Negeri dan Dituduh Pengecut, Ini Jawaban Telak BPN


Unknown | 21.22 | ,

Prabowo diisukan kabur ke luar negeri
Foto yang beredar di media sosial

Di media sosial, Prabowo diisukan kabur ke luar negeri. Isu itu disertai foto Prabowo tampak di sebuah bandara di Timur Tengah.






Bahkan Prabowo disebut pengecut karena menyerukan aksi kedaulatan rakyat tapi dirinya kabur.

Prabowo diisukan kabur


“Nyuruh people power tp koq pada kabur, woi.. pengecut,” kata Arfi Wibisono melalui Facebook pribadinya, Sabtu (18/5/2019).





Benarkah Prabowo kabur ke luar negeri? Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya, menegaskan isu tersebut adalah hoax. Menurutnya, foto yang beredar itu adalah foto lawas sekitar tiga hingga empat tahun silam.

“Ini foto lawas 3 atau 4 tahun silam, ketika Pak Prabowo lawatan ke luar negeri. Hati2, jangan percaya hoax,” kata Mustofa melalui akun Twitter pribadinya, @AkunTofa, Sabtu (18/5/2019).









Dahsyatnya Nuzulul Quran, Gunung pun Terbelah


Unknown | 08.03 | ,

gunung pun terbelah
ilustrasi (Reuters)

Secara bahasa, nuzulul Quran adalah turunnya Al Quran. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan dalam Tafsir Al Munir bahwa sebagian ulama berpendapat nuzulul Quran adalah turunnya Al Quran secara sekaligus ke Baitul Izzah.






Sedangkan sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa nuzulul Quran adalah permulaan turunnya Al Quran kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni wahyu pertama yang turun kepada beliau di gua hira.

Turunnya Al Quran (Nuzulul Quran) ini adalah peristiwa maha dahsyat yang bisa membuat gunung terbelah. Sejumlah ulama mufassir menjelaskan Surat Al Hasyr ayat 21 tentang kedahsyatan ini.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al-Hasyr: 21)





Ketika menafsirkan ayat ini, Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan: “Sungguh kemuliaan Al Quran, keagungan, kefasihan dan isinya yang memuat berbagai macam nasehat dan hikmah yang membuat hati menjadi lembut, lunak dan tersentuh, mencapai pada suatu tingkatan di mana seandainya Al Quran diturunkan kepada sebuah gunung dan gunung itu dijadikan memiliki akal seperti manusia, niscaya kamu akan melihat gunung yang begitu keras dan solid tunduk patuh, retak-retak dan pecah-pecah karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Quran ini kepada sebuah gunung, betapa tegarnya gunung itu, dan Kami anugerahkan kepadanya potensi sebagaimana yang Kami berikan kepada manusia, maka pasti engkau -siapapun engkau selama mampu melihat- akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah,” kata Quraisy Syihab saat menjelaskan ayat ini dalam Tafsir Al Misbah.

“Ayat di atas menjadikan belahan sebagai akibat dari pengaruh Al Quran terhadap gunung. Itu karena puncak dari pengaruh sesuatu kepada benda-benda tak bernyawa adalah keretakan dan keterpecahbelahan,” lanjutnya.

Jika gunung saja bisa retak dan terbelah, tidakkah hati kita tersentuh ketika membaca Al Quran dan mentadabburinya? Jika belum, khawatirlah jika hati kita lebih keras daripada batu. Na’udzubillah. [Muchlisin BK/Tarbiyah]

*Pembahasan lebih lengkap tentang Nuzulul Quran mulai dari makna hingga tanggalnya bisa dibaca di artikel Ceramah Nuzulul Quran







Saat Imam Jahr, Makmum Membaca Surat Al Fatihah atau Tidak?


Unknown | 10.03 | ,

makmum membaca surat al fatihah

Sore tadi mendapat pertanyaan dari salah seorang jamaah di Masjid Baitul Muttaqin. Saat imam jahr, makmum membaca Surat Al Fatihah atau tidak.

Maksudnya, jika imam membaca surat Al Fatihah dalam shalat jahriyah (misal shalat Subuh atau shalat tarawih), makmum harus bagaimana? Apakah makmum membaca surat Al Fatihah atau tidak?






Permasalahan ini merupakan salah satu masalah yang para ulama berbeda pendapat. Dari empat mazhab fiqih yang ada, tidak semuanya satu pendapat mengenai hal ini. Apakah makmum membaca surat Al Fatihah atau tidak saat imam membaca jahr, berikut ini rinciannya:

1. Tidak membaca surat Al Fatihah, hanya mendengarkan imam


Saat imam membaca Surat Al Fatihah secara jahr (keras), makmum harus mendengarkan bacaan imam tersebut. Justru makruh jika makmum membaca Surat Al Fatihah. Ini adalah pendapat mazhab Hanafi, Maliki dan Hambali.

Pendapat ini berdasarkan firman Allah:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat” (QS. Al A’raf: 204)

Imam Ahmad mengatakan, “ulama sepakat bahwa ayat ini juga berlaku dalam shalat.”





Juga berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ صَلَّى خَلْفَ إِمَامٍ فَإِنَّ قِرَاءَتَهُ لَهُ قِرَاءَةٌ

“Siapa saja yang shalat di belakang imam, maka bacaan imam adalah bacaannya juga” (HR. Daruquthni)

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا

“Seorang imam dipilih karena untuk diikuti. Jika ia bertakbir, maka bertakbirlah . Jika ia membaca, maka perhatikanlah” (HR. Daruquthni)

Baca juga: Insya Allah

2. Makmum membaca Surat Al Fatihah


Pendapat kedua, meskipun imam membaca Surat Al Fatihah secara jahr, makmum wajib membaca Surat Al Fatihah. Ini adalah pendapat mazhab Syafi’i. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al Fatihah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi menjelaskan, menurut mazhab Syafi’i, makmum diwajibkan untuk membaca surat Al Fatihah. Kecuali jika ia datang sebagai masbuk saat imam sudah selesai membaca surat Al Fatihah secara keseluruhan atau sudah membaca sebagiannya. Jika demikian maka imam sudah menanggung beban bacaan surat Al Fatihah-nya, selama imam tersebut memang layak untuk menanggungnya, yakni tidak dalam keadaan berhadats.

Baca juga: Surat Al Ikhlas

Demikian perbedaan pendapat ulama dan dalilnya mengenai apakah makmum membaca surat Al Fatihah saat imam membaca jahr. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Tarbiyah]







 
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.